Editor
KOMPAS.com - Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026 atau 12 Rabiul Awal 1448 H, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca shalawat.
Membaca shalawat menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
Selain menjadi ungkapan cinta dan syukur, membaca shalawat saat Maulid Nabi diyakini memiliki sejumlah keutamaan bagi umat Islam.
Baca juga: Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Dilansir dari Antara, berikut delapan keutamaan membaca shalawat yang dapat menjadi amalan pada momentum Maulid Nabi 2026.
Baca juga: Lirik Sholawat Jibril Versi Panjang & Pendek (Arab, Latin, Arti)
Salah satu keutamaan membaca shalawat adalah mendapatkan shalawat dari Allah dan para malaikat. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa bershalawat untukku sekali, maka Allah dan malaikat-Nya akan bershalawat untuknya 70 kali."
Membaca shalawat juga menjadi amalan yang memiliki keutamaan berupa pengangkatan derajat, penambahan kebaikan, serta penghapusan dosa. Dari Abu Burdah bin Niyar, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa bershalawat kepadaku secara ikhlas, Allah akan mengangkat derajatnya, memberinya kebaikan, dan menghapus dosa sepuluh kali."
Keutamaan lainnya adalah memperoleh pahala sepuluh kali lipat dari shalawat yang dibaca. Dalam hadis disebutkan, "Siapa yang bershalawat untukku sekali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali."
Orang yang membaca shalawat juga disebut mendapatkan balasan shalawat dari Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang bershalawat untukku maka shalawat itu akan sampai padaku dan aku akan bershalawat untuknya, dan baginya akan dicatat 10 kebaikan."
Membaca shalawat juga disebut memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa dan pelindung dari neraka. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa siapa yang bershalawat pagi dan malam karena cinta yang mendalam, Allah akan mengampuni dosa-dosanya pada hari tersebut.
Shalawat menjadi salah satu sebab Rasulullah SAW memberikan syafaat kepada orang yang membacanya di hari akhir. Karena itu, memperbanyak shalawat dapat menjadi amalan yang dilakukan umat Islam sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Umat yang rajin bershalawat dijanjikan terhindar dari kefakiran serta dilimpahi kebaikan dan keberkahan. Keutamaan ini menjadi salah satu alasan shalawat banyak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang banyak bershalawat akan menjadi manusia yang paling utama di sisi Rasulullah SAW di akhirat. Keutamaan tersebut menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat sebagai bagian dari amalan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Membaca shalawat pada kesempatan ini menjadi amalan yang dapat menguatkan spiritualitas sekaligus menghidupkan tradisi keislaman.
Selain itu, membaca shalawat dapat menjadi pengingat terhadap perjuangan dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan bagi umat Islam.
Momentum Maulid Nabi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Memperbanyak shalawat saat Maulid Nabi dapat menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Amalan tersebut juga dapat menjadi pengingat untuk terus meneladani akhlak dan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperbanyak shalawat di bulan kelahiran Nabi SAW, semoga umat Islam mendapat cintanya, syafaat di hari akhir, dan keberkahan yang melimpah di dunia dan akhirat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT