Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya

Kompas.com, 17 September 2026, 20:25 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Bahagia dan nikmat kerap dianggap sebagai hal yang sama karena keduanya dapat membuat seseorang merasa senang.

Namun, dalam pandangan Islam, bahagia dan nikmat adalah dua hal yang berbeda.

Baca juga: Sudah Menikmati Banyak Hal tetapi Belum Bahagia, Mengapa?

Apa Perbedaan Bahagia dan Nikmat?

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, menjelaskan perihal perbedaan bahagia dan dalam pandangan Islam.

Menurutnya, bahagia atau saadah merupakan kondisi batin yang ditandai ketenangan jiwa, ketentraman hati, dan kelapangan dada.

Baca juga: 4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih

Sementara itu, nikmat merupakan kesenangan yang dapat dirasakan melalui panca indra dan umumnya berlangsung dalam waktu lebih singkat.

“Kalau kebahagiaan pada umumnya dirasakan di dalam diri, batin itu panjang dan lama,” ungkap Rahmadi pada Ahad (13/9/2026) dalam Kajian Ahad Pagi di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

Menurutnya, kenikmatan memiliki durasi yang lebih pendek. Salah satu contohnya adalah rasa enak yang dirasakan lidah ketika seseorang sedang makan. Sensasi tersebut umumnya hanya terasa selama aktivitas makan berlangsung, kemudian berkurang setelahnya.

Hal serupa dapat terjadi pada sesuatu yang dinikmati melalui mata. Objek yang menyenangkan secara visual biasanya tidak memberikan rasa yang sama dalam waktu panjang karena manusia dapat mengalami kejenuhan atau menemukan objek baru yang dianggap lebih menarik.

Bahagia dalam Islam Berkaitan dengan Batin

Rahmadi menjelaskan, kebahagiaan dalam Islam tidak cukup diukur dari kenikmatan yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Kebahagiaan justru berkaitan dengan kondisi batin yang dapat bertahan lebih lama.

Karena itu, dalam urusan rumah tangga, seseorang tidak seharusnya hanya mengukur hubungan dari kenikmatan yang bersifat fisik dan terindra. Hubungan rumah tangga juga perlu dibangun melalui kedekatan batin dan hubungan yang baik antarpasangan.

Rahmadi Wibowo menambahkan, konsep sakinah ma waddah wa rahmah dalam relasi rumah tangga juga perlu melibatkan aspek batin. Kehidupan rumah tangga tidak cukup dibangun hanya berdasarkan satu aspek fisik.

Tiga Tanda Bahagia Menurut Islam

Pakar Hadis UAD ini menjelaskan bahwa dalam terma bahasa Arab, bahagia disebut saadah. Menurutnya, kebahagiaan bagi seorang muslim memiliki tiga tanda, yaitu ketenangan jiwa atau jiwa yang tenang, hati yang tenteram, dan dada yang lapang.

“Semua itu dihasilkan dari keistikamahan perilaku baik. Baik berbuat baik, dan adanya kedekatan kepada Allah,” tuturnya.

Dengan demikian, kebahagiaan tidak hanya berkaitan dengan keadaan yang menyenangkan secara lahiriah. Perilaku baik yang dilakukan secara istiqamah serta kedekatan kepada Allah menjadi bagian yang membentuk ketenangan dalam diri seorang muslim.

Harapan Baik Menjadi Bagian dari Kebahagiaan

Mengutip akhir surat Al Baqarah ayat 262, Rahmadi menjelaskan bahwa ketiadaan rasa takut dan sedih dalam hati berkaitan dengan tuntunan Islam agar umatnya terus memiliki harapan yang baik.

Banyak ulama menjelaskan bahwa puncak harapan baik yang harus dimiliki setiap muslim adalah kembali ke surga dan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Aktual
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Aktual
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Aktual
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Aktual
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Aktual
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Aktual
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar