Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memblokir penuh akses Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) milik PT Gema Suara Talbia. Pemblokiran berlaku sejak Senin (21/9/2026) pukul 14.26 WIB.
Direktur Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus dan Umrah, Atty Novyanty, mengatakan keputusan itu diambil setelah pemerintah mengevaluasi persoalan pelayanan pada penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tersebut.
Baca juga: Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Menurut hasil evaluasi Kemenhaj, sebanyak 103 jemaah gagal berangkat. Kemenhaj juga menemukan persoalan pelayanan yang menyebabkan jemaah terlantar di Arab Saudi serta kewajiban pengembalian dana kepada jemaah yang belum diselesaikan.
“Pelindungan jemaah menjadi prioritas kami. Setiap PPIU memiliki kewajiban memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan memenuhi hak-hak jemaah. Ketika ditemukan pelanggaran dan kewajiban tersebut tidak diselesaikan, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai aturan,” kata Atty dalam rilisnya, Rabu (23/9/2026).
Atty mengatakan, pemblokiran akses Siskopatuh merupakan salah satu langkah pengawasan agar penyelenggara menyelesaikan tanggung jawabnya kepada jemaah.
“Kami ingin memastikan jemaah memperoleh kepastian dan pelindungan. Penyelenggara harus bertanggung jawab terhadap pelayanan yang dijanjikan maupun hak jemaah yang timbul apabila keberangkatan tidak dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Kemenhaj mengimbau calon jemaah memeriksa legalitas dan status izin travel umrah melalui kanal resmi pemerintah sebelum mendaftar atau membayar biaya perjalanan.
Sebelumnya, Kemenhaj juga memblokir akses SISKOPATUH milik dua PPIU lainnya, yakni PT JGroup Amanah Wisata dan PT Annisa Ahmada Travelindo.
Dengan pemblokiran terhadap PT Gema Suara Talbia, ketiga travel tersebut kini tercatat telah dikenai tindakan pemblokiran akses sistem.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.