Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya

Kompas.com, 21 September 2026, 14:40 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tidur merupakan kebutuhan alami setiap manusia. Namun dalam Islam, tidur tidak hanya dipandang sebagai waktu beristirahat, melainkan juga bagian dari ibadah apabila diawali dengan adab dan niat yang baik.

Salah satu sunnah yang paling dikenal adalah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Banyak orang mengira anjuran tersebut berkaitan semata-mata dengan kesehatan.

Padahal, hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkannya sebagai adab sebelum tidur sekaligus bentuk persiapan seorang hamba untuk menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Tidur adalah Tanda Kekuasaan Allah

Al-Qur'an menggambarkan tidur sebagai keadaan ketika Allah menahan ruh manusia untuk sementara, lalu mengembalikannya apabila ajalnya belum tiba.

Allah berfirman dalam QS Az-Zumar Ayat 42:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا

Allāhu yatawaffal-anfusa ḥīna mawtihā wallatī lam tamut fī manāmihā.

Baca juga: Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam

Artinya: “Allah memegang nyawa seseorang ketika matinya dan memegang nyawa orang yang belum mati ketika tidurnya.”

Ayat ini mengingatkan bahwa tidur merupakan nikmat sekaligus pengingat akan kematian. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidur dalam keadaan suci, berzikir, dan mengikuti adab yang baik.

Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan

Dalil paling jelas berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bara' bin Azib RA. Rasulullah SAW memberikan beberapa adab sebelum tidur, termasuk berwudhu dan berbaring di sisi kanan.

Diriwayatkan oleh Al-Bara' bin Azib RA: 

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ

Idzā ataita maḍja‘aka fatawaḍḍa’ wuḍū’aka liṣ-ṣalāh, tsumma iḍṭaji‘ ‘alā syiqqikal-aiman.

Artinya: “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di sisi kananmu.” (HR Sahih al-Bukhari No. 247 dan Sahih Muslim No. 2710). 

Baca juga: Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar

Hadis ini menunjukkan bahwa tidur miring ke kanan bukan sekadar kebiasaan Rasulullah, melainkan sunnah yang beliau anjurkan secara langsung kepada para sahabat.

Mengapa Sisi Kanan Didahulukan?

Para ulama menjelaskan bahwa Islam memiliki kaidah mendahulukan sisi kanan dalam perkara yang mulia (takrim). Karena itu, tangan kanan digunakan untuk makan, kaki kanan didahulukan ketika masuk masjid, dan sisi kanan dianjurkan ketika memulai tidur.

Imam An-Nawawi menerangkan bahwa anjuran ini merupakan bagian dari adab yang menunjukkan penghormatan terhadap sunnah Rasulullah SAW.

Tujuannya bukan mengharamkan posisi tidur lainnya, tetapi menjadikan posisi kanan sebagai kebiasaan yang lebih utama ketika mulai beristirahat.

Dengan demikian, seseorang yang sesekali berubah posisi saat tidur tidak dianggap menyelisihi sunnah, karena yang dianjurkan adalah memulai tidur dengan miring ke kanan.

Baca juga: Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk

Adab Sebelum Tidur Menurut Sunnah

Hadis Al-Bara' bin Azib tidak hanya menyebut posisi tidur, tetapi juga rangkaian adab sebelum berbaring.

Rasulullah SAW menganjurkan berwudhu terlebih dahulu, kemudian berbaring di sisi kanan dan membaca doa sebelum tidur.

Adab ini menunjukkan bahwa seorang Muslim menutup harinya dengan keadaan suci dan mengingat Allah.

Tidur pun berubah dari sekadar aktivitas fisik menjadi ibadah yang bernilai pahala.

Selain itu, Rasulullah SAW juga membiasakan membaca zikir dan doa sebelum tidur sebagai bentuk tawakal kepada Allah apabila malam itu menjadi tidur terakhirnya.

Baca juga: Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso

Bolehkah Tidur Telentang atau ke Kiri?

Dalam fikih, para ulama menjelaskan bahwa tidur miring ke kanan hukumnya sunnah, bukan wajib. Artinya, seseorang tetap boleh tidur telentang, tengkurap, maupun ke kiri apabila memiliki kebutuhan atau merasa lebih nyaman.

Namun, terdapat hadis lain yang menunjukkan Rasulullah SAW tidak menyukai tidur tengkurap karena dianggap sebagai posisi yang tidak disukai Allah. Karena itu, posisi yang paling dianjurkan tetap memulai tidur dengan miring ke kanan.

Apabila seseorang berganti posisi secara alami saat sudah tertidur, hal tersebut tidak menjadi masalah karena terjadi di luar kesengajaan.

Baca juga: Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso

Hikmah Tidur Miring ke Kanan

Hikmah terbesar dari sunnah ini adalah membangun kesadaran bahwa tidur merupakan bentuk penyerahan diri kepada Allah. Seorang Muslim menutup harinya dengan wudhu, zikir, doa, dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Kebiasaan sederhana seperti memiringkan tubuh ke kanan mengajarkan bahwa sunnah tidak selalu berupa ibadah besar.

Justru dalam aktivitas sehari-hari, seorang mukmin dapat menghadirkan kecintaan kepada Nabi melalui adab-adab kecil yang beliau teladankan.

Karena itu, ketika hendak tidur malam, mulailah dengan berwudhu, membaca doa, lalu berbaring di sisi kanan.

Sunnah sederhana ini menjadi pengingat bahwa setiap hari layak ditutup dengan mengingat Allah dan berharap bangun kembali dalam rahmat-Nya.

Baca juga: Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar