Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik

Kompas.com, 9 September 2026, 18:05 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman mengajak generasi muda untuk tidak membatasi cita-cita profesi, tetapi menjadikan Islam sebagai fondasi dalam setiap langkah kehidupan.

Menurutnya, seorang Muslim dapat menjadi dokter, guru, peneliti, pengusaha, seniman, maupun profesi lainnya selama terus mengenal Islam dengan baik dan menjadikannya pedoman untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Agus dalam pembinaan kader Muhammadiyah.

Baca juga: Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro

Ia menegaskan, Islam tidak mengarahkan umat pada satu jenis pekerjaan tertentu, melainkan membentuk manusia yang memiliki ilmu, akhlak, dan tanggung jawab dalam profesi yang dijalani.

“Jadilah apa saja, tetapi kenalilah Islam dengan baik sehingga menjadi lebih baik,” ujar Agus.

Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh banyaknya tenaga profesional, tetapi juga oleh hadirnya insan yang memiliki integritas dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas moral dalam bekerja.

Islam Tidak Membatasi Pilihan Karier

Agus menjelaskan, sering kali anak muda memandang agama dan karier sebagai dua pilihan yang berbeda. Padahal dalam pandangan Islam, profesi merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberi manfaat kepada sesama manusia.

Ia mengatakan, seorang dokter dapat mengamalkan ajaran Islam melalui pelayanan yang penuh kasih kepada pasien.

Seorang guru menjalankan dakwah dengan mencerdaskan generasi, sementara pelaku usaha menghadirkan nilai keislaman melalui kejujuran dan keadilan dalam aktivitas ekonomi.

Karena itu, menurut Agus, ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan terletak pada gelar atau jabatan, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dihadirkan melalui pekerjaannya.

Setiap profesi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi jalan ibadah apabila dijalankan dengan niat yang benar dan akhlak yang baik.

Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri membangun pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bukti bahwa ajaran Islam hadir untuk memajukan kehidupan secara menyeluruh.

Baca juga: Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912

Pendidikan Membentuk Manusia yang Utuh

Dalam pembinaannya, Agus juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan manusia yang memiliki karakter kuat.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak agar seseorang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai.

Ia mengajak kader Muhammadiyah untuk terus belajar sepanjang hayat, menguasai sains dan teknologi, sekaligus memperdalam pemahaman agama.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas.

Agus menilai tantangan masa kini bukan sekadar persaingan dunia kerja, melainkan bagaimana menjaga kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di tengah perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat yang semakin cepat.

Al-Quran Menyatukan Iman dan Amal Saleh

Agus mengingatkan bahwa Al-Qur'an menghubungkan keimanan dengan amal saleh sebagai dua unsur yang tidak dapat dipisahkan.

Keberhasilan seorang Muslim bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.

Merujuk firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 97 sebagai landasan bahwa kehidupan yang baik diberikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan: 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Man ‘amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu’minun falanuḥyiyannahu ḥayātan ṭayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi’aḥsani mā kānū ya‘malūn.

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kehidupan yang baik melalui iman dan amal saleh, tanpa dibedakan oleh latar belakang maupun profesi yang dipilih.

Profesi Menjadi Jalan Menghadirkan Manfaat

Agus menilai cita-cita menjadi profesional merupakan sesuatu yang positif selama diarahkan untuk kemaslahatan.

Ia mendorong generasi muda agar tidak sekadar mengejar prestise pekerjaan, tetapi bertanya bagaimana profesi tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Baginya, seorang arsitek dapat membangun ruang yang layak bagi kehidupan, peneliti menghasilkan inovasi yang menyelesaikan persoalan, sementara petani menghadirkan ketahanan pangan bagi banyak orang.

Semua pekerjaan memiliki nilai yang sama mulianya ketika dilakukan dengan amanah.

Ia juga mengingatkan bahwa mengenal Islam tidak berhenti pada pengetahuan tentang ibadah ritual. Pemahaman agama harus membentuk cara berpikir, mengambil keputusan, hingga bersikap etis dalam kehidupan profesional.

Karena itu, pesan “jadilah apa saja” bukan sekadar dorongan memilih profesi, melainkan ajakan untuk menjadikan setiap pekerjaan sebagai ruang beribadah, menebar manfaat, dan terus mengenal Islam agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Sholawat Nariyah Lengkap: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Membacanya
Sholawat Nariyah Lengkap: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Membacanya
Aktual
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Aktual
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Aktual
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
Aktual
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Harian
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya
Doa Harian
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar