Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 12:53 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Muhammadiyah mendapat apresiasi dari Muslim Council of Britain (MCB) atas kiprahnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan masyarakat.

Sekretaris Jenderal MCB Wajid Akhter menilai kontribusi Muhammadiyah tidak hanya terlihat dari keberadaan sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas pelayanan publik, tetapi juga dari upayanya membangun kualitas manusia.

"Muhammadiyah bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga membangun manusia," kata Wajid, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (24/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Wajid dalam acara pengukuhan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia sekaligus penyerahan sertifikat keanggotaan MCB kepada PCIM Britania Raya dan Irlandia di KBRI London.

Baca juga: Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Muhammadiyah Dinilai Tak Sekadar Membangun Fasilitas

Wajid mengatakan, dirinya telah mengenal Muhammadiyah sejak kecil. Menurut dia, kiprah organisasi Islam tersebut lebih luas daripada sekadar membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Muhammadiyah selama ini mengembangkan berbagai pelayanan masyarakat, terutama melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan.

Dalam bidang pendidikan, lembaga pendidikan Muhammadiyah hadir mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Sementara di bidang kesehatan, Muhammadiyah mengembangkan rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Keberadaan lembaga-lembaga tersebut menjadi bagian dari model dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan sosial.

Dalam konteks tersebut, pernyataan Wajid mengenai "membangun manusia" menggambarkan kontribusi yang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik.

Sekolah dan perguruan tinggi menjadi sarana pendidikan generasi muda, sedangkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Pada saat yang sama, aktivitas sosial dan kemanusiaan Muhammadiyah juga diarahkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.

PCIM Britania Raya dan Irlandia Jadi Anggota MCB

Apresiasi tersebut disampaikan bersamaan dengan bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai anggota Muslim Council of Britain.

Dalam acara yang berlangsung di KBRI London tersebut, PCIM Britania Raya dan Irlandia menerima sertifikat keanggotaan MCB.

Keanggotaan ini membuka ruang bagi PCIM untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan komunitas serta organisasi Muslim di Inggris.

Kerja sama tersebut juga dapat menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Muslim.

Bagi Muhammadiyah, keberadaan PCIM di berbagai negara merupakan bagian dari upaya mengembangkan dakwah dan memperkenalkan gagasan Islam Berkemajuan di tingkat internasional.

Konsep Islam Berkemajuan menempatkan keberagamaan tidak hanya dalam ruang ibadah, tetapi juga dalam upaya menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui aktivitas pendidikan, kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan dakwah.

Perluas Kiprah Muhammadiyah di Inggris

Bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia dengan MCB sekaligus memperluas ruang interaksi Muhammadiyah dengan komunitas Muslim di Inggris.

Kehadiran Muhammadiyah di luar negeri tidak hanya menjadi wadah bagi warga persyarikatan, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi setempat.

Melalui jejaring tersebut, Muhammadiyah dapat berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi yang disampaikan Wajid pun menunjukkan bahwa kiprah organisasi Islam tidak semata-mata dapat dilihat dari banyaknya lembaga atau fasilitas yang dibangun.

Di balik sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai lembaga sosial terdapat upaya meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kegiatan kemanusiaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Aktual
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Aktual
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Aktual
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Aktual
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Aktual
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar