Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah

Kompas.com, 25 Agustus 2026, 09:23 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Umat Islam hari ini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, bulan Rabiul Awal 1448 H dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026, sehingga 12 Rabiul Awal jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Tanggal ini juga ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Karena kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan, padanannya di kalender Masehi bergeser setiap tahun sehingga tanggal Maulid Nabi tidak pernah sama persis dari tahun ke tahun.

Baca juga: Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap

Para ulama dan ahli sejarah Islam berbeda pendapat mengenai siapa yang pertama kali menggagas peringatan Maulid Nabi.

Pendapat pertama, sebagaimana dijelaskan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, menyebut bahwa orang pertama yang merayakan Maulid Nabi adalah Khalifah Fathimiyah bernama Al-Mu'izz li Dinillah.

Ia memasuki Mesir dan mengalahkan Dinasti Ibnu Thalun pada 361 Hijriah, lalu mendirikan kota Al-Qahirah (Kairo) dan Masjid Jami' Al-Azhar. Perayaan Maulid Nabi pertama kali digelar di Mesir pada 363 Hijriah atas perintahnya.

Pendapat lain datang dari Syekh Hasan as-Sandubi, sejarawan Islam asal Mesir, yang dalam kitab Tarikhul Ihtifal bil Maulidin Nabawi menegaskan bahwa Dinasti Fathimiyah adalah kelompok pertama yang merealisasikan gagasan perayaan kelahiran Nabi Muhammad.

Pandangan ini turut diperkuat oleh catatan sejarawan Al-Maqrizi dalam kitab Al-Mawa'idz wal I'tibar serta Ali Mahfudz dalam kitab Al-Ibda' fi Madharil Ibtida'.

Sementara itu, sebagian ulama seperti Imam as-Suyuthi menyebut Sultan Muzhaffar sebagai penggagas, sedangkan Syekh Bukhit al-Muthi'i menyebut nama Sultan Nuruddin dari kalangan Ahlusunnah.

Dikutip dari NU Online, dari kalangan Ahlusunnah wal Jamaah sendiri ada pendapat yang menyebut Raja Irbil di Irak, Muzhaffaruddin al-Kaukabri, sebagai pihak yang pertama menggelar Maulid Nabi secara besar-besaran pada awal abad ke-7 Hijriah.

Itu dilakukan atas dorongan ulama dan perdana menteri Nizamul Mulk, sebagai upaya mempersatukan umat Islam di tengah Perang Salib.

Terlepas dari perbedaan riwayat tersebut, tradisi Maulid Nabi terus berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi bagian dari kehidupan keagamaan umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia, sampai saat ini.

Baca juga: Memperingati Maulid Nabi: Ini 20 Quotes Islami Ucapan Maulid 2026

Hikmah Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk menggali hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah SAW. Beberapa hikmah yang dapat dipetik antara lain:

• Mendorong umat memperbanyak selawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

• Ungkapan kegembiraan dan rasa syukur atas kelahiran Nabi yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

• Meneladani akhlak mulia Rasulullah, seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan sikap pemaaf terhadap sesama.

• Menumbuhkan kedermawanan, mengikuti sifat Nabi yang mencintai kaum fakir dan miskin, gemar menjenguk orang sakit, serta tidak pernah merendahkan orang yang kekurangan.

• Meneguhkan cinta kepada Rasulullah yang dibuktikan lewat akhlak mulia terhadap sesama manusia, bukan sekadar ucapan.

• Melestarikan misi dakwah Nabi dengan terus mempelajari sirah nabawiyah dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Boleh Puasa di Hari Maulid Nabi?

Merujuk pada situs Kemenag, NU Online, dan Majelis Tarjih Muhammadiyah dijelaskan, dalil yang sering dikaitkan dengan "puasa Maulid" sebenarnya adalah hadis riwayat Imam Muslim tentang puasa hari Senin.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW ditanya mengenai kebiasaannya berpuasa di hari Senin, dan beliau menjawab bahwa pada hari itu beliau dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu pertama diturunkan kepadanya.

Dengan demikian, hadis ini merupakan dalil puasa hari Senin, bukan dalil khusus yang secara otomatis mewajibkan atau menyunahkan puasa pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai "puasa Maulid" tersendiri, keduanya perlu dibedakan.

Meski begitu, ulama menilai berpuasa pada 12 Rabiul Awal tetap diperbolehkan.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, para ulama menyimpulkan bahwa berpuasa pada hari kelahiran Nabi adalah amalan yang dianjurkan (sunnah) karena meneladani langsung apa yang dilakukan Rasulullah SAW sebagai bentuk rasa syukur atas tiga nikmat besar: kelahiran beliau, pengangkatan sebagai rasul, dan turunnya wahyu pertama.

Sejalan dengan itu, Majelis Tarjih Muhammadiyah memandang peringatan Maulid sebagai perkara ijtihadiyah atau bukan perkara yang wajib dilakukan, namun juga tidak otomatis terlarang.

Karena Maulid Nabi 2026 jatuh pada hari Selasa, umat Islam yang hendak berpuasa sunnah pada hari tersebut tidak perlu memperhatikan ketentuan khusus seperti larangan puasa sunnah tunggal di hari Jumat.

Bagi yang ingin melaksanakan puasa sunnah ini, niat cukup dilafalkan dalam hati sejak malam hari sebelum fajar, dengan tata cara yang sama seperti puasa sunnah pada umumnya.

Amalan yang Dianjurkan saat Maulid Nabi

Selain puasa sunnah, sejumlah amalan lain yang lazim dilakukan umat Islam saat Maulid Nabi antara lain menjaga shalat, memperbanyak selawat, membaca Al-Qur'an dan sirah nabawiyah, mengikuti pengajian atau kajian keagamaan, serta bersedekah kepada kaum duafa.

Beberapa laman keagamaan mengingatkan agar peringatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan disertai perbaikan akhlak, karena tanpa hal itu peringatan mudah kehilangan makna substansialnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Karhutla dalam Perspektif Islam, Mengapa Merusak Alam Dilarang?
Karhutla dalam Perspektif Islam, Mengapa Merusak Alam Dilarang?
Aktual
Menjelang Muktamar ke-35 NU, Menengok Jejak Para Rais Aam dari Masa ke Masa
Menjelang Muktamar ke-35 NU, Menengok Jejak Para Rais Aam dari Masa ke Masa
Aktual
MUI Kritik Pemblokiran Rekening Aktivis: Anwar Abbas Ingatkan Risiko 'Rush Money'
MUI Kritik Pemblokiran Rekening Aktivis: Anwar Abbas Ingatkan Risiko "Rush Money"
Aktual
Maulid Nabi 2026 Kapan? Ini Tanggal, Hari, dan Status Liburnya
Maulid Nabi 2026 Kapan? Ini Tanggal, Hari, dan Status Liburnya
Aktual
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah
Aktual
Maulid Nabi Ngapain Saja? Ini Kegiatan yang Bisa Muslim Lakukan
Maulid Nabi Ngapain Saja? Ini Kegiatan yang Bisa Muslim Lakukan
Aktual
Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya
Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya
Aktual
Memperingati Maulid Nabi: Ini 20 Quotes Islami Ucapan Maulid 2026
Memperingati Maulid Nabi: Ini 20 Quotes Islami Ucapan Maulid 2026
Aktual
Amalan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Doa dan Selawatnya
Amalan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Doa dan Selawatnya
Aktual
Apakah Muhammadiyah Merayakan Maulid Nabi? Ini Penjelasan Majelis Tarjih
Apakah Muhammadiyah Merayakan Maulid Nabi? Ini Penjelasan Majelis Tarjih
Aktual
6 Shalawat Singkat untuk Dibaca saat Maulid Nabi: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Shalawat Singkat untuk Dibaca saat Maulid Nabi: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Sebelum Belajar agar Mudah Memahami Ilmu, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Sebelum Belajar agar Mudah Memahami Ilmu, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
5 Amalan Maulid Nabi, dari Sholawat hingga Sedekah
5 Amalan Maulid Nabi, dari Sholawat hingga Sedekah
Aktual
Doa Malam Maulid Nabi: Bacaan, Sholawat, dan Amalan yang Bisa Diamalkan
Doa Malam Maulid Nabi: Bacaan, Sholawat, dan Amalan yang Bisa Diamalkan
Doa dan Niat
Gus Yahya Ungkap Tantangan NU Masa Depan: Identitas, Konsolidasi hingga Peran Global
Gus Yahya Ungkap Tantangan NU Masa Depan: Identitas, Konsolidasi hingga Peran Global
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar