Editor
TANGERANG, KOMPAS.com — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengumpulkan donasi sebesar Rp 1,8 miliar untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penggalangan dana dilakukan keluarga besar Kemenimipas dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
"Bantuan sosial untuk saudara-saudara kita dan masyarakat sekitar di NTT terkumpul sebesar Rp 1,8 miliar dari keluarga besar Kemenimipas. Nanti akan kami kirim, Pak Dirjen dan Pak Irjen akan berangkat ke sana," ujar Agus dalam rilisnya, Minggu (30/8/2026).
Baca juga: Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Menurut Agus, peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan perlombaan dan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.
"Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan syukur dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Pada saat yang sama, kita juga melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga kita yang terdampak bencana," katanya.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.Selain menggalang bantuan untuk korban bencana NTT, keluarga besar Kemenimipas memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Peringatan Maulid Nabi digelar sebelum rangkaian kegiatan Semarak HUT Ke-81 RI di Poltek Imipas.
Kegiatan tersebut diisi dengan tausiah serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Darul Ilmi Alfikri.
Kemenimipas juga memberikan bantuan sosial kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Poltek Imipas.
Bantuan diserahkan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas.
Baca juga: Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan dua momentum, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kemerdekaan Indonesia, dengan kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam Islam, kepedulian terhadap anak yatim dan mereka yang sedang mengalami kesulitan menjadi bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.
Al-Quran antara lain mengingatkan pentingnya memperhatikan anak yatim dan orang yang membutuhkan melalui Surah Al-Ma'un.
Surah tersebut memberikan pesan bahwa keberagamaan tidak berhenti pada ritual, tetapi juga berkaitan dengan kepedulian terhadap orang-orang yang berada dalam kesulitan.
Semangat tersebut tercermin melalui santunan kepada anak yatim serta pengumpulan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.
Bagi Kemenimipas, kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu cara memaknai rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui kepedulian kepada sesama.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT