LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Calon jemaah haji di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat kemudahan mengurus paspor melalui program Jempolan Bajo.
Pelayanan dilakukan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Manggarai Barat, termasuk pada Jumat (30/10/2026).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat Suhardi mengatakan, layanan tersebut membantu calon jemaah haji, terutama kelompok lanjut usia (lansia), agar tidak perlu mengantre panjang di kantor imigrasi.
Baca juga: Mengenal Generasi Aiwa, Keturunan Indonesia di Arab Saudi yang Bantu Layanan Haji
Menurutnya, tingginya aktivitas pelayanan keimigrasian di kawasan wisata Labuan Bajo menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah lansia yang hendak mengurus dokumen perjalanan.
"Daerah pariwisata, tentu pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Manggarai Barat ini termasuk salah satu yang paling sibuk di NTT. Banyak pendatang dari luar negeri, turis-turis," ujar Suhardi, Jumat.
Melalui layanan tersebut, calon jemaah haji dapat melakukan perekaman wajah dan sidik jari di kantor Kemenag. Suhardi menyebut, paspor akan terbit setelah lima hari kerja.
Pelayanan di lokasi khusus ini memudahkan jemaah lansia yang kesulitan mengantre di tengah banyaknya pemohon di kantor imigrasi.
Suhardi mengatakan, pelayanan khusus paspor haji melalui program Jempolan Bajo baru pertama kali dilaksanakan di Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat.
Sebelumnya, layanan serupa pernah berjalan dengan nama Mobile Pelayanan Paspor. Namun, menurutnya, pelaksanaannya belum efektif sehingga diubah menjadi pelayanan khusus bagi calon jemaah haji.
Baca juga: Cek Nama Jemaah Berhak Lunas Haji 2027, Ini Link Resmi Kemenhaj
Selain pelayanan yang berlangsung pada Jumat tersebut, Suhardi menyebut adanya waktu khusus pada akhir pekan.
"Akhirnya kami ubah menjadi pelayanan khusus haji. Jadi Imigrasi memberikan waktu khusus hari Sabtu dan Minggu untuk jemaah haji," katanya.
Hingga Jumat (30/10/2026), sebanyak 57 calon jemaah haji untuk keberangkatan 2027 telah mengurus paspor.
Sebagian di antaranya sudah mengurus dokumen tersebut sejak tahun sebelumnya.
"Ada jemaah yang tahun lalu sudah urus paspor tetapi tidak berangkat karena masuk kuota cadangan," ujar Suhardi.
Adapun sebanyak 77 calon jemaah haji dari Manggarai Barat direncanakan berangkat pada 2027 melalui Embarkasi Surabaya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.