Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal 7 Dimensi Pendidikan Holistik di Pesantren La Tansa

Kompas.com, 11 September 2026, 18:31 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Seluruh pengalaman hidup santri, mulai dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, hingga dilakukan, merupakan bagian dari proses pembentukan diri.

Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa KH Adrian Mafatihallah Karim mengatakan, pendidikan holistik di pesantren diperlukan untuk membentuk santri secara utuh, tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak, ketangguhan, dan jiwa kepemimpinan.

“Di pesantren, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dilakukan santri adalah bagian dari pendidikan yang melahirkan generasi berkelas. Sebab, di pesantren, kehidupan itu sendiri adalah pendidikan,” ujar Adrian dalam rilisnya, Jumat Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pengembangan mutu pendidikan yang diselenggarakan Pondok Pesantren La Tansa.

Kegiatan itu terdiri dari sesi Inspiring Motivation untuk seluruh santri serta kuliah umum bagi para ustaz dan pendidik.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Darussalam (Unida) Gontor Nur Hadi Ihsan menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam kuliah umum bertema “Beyond Theory: Implementing Holistic Education in Pesantren”, Nur Hadi membahas pentingnya penerapan pendidikan menyeluruh di lembaga pendidikan Islam.

Menurut dia, pendidikan pesantren perlu melampaui orientasi kognitif atau penguasaan pengetahuan. Pendidikan juga harus membentuk kepribadian santri secara utuh agar mereka siap menghadapi tantangan zaman.

“Saya melihat para santri La Tansa dididik dan dipersiapkan secara matang agar siap berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, baik dalam bidang akademik maupun berbagai bidang strategis lainnya,” kata Nur Hadi.

Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Berapi, Madrasah dan Pesantren Diizinkan PJJ

Tujuh dimensi pengembangan santri

Adrian menjelaskan, pendidikan holistik di Pondok Pesantren La Tansa bertumpu pada tujuh dimensi pengembangan santri.

Ketujuh dimensi tersebut meliputi:

1. Dimensi spiritual
Santri dibina agar memiliki keimanan yang kuat serta konsisten menjalankan ibadah.

2. Dimensi intelektual
Santri dibekali ilmu pengetahuan dan wawasan luas agar mampu memahami serta merespons perkembangan zaman.

3. Dimensi moral
Pendidikan diarahkan untuk membentuk adab, akhlak, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

4. Dimensi emosional
Santri dilatih menjadi pribadi yang matang dan tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

5. Dimensi sosial
Santri dibiasakan memiliki kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan keluwesan dalam hidup bermasyarakat.

6. Dimensi fisik
Kondisi fisik santri dijaga agar mereka tumbuh sehat, disiplin, dan kuat dalam menjalankan aktivitas.

7. Dimensi kepemimpinan
Santri dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap memimpin dalam berbagai tingkatan.

Menurut Adrian, ketujuh dimensi tersebut tidak dikembangkan secara terpisah. Seluruhnya menyatu dalam kehidupan santri selama berada di pesantren.

Pendidikan holistik itu diharapkan menjadi fondasi untuk melahirkan calon pemimpin bangsa dan agama yang memiliki kapasitas keilmuan luas serta integritas moral yang kuat.

Pentingnya “Ruhul Mudarris”

Selain sistem pendidikan, Adrian menekankan pentingnya peran pendidik dalam keberhasilan pembentukan santri.

Materi pelajaran, metode pembelajaran, dan kehadiran guru memang menjadi unsur penting.

Namun, menurut dia, pendidikan tidak akan memberikan pengaruh mendalam tanpa ketulusan dan semangat pengabdian seorang guru.

“Bagi kami, materi pelajaran, metode, dan keberadaan guru memang penting. Namun, ada yang jauh lebih penting dari semua itu, yaitu Ruhul Mudarris—jiwa, ketulusan, dan semangat pengabdian seorang pendidik,” ujar Adrian.

Ruhul Mudarris membuat proses pendidikan tidak sekadar menjadi kegiatan menyampaikan materi. Pendidik juga hadir sebagai teladan yang nilai, sikap, dan perilakunya dilihat langsung oleh santri.

Melalui sinergi akademik bersama sejumlah pakar, Pondok Pesantren La Tansa berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mendorong para santri untuk berprestasi dan memiliki wawasan global.

Dengan pendidikan yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan, santri diharapkan mampu mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar