Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Perayaan dengan Logo dan Tema Baru

Kompas.com, 15 September 2026, 13:46 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang akan memasuki momentum satu dekade sejak pertama kali ditetapkan.

Peluncuran logo, tema, sekaligus rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026, tepat satu bulan sebelum puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, pemilihan 22 September sebagai tanggal peluncuran memiliki makna simbolis karena menandai hitung mundur satu bulan menuju Hari Santri.

“Pada tanggal 22 September, tentu kita sudah bisa mengeluarkan tema, kemudian logonya. Ini sengaja kita laksanakan tanggal 22 September. Maknanya adalah satu bulan menuju tanggal 22 Oktober 2026,” ujar Basnang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Baca juga: Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Akad Massal KPR 1.000 Guru Pesantren

Hari Santri 2026 Jadi Momentum Satu Dekade

Basnang mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi peringatan ke-10 sejak Hari Santri ditetapkan pada 22 Oktober 2016.

Dengan demikian, pada 22 Oktober 2026, perjalanan Hari Santri secara resmi memasuki usia satu dekade.

Hari Santri 2026 ini merupakan peringatan yang kesepuluh. Jadi, mulai diperingati pada 22 Oktober 2016 dan tahun ini genap 10 tahun pada 22 Oktober 2026,” katanya.

Menurut Basnang, momentum satu dekade tersebut perlu dikemas melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang kuat mengenai perkembangan dan kontribusi pesantren di Indonesia.

Ada Perkemahan hingga Expo Kemandirian Pesantren

Selain meluncurkan logo dan tema, Kemenag juga akan memperkenalkan berbagai agenda yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri 2026.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain Perkemahan Pramuka, Surat Santri untuk Presiden, Festival Sarung dan Peci, Multaqa Ma’had Aly, Expo Kemandirian Pesantren, Santrivision, upacara, hingga Malam Puncak Hari Santri.

Rangkaian tersebut dirancang untuk menampilkan beragam wajah pesantren, mulai dari aspek pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kemandirian ekonomi, dakwah, hingga inovasi dan digitalisasi.

Dengan konsep tersebut, Hari Santri diharapkan tidak hanya menjadi momentum peringatan sejarah, tetapi juga ruang untuk menunjukkan kontribusi nyata santri dan pesantren dalam kehidupan masyarakat serta pembangunan bangsa.

Logo Hari Santri Harus Punya Makna

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menekankan pentingnya membangun kesatuan pesan antara tema, logo, publikasi, dan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri 2026.

Menurut dia, logo Hari Santri tidak semata-mata menjadi identitas visual sebuah perayaan. Logo tersebut harus mampu merepresentasikan nilai keislaman, kebangsaan, sekaligus kontribusi santri bagi Indonesia.

“Logo itu menjelaskan visi dan misi kita. Bukan sekadar aspek identitas atau identitas kegiatan, tetapi juga mengandung visi besar mengenai ke mana kita akan membawa kegiatan tersebut,” ujar Thobib.

Kemenag juga akan memperkuat komunikasi publik dengan menampilkan lebih banyak sosok santri beserta karya, inovasi, dan kontribusinya dari berbagai daerah.

Publikasi akan dikemas dalam berbagai format digital, seperti video pendek, infografis, motion graphic, fotografi, serta konten interaktif di berbagai platform.

Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama

Persiapan Hari Santri 2026 ini berlangsung bersamaan dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai satuan kerja baru setingkat eselon I di Kemenag.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal Pesantren bersama empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa.

Basnang menjadi Dirjen Pesantren pertama setelah Ditjen Pesantren dibentuk sebagai unit tersendiri.

Baca juga: Hari Santri di Buntet, Ketum Ansor: Kita Adalah Satu, Warisi Semangat Kiai Abbas

Dengan struktur baru tersebut, urusan pesantren tidak lagi berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam, melainkan ditangani oleh direktorat jenderal tersendiri dalam struktur organisasi Kementerian Agama.

Momentum Hari Santri 2026 pun menjadi kesempatan bagi Ditjen Pesantren untuk memperlihatkan arah baru pengembangan pesantren, sekaligus menegaskan posisi santri sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar