Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Talhah bin Ubaidillah, Sahabat yang Lindungi Rasulullah dengan Tubuhnya

Kompas.com, 24 September 2026, 21:14 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Nama Talhah bin Ubaidillah RA menempati posisi istimewa dalam sejarah Islam. Ia termasuk golongan sahabat awal yang memeluk Islam, dijamin masuk surga, dan dikenang karena keberaniannya melindungi Rasulullah SAW pada Perang Uhud dengan mengorbankan tubuhnya sendiri.

Biografi Talhah dicatat dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibnu Sa'd. Kedua kitab tersebut menjelaskan bahwa Talhah berasal dari Bani Taim Quraisy, satu kabilah dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, serta termasuk di antara as-sābiqūnal awwalūn atau orang-orang yang paling awal memeluk Islam.

Sahabat Awal yang Memeluk Islam

Talhah bin Ubaidillah lahir di Makkah dan dikenal sebagai saudagar yang sering melakukan perjalanan dagang ke Syam. Dalam riwayat Ibnu Sa'd, ia masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, lalu menjadi salah satu Muslim generasi pertama sebelum hijrah ke Madinah.

Baca juga: Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri

Keislamannya membuat Talhah mengalami tekanan dari kaum Quraisy. Meski demikian, ia tetap teguh mempertahankan iman dan kemudian berhijrah untuk mendampingi perjuangan Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam di Madinah.

Allah Memuji Orang yang Menepati Janji Iman

Keteguhan para sahabat, termasuk Talhah, sejalan dengan firman Allah SWT tentang orang-orang yang menepati janji kepada-Nya.

Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab Ayat 23:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Minal-mu’minīna rijālun ṣadaqū mā ‘āhadullāha ‘alaihi, fa minhum man qaḍā naḥbahu wa minhum man yantaẓir, wa mā baddalū tabdīlā.

Artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.”

Baca juga: Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam

Para mufasir menyebut ayat ini sebagai pujian bagi para sahabat yang menunjukkan kesetiaan luar biasa kepada Rasulullah SAW, terutama dalam medan jihad dan pengorbanan.

Melindungi Rasulullah pada Perang Uhud

Peristiwa yang paling dikenang dari Talhah terjadi pada Perang Uhud. Ketika barisan kaum Muslimin tercerai-berai dan Rasulullah SAW menjadi sasaran serangan musuh, Talhah berdiri di hadapan beliau untuk menahan anak panah dan tebasan pedang.

Pengorbanan itu menyebabkan tangannya mengalami luka berat hingga cacat seumur hidup. Peristiwa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih.

Diriwayatkan oleh Qais RA:

رَأَيْتُ يَدَ طَلْحَةَ شَلَّاءَ وَقَى بِهَا النَّبِيَّ ﷺ يَوْمَ أُحُدٍ

Ra'aitu yada Ṭalḥata syallā’a waqā bihā an-Nabiyya ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yauma Uḥud.

Artinya: “Aku melihat tangan Talhah telah lumpuh karena ia menggunakannya untuk melindungi Nabi SAW pada Perang Uhud.” (HR Sahih al-Bukhari No. 4063). 

Baca juga: Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh

Hadis ini menjadi bukti kuat bahwa luka yang diderita Talhah bukan sekadar cerita populer, melainkan riwayat sahih yang menunjukkan keberanian dan kecintaannya kepada Rasulullah SAW.

Dijuluki Hawari Rasulullah

Karena pengorbanannya, Talhah memperoleh julukan "Hawari Rasulullah". Kata hawari berarti penolong atau pembela setia yang mengorbankan diri demi mendukung perjuangan seorang nabi.

Dalam berbagai riwayat hadis, Rasulullah SAW juga menyebut Talhah sebagai salah seorang sahabat yang memperoleh kabar gembira masuk surga. Kedudukannya menjadi bagian dari sepuluh sahabat yang dikenal sebagai Al-'Asyarah Al-Mubasysyarun bil Jannah.

Julukan tersebut tidak lahir karena kekayaan atau kedudukan sosial, melainkan karena kesetiaan, keberanian, dan kesediaannya mempertaruhkan nyawa demi melindungi Rasulullah SAW.

Baca juga: Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Kabah

Keteladanan Talhah bagi Umat Islam

Kisah Talhah mengajarkan bahwa membela kebenaran sering kali menuntut pengorbanan. Tidak semua bentuk pengorbanan harus terjadi di medan perang; pada masa kini, membela agama dapat diwujudkan melalui kejujuran, amanah, menjaga lisan, serta keberanian mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah berbagai tantangan.

Para ulama juga menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diukur dari banyaknya pujian yang diucapkan, tetapi dari kesungguhan mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya. Talhah menunjukkan bahwa cinta sejati kepada Nabi diwujudkan melalui tindakan nyata, bahkan ketika harus menanggung luka dan kesulitan.

Hingga hari ini, nama Talhah bin Ubaidillah tetap dikenang sebagai salah satu teladan keberanian dalam Islam. Pengorbanannya pada Perang Uhud menjadi bukti bahwa kemuliaan seorang mukmin lahir dari iman yang teguh, kesetiaan kepada Rasulullah, dan kesediaan menempatkan kepentingan agama di atas kepentingan diri sendiri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Harus Dahulukan Kepentingan Rakyat
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Harus Dahulukan Kepentingan Rakyat
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Menjaga Profesionalisme dan Integritas Saat Bekerja
Khutbah Jumat 25 September 2026: Menjaga Profesionalisme dan Integritas Saat Bekerja
Aktual
Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, MUI: Sertifikasi Halal Beri Nilai Tambah Produk
Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, MUI: Sertifikasi Halal Beri Nilai Tambah Produk
Aktual
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Manfaatnya untuk Produsen dan Konsumen
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Manfaatnya untuk Produsen dan Konsumen
Aktual
Talhah bin Ubaidillah, Sahabat yang Lindungi Rasulullah dengan Tubuhnya
Talhah bin Ubaidillah, Sahabat yang Lindungi Rasulullah dengan Tubuhnya
Aktual
Wajib Halal Mulai 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Perdagangan
Wajib Halal Mulai 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Perdagangan
Aktual
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Aktual
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Aktual
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Aktual
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Aktual
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Aktual
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Aktual
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Aktual
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar