Penulis
KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Gontor, Jumat.
Kunjungan itu turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Endipat Wijaya. Rombongan disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.
Juri mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo untuk mendukung kegiatan pendidikan para santri di Gontor.
Baca juga: Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
"Bapak Presiden menitipkan bantuan, kemudian bantuan ini kami sampaikan kepada Gontor untuk mendukung para santri agar bisa belajar dengan baik, agar bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama dan untuk bangsa dan negara," ujar Juri.
Selain menyerahkan bantuan, Juri juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor.
"Kedatangan kami dalam rangka silaturahmi, serta kami menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak para santri Gontor memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Dia mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang taat, tekun, serta mampu memahami ilmu yang diajarkan oleh para pengasuh dan pendidik.
Menurut Muzani, berbuat baik kepada sesama merupakan nilai sederhana yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menilai, kebaikan yang dilakukan seseorang tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Muzani meyakini Pondok Pesantren Gontor mampu terus mencetak santri dengan karakter tersebut. Hal itu didukung rekam jejak Gontor yang telah melahirkan banyak tokoh, pemimpin, dan cendekiawan di berbagai bidang.
"Kita lihat sekarang banyak sekali alumni Gontor yang sudah menduduki kursi pimpinan di bangsa ini. Ada di eksekutif, ada di legislatif, yudikatif dan lain-lain. Ini disebabkan karena Gontor terus memberikan pemahaman kepada santrinya untuk terus berbuat baik," kata Muzani.
Dia berharap Gontor konsisten menjalankan perannya dalam membentuk generasi yang memiliki kapasitas keilmuan, karakter kuat, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
"Mudah-mudahan Gontor akan terus konsisten memberikan kontribusi terbaiknya untuk umat, untuk rakyat, untuk bangsa negara kita, dan untuk agama. Mencetak santri-santri unggul yang berdaya saing tidak hanya nasional, tapi juga internasional," ucapnya.
Muzani juga berpesan agar para santri senantiasa menjaga semangat berbuat baik, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika kelak terjun langsung ke tengah masyarakat.
"Maka saya harap kepada adik-adik semua, teruslah berbuat baik karena berbuat baik adalah amal sederhana yang bisa kita semua lakukan. Dan kebaikan itu akan dikenang oleh orang-orang di sekitar dan bahkan oleh bangsa dan negara kita tercinta," tutur Muzani.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.