Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian

Kompas.com, 25 Agustus 2026, 13:07 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Komando Rakyat Jaga Persatuan (KRJP) menggelar aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka membawa pesan agar generasi muda menjadi pelopor perdamaian dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Pesan tersebut disampaikan di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat. Para peserta aksi menilai perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan maupun memecah persatuan.

Baca juga: Doa Lintas Agama Menggema di Monas, Pemuka 6 Agama Berdoa agar Indonesia Damai dan Bersatu

Koordinator aksi KRJP, Airul, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap damai.

"KRJP menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian dari solusi. Perbedaan pilihan politik dan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah," kata Airul dalam rilisnya, Selasa (25/8/2026). 

"Generasi muda harus berdiri sebagai pelopor perdamaian, persatuan, dan demokrasi yang santun serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan," lanjutnya.

Kritik Tetap Bisa Disampaikan

Dalam aksinya, para pemuda dan mahasiswa juga menekankan bahwa kritik dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

Namun, aspirasi tersebut diharapkan tetap disampaikan secara damai, tertib, konstitusional, dan bertanggung jawab.

Mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terseret provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan.

Terlebih, arus informasi melalui media sosial saat ini membuat berbagai kabar dan narasi dapat menyebar dengan cepat.

Karena itu, sikap kritis perlu dibarengi dengan kebiasaan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Baca juga: Perjanjian Hudaibiyah, Perjanjian Damai yang Mengubah Sejarah Islam

Lima Seruan Pemuda dan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, KRJP menyampaikan lima sikap, di antaranya:

Pertama, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak provokasi, ujaran kebencian, serta tindakan yang dapat memecah persatuan.

Kedua, mengajak masyarakat menyampaikan kritik dan aspirasi secara damai, tertib, konstitusional, dan bertanggung jawab serta menolak tindakan anarkis maupun kekerasan.

Ketiga, menyerukan generasi muda untuk menjadi pelopor perdamaian, persatuan, dan demokrasi yang santun serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Keempat, memperkuat komitmen untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, bersatu, dan berdaulat di tengah beragam pandangan dan kepentingan.

Apalagi seruan perdamaian ditemukan hampir di seluruh ajaran agama besar dunia.

Dalam Islam, konsep damai tercermin langsung dari akar kata "Islam" yang berarti "salam" atau kedamaian, sementara dalam ajaran Kristen, nilai kasih dan pengampunan ditempatkan sebagai fondasi utama hubungan antarsesama.

Ajaran serupa juga ditemukan dalam Hindu dan Buddha melalui konsep ahimsa atau prinsip tanpa kekerasan, serta dalam Konghucu yang menekankan pentingnya harmoni sosial.

Para tokoh lintas agama menilai, kesamaan nilai perdamaian ini menunjukkan bahwa keberagaman keyakinan semestinya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan justru memperkuat semangat toleransi dan hidup berdampingan di tengah masyarakat majemuk.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Aktual
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Aktual
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Jelang Muktamar di Jombang, Gus Yahya: Sebenarnya NU Itu Apa?
Aktual
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Ribuan Pemuda dan Mahasiswa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Perdamaian
Aktual
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial
Aktual
Maulid Nabi 2026, Menag: Akhlak Fondasi Membangun Peradaban
Maulid Nabi 2026, Menag: Akhlak Fondasi Membangun Peradaban
Aktual
Karhutla dalam Perspektif Islam, Mengapa Merusak Alam Dilarang?
Karhutla dalam Perspektif Islam, Mengapa Merusak Alam Dilarang?
Aktual
Menjelang Muktamar ke-35 NU, Menengok Jejak Para Rais Aam dari Masa ke Masa
Menjelang Muktamar ke-35 NU, Menengok Jejak Para Rais Aam dari Masa ke Masa
Aktual
MUI Kritik Pemblokiran Rekening Aktivis: Anwar Abbas Ingatkan Risiko 'Rush Money'
MUI Kritik Pemblokiran Rekening Aktivis: Anwar Abbas Ingatkan Risiko "Rush Money"
Aktual
Maulid Nabi 2026 Kapan? Ini Tanggal, Hari, dan Status Liburnya
Maulid Nabi 2026 Kapan? Ini Tanggal, Hari, dan Status Liburnya
Aktual
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah
Aktual
Maulid Nabi Ngapain Saja? Ini Kegiatan yang Bisa Muslim Lakukan
Maulid Nabi Ngapain Saja? Ini Kegiatan yang Bisa Muslim Lakukan
Aktual
Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya
Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya
Aktual
Memperingati Maulid Nabi: Ini 20 Quotes Islami Ucapan Maulid 2026
Memperingati Maulid Nabi: Ini 20 Quotes Islami Ucapan Maulid 2026
Aktual
Amalan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Doa dan Selawatnya
Amalan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Doa dan Selawatnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar