Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PMII dan HMI Semarang Dukung Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026

Kompas.com, 10 September 2026, 21:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang mendapat dukungan dari organisasi mahasiswa Islam di daerah tersebut.

PMII dan HMI Kota Semarang menilai ajang nasional ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat citra Semarang sebagai kota yang religius, toleran, dan inklusif sekaligus memberi dampak bagi masyarakat.

Baca juga: Semarang Kirim 16 Delegasi untuk Bertanding di MTQ Nasional XXXI 2026

PMII Semarang Nilai MTQ Nasional Jadi Momentum Istimewa

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang menyatakan dukungan secara penuh terhadap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu.

Ketua PC PMII Kota Semarang M Afiq Nur Cahaya di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa menjadi tuan rumah MTQ Nasional merupakan kesempatan dan momentum yang luar biasa.

Baca juga: MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026

"Merupakan momentum yang cukup luar biasa dan juga cukup istimewa karena sudah cukup lama Semarang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah di MTQ Nasional," katanya.

Menurut dia, penyelenggaraan MTQ Nasional akan menjadikan Semarang dan Jawa Tengah sebagai magnet dan sorotan secara nasional.

"Tentunya bukan hanya soal UMKM semata yang akan di tingkatkan dari agenda nasional ini, melainkan juga dari sektor kebudayaan, pendidikan, sebagainya," katanya.

Ia berharap, MTQ Nasional tidak hanya menjadi acara seremonial yang hanya dilaksanakan dalam satu kurun waktu, tetapi mampu membuat sesuatu yang berarti.

"Di mana Kota Semarang ini merupakan kota qurani, kota yang ramah, toleran dan juga inklusif, dan bisa menjadi percontohan bagi kota-kota yang lain di Indonesia," katanya.

Mahasiswa dan Pemuda Didorong Terlibat dalam MTQ Nasional

Ia berharap dukungan itu bisa mendorong keterlibatan unsur mahasiswa dan pemuda di Kota Semarang dalam menyukseskan MTQ Nasional 2026.

"Kota Semarang ini memiliki banyak sekali kampus, memiliki banyak sekali elemen-elemen kepemudaan bisa dilibatkan, diikutsertakan dalam menyukseskan MTQN," katanya.

Ketua HMI Kota Semarang M Nabil Mualif mengatakan MTQ Nasional salah satu ajang kerohanian terbesar yang diikuti delegasi seluruh Indonesia.

"Bagi kami ini merupakan salah satu event (kegiatan) dan juga sebagai motivasi. Apalagi, buat kami para mahasiswa HMI yang latar belakangnya adalah agama Islam," katanya.

Penunjukan Jawa Tengah, yang dipusatkan di Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional, kata dia, justru menunjukkan bahwa Kota Semarang kota yang toleran.

MTQ Nasional Dorong Ekonomi UMKM Kota Semarang

Selain peningkatan rohani, kata dia, penyelenggaraan MTQ Nasional juga akan menjadi pendongkrak perekonomian daerah dengan dilibatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Teman-teman UMKM, masyarakat yang punya dagangan, punya usaha bisa ikut serta sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat," katanya.

MTQ Nasional XXXI Diikuti 2.242 Peserta

Ajang MTQ Nasional XXXI pada 11-20 September 2026, dengan perlombaan yang berlangsung di 12 arena tersebar di Kota Semarang.

Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori yang diperlombakan, dan panitia juga telah menyiapkan 5.257 item soal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar