Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Film Santri Nasional 2026, Santri Mlangi Juara Film Dokumenter

Kompas.com, 2 September 2026, 09:28 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Festival Film Santri Nasional 2026 resmi mengumumkan para pemenang. Tujuh karya dari sejumlah pesantren di berbagai daerah meraih penghargaan dalam festival yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) sebagai bagian dari rangkaian Muktamar Ke-35 NU.

Film dokumenter “Ketika Kita Memilih untuk Baik” karya santri PPM Aswaja Nusantara, Mlangi, Sleman, DI Yogyakarta, berhasil meraih juara pertama kategori film dokumenter.

Karya tersebut memperoleh nilai 371, unggul tipis satu poin dari juara kedua. Hasil penilaian tercatat pada Kamis (27/8/2026) malam di Pondok Pesantren Annajiyah 1, Tambakberas, Jombang.

Film tersebut mengangkat tema keamanan pesantren melalui pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Pesantren yang aman tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui keberanian seluruh warga pesantren untuk saling menjaga, mendengarkan, dan memilih tindakan yang baik," ujar KH Muhammad Mustafied, Pimpinan Ponpes Aswaja Nusantara kepada Kompas.com dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Selesai, Ini Sejumlah Keputusan Strategis yang Dihasilkan

Persaingan Ketat Kategori Dokumenter

Dilansir dari siaran pers panitia, persaingan pada kategori film dokumenter berlangsung ketat. Pondok Pesantren Jlamprang Putri, Bawang, Batang, Jawa Tengah, menempati posisi kedua melalui film “Catatan Hati Seorang Santri” dengan nilai 370.

Sementara juara ketiga diraih Pondok Pesantren Manba'ul Ulum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, melalui film “Sajadah di Antara Barisan Kode, Menuju Indonesia Emas 2045” dengan nilai 366.

Ketiga karya tersebut memperlihatkan beragam perspektif mengenai kehidupan santri.

Tema yang diangkat tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pesantren, tetapi juga pengalaman batin santri, keamanan lingkungan pendidikan, perkembangan teknologi, hingga gambaran masa depan Indonesia.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa cerita dari lingkungan pesantren dapat berkembang melampaui gambaran tradisional dan menyentuh berbagai persoalan sosial serta tantangan masa depan.

Film Fiksi Santri Banyumas Jadi Juara

Pada kategori film fiksi, Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, keluar sebagai juara pertama melalui film “Sisa Untukmu” dengan nilai 330.

Film tersebut mengambil inspirasi dari kehidupan, budaya, dan dinamika keseharian santri.

Perwakilan PP Abdul Djamil, Faiz, mengajak para santri untuk terus berkarya dan menjelajahi dunia digital serta perfilman. Ia juga mendorong kehidupan pesantren agar terus menjadi sumber inspirasi bagi karya-karya santri.

Juara kedua kategori fiksi diraih Pondok Pesantren Darunna'im, Pontianak, Kalimantan Barat, melalui film “Rindu” dengan nilai 325.

Adapun juara ketiga diraih Pondok Pesantren Al-Kuttab Fadllul Wahid, Grobogan, Jawa Tengah, melalui “Santri Cilik Short Movie” dengan nilai 320.

Sementara itu, penghargaan film terfavorit diberikan kepada “Rumah Kedua” karya Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur.

Film tersebut memperoleh 669 tanda suka dan komentar berdasarkan rekap penyelenggara pada 27 Agustus 2026 pukul 20.50 WIB.

Jadi Ruang Ekspresi Santri

Festival Film Santri Nasional 2026 mengusung tema “Semangat Pesantrenku Aman”.

Penanggung jawab festival, Abdullah Hamid, sebelumnya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para santri sekaligus bagian dari rangkaian agenda menyambut Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Kompetisi dibuka bagi santri aktif dari pondok pesantren di seluruh Indonesia tanpa biaya pendaftaran.

Panitia menyediakan dua kategori utama, yakni film pendek fiksi dengan durasi maksimal tujuh menit dan film dokumenter dengan durasi maksimal lima menit.

Batas pengumpulan karya ditetapkan pada 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Format film berdurasi pendek membuat peserta dituntut menyampaikan cerita secara padat. Cerita harus memiliki fokus, gambar mendukung pesan, sementara karakter dan konflik perlu diperkenalkan secara efektif.

Bagi santri, tantangan tersebut sekaligus membuka ruang untuk merekam pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri.

Melalui film, kehidupan pesantren dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Kehidupan asrama, hubungan santri dengan pengasuh, proses belajar, penggunaan teknologi hingga pengalaman para santri dapat menjadi bahan cerita.

Empat Juri dari Dunia Film dan Media

Penjurian Festival Film Santri Nasional 2026 melibatkan empat orang dari bidang media, perfilman, dan jurnalistik.

Mereka adalah Hakim Jayli, Direktur TV9 Nusantara; Grantika Pujianto, sutradara film; Rudi Danial, sutradara; serta Susi Ivvaty, jurnalis.

Keberagaman latar belakang para juri membuat karya peserta tidak hanya dinilai berdasarkan aspek teknis perfilman.

Kekuatan cerita, cara membangun narasi, konteks, serta kemampuan menghadirkan nilai-nilai pesantren secara meyakinkan juga menjadi perspektif dalam penilaian.

Pesantren Mulai Jadi Ruang Produksi Film

Daftar pemenang Festival Film Santri Nasional 2026 menunjukkan produksi karya audiovisual santri mulai berkembang di berbagai wilayah.

Karya-karya pemenang datang dari Sleman, Batang, Malang, Banyumas, Pontianak, Grobogan, hingga Pasuruan.

Sebaran tersebut menunjukkan minat terhadap produksi film di lingkungan pesantren tidak hanya muncul dari satu daerah.

Lebih dari itu, festival ini memperlihatkan perubahan posisi santri dalam produksi audiovisual.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Ditutup Hari Ini, Prabowo Dijadwalkan Hadir

Santri tidak hanya menjadi objek liputan atau latar cerita, tetapi mulai terlibat sebagai penulis, sutradara, pemain, penata gambar, penyunting, sekaligus pihak yang menentukan sudut pandang cerita.

Karya-karya tersebut diharapkan tidak berhenti pada ajang penghargaan. Festival Film Santri Nasional juga dapat menjadi pintu bagi penguatan literasi audiovisual, pembentukan komunitas film di pesantren, serta lahirnya semakin banyak cerita dari lingkungan pendidikan Islam.

Dengan begitu, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu keagamaan, tetapi juga ruang kreatif bagi santri untuk merekam, mengolah, dan menyampaikan pengalaman mereka melalui bahasa film.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Beasiswa BeZakat 2026 Dibuka hingga 7 September, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa BeZakat 2026 Dibuka hingga 7 September, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Aktual
5 Ruang Keteladanan Orangtua dalam Mendidik Anak di Era Digital
5 Ruang Keteladanan Orangtua dalam Mendidik Anak di Era Digital
Aktual
Ikhtiar Pemerataan Pendidikan 3T, Pemerintah Siapkan Listrik untuk 9.544 Sekolah
Ikhtiar Pemerataan Pendidikan 3T, Pemerintah Siapkan Listrik untuk 9.544 Sekolah
Aktual
Pelajar Muhammadiyah Diminta Berani Kuliah ke Luar Negeri, Ini yang Perlu Disiapkan
Pelajar Muhammadiyah Diminta Berani Kuliah ke Luar Negeri, Ini yang Perlu Disiapkan
Aktual
Amma Ba’du Muktamar NU
Amma Ba’du Muktamar NU
Aktual
Festival Film Santri Nasional 2026, Santri Mlangi Juara Film Dokumenter
Festival Film Santri Nasional 2026, Santri Mlangi Juara Film Dokumenter
Aktual
3 Pesan Al-Quran dalam Menghadapi Krisis Kemanusiaan
3 Pesan Al-Quran dalam Menghadapi Krisis Kemanusiaan
Aktual
Fajar Abad Kedua NU: Rekonsiliasi, Konsolidasi SDM, dan Pentingnya Persatuan
Fajar Abad Kedua NU: Rekonsiliasi, Konsolidasi SDM, dan Pentingnya Persatuan
Aktual
Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London
Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London
Aktual
Pascagempa NTT, 300 Tempat Ibadah dan 112 Fasilitas Pendidikan Keagamaan Mulai Ditangani
Pascagempa NTT, 300 Tempat Ibadah dan 112 Fasilitas Pendidikan Keagamaan Mulai Ditangani
Aktual
Kemenag Buka Bantuan Pesantren hingga Rp100 Juta, Pendaftaran sampai 4 September 2026
Kemenag Buka Bantuan Pesantren hingga Rp100 Juta, Pendaftaran sampai 4 September 2026
Aktual
Ahli Pemerintah: Aturan PPIU Tak Batasi Masyarakat Lakukan Ibadah Umrah Mandiri
Ahli Pemerintah: Aturan PPIU Tak Batasi Masyarakat Lakukan Ibadah Umrah Mandiri
Aktual
Puasa Ayyamul Bidh September 2026: Jadwal, Niat, Dalil, dan Keutamaannya
Puasa Ayyamul Bidh September 2026: Jadwal, Niat, Dalil, dan Keutamaannya
Aktual
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Jasa Nikah Siri di Media Sosial
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Jasa Nikah Siri di Media Sosial
Aktual
Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan di Tengah Musibah Kekeringan
Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan di Tengah Musibah Kekeringan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar