Editor
KOMPAS.com - Kota Semarang mengirimkan 16 delegasi untuk memperkuat kafilah Jawa Tengah dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Para peserta merupakan hasil seleksi dan akan bertanding dalam ajang yang digelar di Kota Semarang pada September 2026.
Baca juga: MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
Pemerintah Kota Semarang mengirimkan 16 delegasi untuk bergabung dengan kafilah Jawa Tengah guna mengikuti perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, mengatakan 16 delegasi itu terpilih dari proses seleksi yang ketat, dengan dua di antaranya peserta penyandang difabel tunarungu wicara.
Baca juga: Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Mereka termasuk dari 67 peserta yang disiapkan untuk membawa nama Jateng dalam ajang nasional yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026 di ibu kota Provinsi Jateng itu.
Mengenai target pencapaian, ia menekankan tidak memberikan beban target juara kepada para Duta Qur'an Kota Semarang tersebut.
Menurut dia, proses pendewasaan mental dan pengalaman spiritual jauh lebih berharga daripada sekadar medali.
"Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin," katanya.
Dukungan moril dan materiil disalurkan melalui kolaborasi lintas lembaga, termasuk PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta PTQ guna memperkuat mental bertanding para peserta.
Ia meminta para peserta tampil percaya diri dengan keunggulan masing-masing tanpa merasa terbebani.
Penguatan mental tersebut diharapkan mampu membuat para peserta tampil secara maksimal dan lepas saat berkompetisi.
"Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki 'uniqueness', saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas," katanya.
Menurut dia, penetapan Kota Semarang sebagai pusat penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI pada 11–19 September 2026 menjadi momentum strategis, sekaligus tanggung jawab besar.
Berbagai fasilitas pendukung dari area Simpang Lima hingga panggung penampil di seluruh sudut kota telah dirampungkan demi menjamin kenyamanan kontingen se-Indonesia.
Ia menegaskan bahwa status tuan rumah merupakan berkah bersama bagi seluruh warga Kota Semarang.
Kesiapan fasilitas fisik beriringan dengan kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.
"Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir," katanya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.