Editor
KOMPAS.com - Lima wartawan Indonesia dan tiga kru kapal masih dalam pencarian setelah hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi turut mendoakan agar seluruh korban dapat ditemukan dan kembali dengan selamat.
Baca juga: PFI Minta Publik Bijak Berkomentar di Medsos soal 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Faisal menyampaikan doa tersebut saat media briefing di Jakarta, Jumat. Ia berharap lima wartawan yang belum ditemukan setelah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Mudah-mudahan teman-teman wartawan yang masih belum ditemukan, yang meliput peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau baru-baru ini, semoga mereka dapat ditemukan dan kembali dengan selamat,” ujar Dubes Faisal dalam media briefing di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Selain mendoakan keselamatan para jurnalis, Faisal berharap masyarakat dan pemerintah Indonesia diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi belakangan ini.
Baca juga: Tim SAR Belum Temukan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda, Pencarian Terus Dioptimalkan
“Dan terakhir, kita berharap dan berdoa kepada Allah SWT semoga Republik Indonesia, dan juga Kerajaan Saudi Arabia, dan juga negara-negara Islam dan Arab, senantiasa mendapatkan lindungan dan rahmat dari Allah SWT setelah diberikan stabilitas dan keamanan,” kata Dubes Faisal.
Lima wartawan tersebut hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026).
Hingga Jumat, kelima pewarta foto itu masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.
Kelima pewarta foto tersebut adalah Arie Basuki dari Merdeka.com, M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta jurnalis lepas Donal Husni.
Selain lima wartawan, tiga kru kapal yang ikut hilang kontak juga masih dalam pencarian. Mereka yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal untuk menyisir wilayah pencarian pada Jumat.
Pencarian tersebut dibagi menjadi empat sektor dan memasuki hari keempat untuk menemukan delapan penumpang speedboat yang hilang kontak.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menuturkan kapal yang diterjunkan meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.