Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 09:37 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki usia lanjut atau lansia merupakan fase kehidupan yang membawa berbagai perubahan pada kondisi tubuh dan kehidupan seseorang.

Fungsi fisik dapat menurun, sementara kebutuhan untuk tetap aktif secara sosial dan spiritual juga perlu diperhatikan.

Dalam Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari mensyukuri nikmat Allah SWT.

Tubuh dipandang sebagai amanah yang perlu dirawat, sehingga menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kehidupan sosial dan spiritual.

Hal tersebut disampaikan Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Joko Murdiyanto, dalam kajian di Masjid KH Sudja Yogyakarta, Ahad (23/8/2026).

Dalam kajian bertema hidup sehat dan bahagia itu, Joko mengajak masyarakat melihat kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan jasmani, sosial, dan spiritual.

Baca juga: Sunnah-sunnah Malam Pertama agar Rumah Tangga Berkah dan Bahagia

Bagaimana cara menjaga kesehatan lansia dalam tuntunan Islam?

1. Menjaga Keseimbangan Tubuh

Salah satu prinsip yang ditekankan adalah tawazun atau keseimbangan.

"Kehidupan yang sehat membutuhkan keteraturan antara aktivitas, pola makan, dan waktu istirahat," kata Joko di Masijd KH Sudja Yogyakarta. 

Ia mengingatkan agar seseorang tidak terus-menerus membalik pola hidup dengan menjadikan malam sebagai waktu utama beraktivitas dan siang untuk tidur. Tubuh memiliki ritme yang perlu dijaga agar aktivitas dan istirahat tetap seimbang.

Menjaga pola makan juga menjadi bagian dari upaya tersebut. Joko menyoroti kebiasaan mengonsumsi gula dan garam secara berlebihan.

Perubahan pola konsumsi, menurutnya, dapat dimulai secara bertahap, misalnya dengan mengurangi gula pada minuman.

Ia juga mendorong masyarakat memperbanyak makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan serta membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

2. Tetap Melakukan Aktivitas Fisik

Memasuki usia lanjut bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak. Justru, aktivitas fisik ringan dan teratur tetap penting untuk menjaga kebugaran.

Joko menyarankan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan menggunakan tangga. Menurutnya, tubuh yang jarang digunakan untuk bergerak dapat mengalami penurunan massa otot.

Bagi mereka yang masih memiliki kondisi fisik yang memungkinkan, berjalan kaki menuju masjid juga dapat menjadi aktivitas yang memberikan beberapa manfaat sekaligus. Selain bergerak, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berzikir dan menjalankan ibadah.

Baca juga: Sunnah-sunnah Malam Pertama agar Rumah Tangga Berkah dan Bahagia

3. Menjaga Hubungan Sosial

Kesehatan lansia tidak hanya diukur dari kondisi fisik. Joko menilai seseorang belum tentu dapat disebut sehat sepenuhnya jika kondisi fisiknya baik, tetapi menarik diri dari kehidupan sosial.

Karena itu, lansia dianjurkan tetap berinteraksi dengan masyarakat. Menghadiri majelis, menjaga silaturahmi, mengikuti kegiatan lingkungan, serta menjalin hubungan baik dengan orang lain dapat menjadi bagian dari kehidupan yang sehat dan bahagia.

Aktivitas sosial juga memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap merasa memiliki peran di tengah keluarga dan masyarakat.

4. Memperkuat Ibadah dan Spiritualitas

Selain kesehatan jasmani dan sosial, dimensi spiritual menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Joko mengingatkan bahwa zikir, doa, salat, membaca Al-Qur'an, dan puasa dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Ibadah, menurutnya, tidak semestinya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk terus mengingat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak umat untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan spiritual dari waktu ke waktu.

Seorang Muslim dapat melihat kembali apakah kualitas salatnya semakin baik, kedekatannya dengan Al-Qur'an meningkat, serta ibadahnya mengalami perkembangan.

Dalam konteks tersebut, Joko secara khusus menekankan pentingnya memperbaiki salat sebagai bagian awal untuk memperbaiki kehidupan secara lebih luas.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam: Kunci Rumah Tangga Bahagia 

5. Membahagiakan Orang Lain

Menjaga kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

"Kebahagiaan tidak selalu diperoleh dengan memusatkan perhatian pada diri sendiri," kata Joko. 

Menurutnya, seseorang juga dapat menemukan kebahagiaan ketika mampu membuat orang lain merasa terbantu atau bahagia. 

Bahkan, hal sederhana seperti memberikan senyuman kepada orang lain dapat menjadi bentuk berbagi kebahagiaan.

Dengan demikian, menjaga kesehatan lansia dalam perspektif Islam tidak hanya berarti memperhatikan kondisi tubuh.

Pola makan yang baik, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, hubungan sosial, serta kualitas ibadah dapat berjalan beriringan.

Pada akhirnya, masa lanjut usia tetap dapat dijalani dengan sehat dan bahagia selama seseorang terus menjaga amanah tubuh, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan tetap hadir dalam kehidupan sosial.

Muhammadiyah juga menekankan bahwa tuntunan Islam memberikan banyak jalan bagi seorang Muslim untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya?
Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya?
Aktual
5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam
5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju Ketum PBNU: Saya Pilih Fokus Pimpin Kemenag
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju Ketum PBNU: Saya Pilih Fokus Pimpin Kemenag
Aktual
Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Aktual
Gus Rozin Angkat Semangat Gus Dur: NU Harus Jadi Sahabat Kritis Pemerintah
Gus Rozin Angkat Semangat Gus Dur: NU Harus Jadi Sahabat Kritis Pemerintah
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Ta’aruf Menjaga Kesucian Menuju Pernikahan
Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Ta’aruf Menjaga Kesucian Menuju Pernikahan
Aktual
Khutbah Jumat Maulid Nabi, Belajar Menjadi Suami dan Orangtua dari Rasulullah
Khutbah Jumat Maulid Nabi, Belajar Menjadi Suami dan Orangtua dari Rasulullah
Aktual
Khutbah Jumat: Bahaya Rokok bagi Diri, Keluarga, dan Masa Depan
Khutbah Jumat: Bahaya Rokok bagi Diri, Keluarga, dan Masa Depan
Aktual
Dapur Muktamar NU Terus Mengepul, Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi Disiapkan
Dapur Muktamar NU Terus Mengepul, Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi Disiapkan
Aktual
Wamenag: Pemerintah Tak Intervensi Muktamar NU, Kemenag Harus Netral
Wamenag: Pemerintah Tak Intervensi Muktamar NU, Kemenag Harus Netral
Aktual
Tak Hanya Pilih Ketua, Muktamar NU Bahas Bitcoin, Neuralink, hingga DNA
Tak Hanya Pilih Ketua, Muktamar NU Bahas Bitcoin, Neuralink, hingga DNA
Aktual
Niat Mandi Wajib Pria dan Wanita: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Pria dan Wanita: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Ini Hukum dan Penjelasannya
Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Ini Hukum dan Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar