Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Memilih pakaian anak tidak cukup hanya mempertimbangkan model dan harga. Orangtua juga perlu memperhatikan komposisi bahan, kenyamanan, hingga keamanan.
Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia Mom and Baby and Kids Expo (Imoby) yang digelar di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, pada 2–4 Oktober 2026.
Sejumlah produsen pakaian anak yang mengikuti pameran itu menawarkan produk berbahan katun. Bahan tersebut dipilih karena dinilai lebih sejuk, menyerap keringat, dan nyaman digunakan anak.
Baca juga: Cara Mengajarkan Anak Shalat Tanpa Membuatnya Tertekan
Perwakilan merek Bell and Boo, Dea mengatakan, mayoritas produknya menggunakan katun 100 persen tanpa campuran poliester.
Ia mengeklaim bahan kain diproduksi sendiri dan produknya telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Mayoritas menggunakan katun 100 persen. Bahannya nyaman, dingin, dan menyerap keringat,” kata Dea di Bandung, belum lama ini.
Menurut dia, Bell and Boo tidak menerapkan pola produksi fast fashion. Merek tersebut mengeluarkan sekitar dua hingga tiga model baru setiap bulan.
Peserta pameran lainnya, Corniskids, juga menggunakan bahan katun 100 persen untuk produk pakaiannya.
Perwakilan Corniskids, Ferdi mengatakan, kain yang digunakan berasal dari pemasok dalam negeri. Katun dipilih karena dinilai lebih sejuk dan nyaman dibandingkan bahan poliester atau rayon.
“Kainnya tidak kami produksi sendiri, tetapi semuanya merupakan produk Indonesia. Kami memilih katun karena lebih adem dan nyaman,” ujar Ferdi.
Baca juga: 5 Adab Anak kepada Orangtua yang Wajib Diajarkan Sejak Dini
Ferdi mengatakan, pemasok juga mengeklaim kain yang digunakan ramah lingkungan dan dalam proses sertifikasi halal.
Itu berkaitan dengan akan diberlakukannya sertifikasi halal untuk produk sandang dan aksesori pada 18 Oktober 2026 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
Sertifikasi halal pada produk sandang berkaitan dengan bahan dan proses produksinya. Dalam produksi pakaian, misalnya, dapat digunakan bahan tambahan untuk pewarnaan atau pelembutan kain yang sumbernya perlu dipastikan.
Indonesia Mom and Baby and Kids Expo (Imoby) 2027 akan kembali digelar di Bandung. Ratusan merek lokal akan turut memeriahkan pameran ini.Kepastian keamanan kain juga sangat dianjurkan untuk orang-orang berkulit sensitif. National Eczema Society menyebut, katun kerap direkomendasikan bagi orang dengan eksim.
Katun dinilai lembut, sejuk, menyerap keringat, mudah dicuci, dan memungkinkan kulit untuk “bernapas”. Sedangkan bahan lain seperti wol dan polyester lebih panas.
Untuk itu, orangtua disarankan membaca label komposisi bahan sebelum membeli pakaian anak.
Imoby 2026 menghadirkan sekitar 120 peserta yang menawarkan berbagai perlengkapan ibu, bayi, dan anak.
Pameran tersebut berlangsung pada 2–4 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, di Sudirman Grand Ballroom, Bandung.
Penyelenggara Imoby Expo, Karen Wiraraharja, mengatakan, acara itu tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menghadirkan kegiatan edukasi dan hiburan untuk keluarga.
“Seorang ibu itu sangat butuh disayangi dan diapresiasi. Di Imoby, kami tidak hanya sekadar berjualan, tetapi benar-benar merangkul dan memanjakan mereka,” kata Karen.
Selain promosi belanja, pameran tersebut menghadirkan perlombaan, gelar wicara edukatif, serta pertunjukan untuk anak dan keluarga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.