Editor
KOMPAS.com - Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang mendapat dukungan dari organisasi mahasiswa Islam di daerah tersebut.
PMII dan HMI Kota Semarang menilai ajang nasional ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat citra Semarang sebagai kota yang religius, toleran, dan inklusif sekaligus memberi dampak bagi masyarakat.
Baca juga: Semarang Kirim 16 Delegasi untuk Bertanding di MTQ Nasional XXXI 2026
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang menyatakan dukungan secara penuh terhadap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu.
Ketua PC PMII Kota Semarang M Afiq Nur Cahaya di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa menjadi tuan rumah MTQ Nasional merupakan kesempatan dan momentum yang luar biasa.
Baca juga: MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
"Merupakan momentum yang cukup luar biasa dan juga cukup istimewa karena sudah cukup lama Semarang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah di MTQ Nasional," katanya.
Menurut dia, penyelenggaraan MTQ Nasional akan menjadikan Semarang dan Jawa Tengah sebagai magnet dan sorotan secara nasional.
"Tentunya bukan hanya soal UMKM semata yang akan di tingkatkan dari agenda nasional ini, melainkan juga dari sektor kebudayaan, pendidikan, sebagainya," katanya.
Ia berharap, MTQ Nasional tidak hanya menjadi acara seremonial yang hanya dilaksanakan dalam satu kurun waktu, tetapi mampu membuat sesuatu yang berarti.
"Di mana Kota Semarang ini merupakan kota qurani, kota yang ramah, toleran dan juga inklusif, dan bisa menjadi percontohan bagi kota-kota yang lain di Indonesia," katanya.
Ia berharap dukungan itu bisa mendorong keterlibatan unsur mahasiswa dan pemuda di Kota Semarang dalam menyukseskan MTQ Nasional 2026.
"Kota Semarang ini memiliki banyak sekali kampus, memiliki banyak sekali elemen-elemen kepemudaan bisa dilibatkan, diikutsertakan dalam menyukseskan MTQN," katanya.
Ketua HMI Kota Semarang M Nabil Mualif mengatakan MTQ Nasional salah satu ajang kerohanian terbesar yang diikuti delegasi seluruh Indonesia.
"Bagi kami ini merupakan salah satu event (kegiatan) dan juga sebagai motivasi. Apalagi, buat kami para mahasiswa HMI yang latar belakangnya adalah agama Islam," katanya.
Penunjukan Jawa Tengah, yang dipusatkan di Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional, kata dia, justru menunjukkan bahwa Kota Semarang kota yang toleran.
Selain peningkatan rohani, kata dia, penyelenggaraan MTQ Nasional juga akan menjadi pendongkrak perekonomian daerah dengan dilibatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Teman-teman UMKM, masyarakat yang punya dagangan, punya usaha bisa ikut serta sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat," katanya.
Ajang MTQ Nasional XXXI pada 11-20 September 2026, dengan perlombaan yang berlangsung di 12 arena tersebar di Kota Semarang.
Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.
Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori yang diperlombakan, dan panitia juga telah menyiapkan 5.257 item soal.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.