Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIU Bentuk Kanal Komunikasi Khusus Tangani Dampak Gangguan Penerbangan Umrah

Kompas.com, 7 September 2026, 13:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) membentuk kanal komunikasi khusus bagi tour leader yang tengah mendampingi jamaah umrah di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat koordinasi dan memastikan penanganan jamaah yang terdampak berjalan optimal.

Baca juga: Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj: Penyelenggara Umrah Jangan Paksa Keberangkatan

PPIU Data Jamaah yang Terdampak Gangguan Penerbangan

Dilansir dari Antara, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik mengatakan pihaknya sedang mendata anggota yang terdampak gangguan penerbangan.

Himpuh juga memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan jamaah dapat ditangani.

Baca juga: Biro Umrah Diminta Tak Telantarkan Jemaah yang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

"Saat ini Himpuh sedang mendata anggota kami yang terdampak, membuat kanal komunikasi khusus untuk para tour leader yang sedang membersamai jamaah, dan melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait," ujar Firman di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Firman, kanal komunikasi tersebut dibutuhkan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada anggota yang berada langsung bersama jamaah.

Informasi tersebut mencakup kondisi jamaah yang masih berada di Indonesia, dalam perjalanan, maupun yang tertahan di Arab Saudi.

Koordinasi dengan Kemenhaj dan Maskapai

Koordinasi penanganan gangguan penerbangan juga dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Kemenhaj telah membentuk kanal komunikasi khusus dengan asosiasi penyelenggara umrah yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

Koordinasi tersebut mencakup maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan informasi dan penanganan terhadap jamaah yang terdampak perubahan operasional penerbangan.

Gangguan Penerbangan Berisiko Timbulkan Biaya Tambahan

Firman mengatakan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan kerugian dan biaya tambahan bagi jamaah umrah.

Kondisi tersebut terutama dapat terjadi ketika sejumlah fasilitas yang telah menjadi bagian dari paket perjalanan ikut terdampak.

Jamaah dapat menghadapi risiko akibat penerbangan yang tertunda atau dialihkan.

Dampaknya antara lain berkaitan dengan fasilitas hotel, visa, hingga tiket pesawat yang telah termasuk dalam paket umrah.

"Risiko buat jamaah, kehilangan fasilitas hotel, visa, pesawat yang merupakan bagian dari paket umrah, bisa juga risiko biaya karena ada fasilitas dadakan yang harus mereka tanggung secara mandiri," kata dia.

Empat Kondisi Jamaah yang Bisa Terdampak

Firman menjelaskan gangguan penerbangan dapat berdampak kepada jamaah dalam beberapa kondisi.

Pertama, jamaah yang hendak berangkat ke Arab Saudi tetapi masih berada di bandara keberangkatan yang operasionalnya ditutup akibat kondisi penerbangan.

Kedua, jamaah yang masih berada di Arab Saudi, baik di Jeddah maupun Madinah, dan mengalami penundaan keberangkatan menuju Indonesia. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika bandara tujuan di Tanah Air mengalami penutupan atau pembatasan operasional.

Ketiga, jamaah yang berada di negara transit dalam perjalanan menuju Indonesia juga berpotensi terdampak. Hal itu terjadi apabila penerbangan lanjutan mereka mengalami gangguan.

"Keempat, jamaah yang mendarat tidak di bandara tujuan. Misalnya tujuan awalnya Jakarta, tetapi kemudian dialihkan ke Malaysia, Singapura, Aceh, Kertajati, dan lainnya," kata Firman.

Sapuhi Soroti Penyesuaian Jadwal Penerbangan

Senada dengan Firman, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan penyesuaian jadwal penerbangan menjadi salah satu persoalan yang cukup krusial.

Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik dapat memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan.

Perubahan tersebut berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap berbagai layanan yang diterima jamaah umrah.

Sapuhi berharap gangguan penerbangan dapat segera berakhir sehingga operasional penerbangan umrah kembali berjalan normal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar