Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 07:03 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com – Mahasiswa yang rutin menunaikan sholat dhuha cenderung memiliki jiwa yang lebih tenang. Hal itu terungkap dalam penelitian terhadap mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Penelitian tersebut menemukan sholat dhuha berpengaruh positif terhadap ketenangan jiwa mahasiswa dengan besaran 50,2 persen. Sisanya, 49,8 persen, dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.

Riset ini ditulis oleh Rahmatullah, Muhtar Gojali, dan Naan. Hasilnya dimuat dalam Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik terbitan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Juli 2020.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya

Semakin rutin, semakin tenang

Para peneliti menyimpulkan, semakin baik intensitas sholat dhuha, semakin tenang jiwa mahasiswa.

Sebaliknya, semakin jarang sholat dhuha dikerjakan, semakin tidak tenang jiwa mereka.

Hubungan antara keduanya pun tergolong kuat, dengan nilai korelasi 0,709.

Tekanan lulus tepat waktu

Penelitian ini menyasar mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) angkatan 2015.

Kelompok ini diambil karena lebih rentan cemas imbas dituntut negara untuk lulus tepat waktu.

Kecemasan semacam itu umum dialami mahasiswa tingkat akhir.

Banyak yang khawatir skripsinya tidak selesai sesuai target, terlebih saat melihat teman-temannya sudah bersiap sidang atau wisuda.

Baca juga: Amalan Sebelum Tidur: Penenang Jiwa dan Penjaga Iman di Malam Hari

Seperti meditasi di pagi hari

Dalam penelitian disebutkan, sholat dhuha sebagai salah satu bentuk meditasi spiritual.

Fokus pada satu titik dapat memicu respons relaksasi, apalagi didukung suasana pagi yang tenang dan sejuk.

Mereka juga merujuk QS Ar-Ra'd ayat 28, yang menyebut hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

Kuncinya rutin dan khusyuk

Agar manfaatnya terasa, peneliti menekankan tiga hal: ikhlas karena Allah, dikerjakan rutin, dan khusyuk.

Soal rutinitas, mereka menilai dua rakaat dhuha setiap hari lebih baik daripada dua belas rakaat yang dikerjakan seminggu sekali.

Pandangan ini bersandar pada hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA, bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus-menerus meski sedikit.

Peneliti juga menganjurkan agar sholat dhuha diiringi tobat dan permohonan ampun kepada Allah.

Belum bisa digeneralisasi

Meski begitu, temuan ini perlu dibaca dengan hati-hati. Respondennya terbatas pada satu kelompok mahasiswa di satu kampus, sehingga hasilnya belum bisa diberlakukan untuk semua orang.

Sholat dhuha juga bukan pengganti bantuan profesional.

Mahasiswa yang mengalami cemas atau tertekan berkepanjangan tetap disarankan berkonsultasi dengan konselor kampus atau psikolog.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
Aktual
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa dan Niat
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Aktual
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Aktual
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Aktual
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Aktual
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa dan Niat
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa dan Niat
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Aktual
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Aktual
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar