KOMPAS.com - Nama Talhah bin Ubaidillah RA menempati posisi istimewa dalam sejarah Islam. Ia termasuk golongan sahabat awal yang memeluk Islam, dijamin masuk surga, dan dikenang karena keberaniannya melindungi Rasulullah SAW pada Perang Uhud dengan mengorbankan tubuhnya sendiri.
Biografi Talhah dicatat dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibnu Sa'd. Kedua kitab tersebut menjelaskan bahwa Talhah berasal dari Bani Taim Quraisy, satu kabilah dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, serta termasuk di antara as-sābiqūnal awwalūn atau orang-orang yang paling awal memeluk Islam.
Talhah bin Ubaidillah lahir di Makkah dan dikenal sebagai saudagar yang sering melakukan perjalanan dagang ke Syam. Dalam riwayat Ibnu Sa'd, ia masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, lalu menjadi salah satu Muslim generasi pertama sebelum hijrah ke Madinah.
Baca juga: Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Keislamannya membuat Talhah mengalami tekanan dari kaum Quraisy. Meski demikian, ia tetap teguh mempertahankan iman dan kemudian berhijrah untuk mendampingi perjuangan Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam di Madinah.
Keteguhan para sahabat, termasuk Talhah, sejalan dengan firman Allah SWT tentang orang-orang yang menepati janji kepada-Nya.
Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab Ayat 23:
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
Minal-mu’minīna rijālun ṣadaqū mā ‘āhadullāha ‘alaihi, fa minhum man qaḍā naḥbahu wa minhum man yantaẓir, wa mā baddalū tabdīlā.
Artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.”
Baca juga: Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Para mufasir menyebut ayat ini sebagai pujian bagi para sahabat yang menunjukkan kesetiaan luar biasa kepada Rasulullah SAW, terutama dalam medan jihad dan pengorbanan.
Peristiwa yang paling dikenang dari Talhah terjadi pada Perang Uhud. Ketika barisan kaum Muslimin tercerai-berai dan Rasulullah SAW menjadi sasaran serangan musuh, Talhah berdiri di hadapan beliau untuk menahan anak panah dan tebasan pedang.
Pengorbanan itu menyebabkan tangannya mengalami luka berat hingga cacat seumur hidup. Peristiwa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih.
Diriwayatkan oleh Qais RA:
رَأَيْتُ يَدَ طَلْحَةَ شَلَّاءَ وَقَى بِهَا النَّبِيَّ ﷺ يَوْمَ أُحُدٍ
Ra'aitu yada Ṭalḥata syallā’a waqā bihā an-Nabiyya ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yauma Uḥud.
Artinya: “Aku melihat tangan Talhah telah lumpuh karena ia menggunakannya untuk melindungi Nabi SAW pada Perang Uhud.” (HR Sahih al-Bukhari No. 4063).
Baca juga: Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Hadis ini menjadi bukti kuat bahwa luka yang diderita Talhah bukan sekadar cerita populer, melainkan riwayat sahih yang menunjukkan keberanian dan kecintaannya kepada Rasulullah SAW.
Karena pengorbanannya, Talhah memperoleh julukan "Hawari Rasulullah". Kata hawari berarti penolong atau pembela setia yang mengorbankan diri demi mendukung perjuangan seorang nabi.
Dalam berbagai riwayat hadis, Rasulullah SAW juga menyebut Talhah sebagai salah seorang sahabat yang memperoleh kabar gembira masuk surga. Kedudukannya menjadi bagian dari sepuluh sahabat yang dikenal sebagai Al-'Asyarah Al-Mubasysyarun bil Jannah.
Julukan tersebut tidak lahir karena kekayaan atau kedudukan sosial, melainkan karena kesetiaan, keberanian, dan kesediaannya mempertaruhkan nyawa demi melindungi Rasulullah SAW.
Baca juga: Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Kabah
Kisah Talhah mengajarkan bahwa membela kebenaran sering kali menuntut pengorbanan. Tidak semua bentuk pengorbanan harus terjadi di medan perang; pada masa kini, membela agama dapat diwujudkan melalui kejujuran, amanah, menjaga lisan, serta keberanian mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah berbagai tantangan.
Para ulama juga menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diukur dari banyaknya pujian yang diucapkan, tetapi dari kesungguhan mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya. Talhah menunjukkan bahwa cinta sejati kepada Nabi diwujudkan melalui tindakan nyata, bahkan ketika harus menanggung luka dan kesulitan.
Hingga hari ini, nama Talhah bin Ubaidillah tetap dikenang sebagai salah satu teladan keberanian dalam Islam. Pengorbanannya pada Perang Uhud menjadi bukti bahwa kemuliaan seorang mukmin lahir dari iman yang teguh, kesetiaan kepada Rasulullah, dan kesediaan menempatkan kepentingan agama di atas kepentingan diri sendiri.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.