Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Darunnajah (UDN) tengah menyiapkan sidang terbuka wisuda bagi 213 mahasiswa program sarjana.
Menjelang prosesi tersebut, pihak kampus menyoroti hubungan sejarah Darunnajah dengan pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Wakil Rektor II UDN, Samiyono, mengatakan Darunnajah tumbuh dari pesantren yang didirikan alumni Gontor. Menurut dia, nilai-nilai pendidikan pesantren itu tetap dirawat ketika Darunnajah berkembang menjadi perguruan tinggi di Jakarta.
“Kami ingin menegaskan bahwa UDN adalah bagian dari mata rantai Sintesa Gontor. Di tengah dinamika Jakarta yang keras, kami tetap konsisten merawat nilai-nilai pesantren yang diwariskan sejak awal berdirinya kampus ini,” ujar Samiyono dalam rilisnya, Sabtu (26/9/2026).
Baca juga: Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Istilah “Sintesa Gontor” digunakan pihak UDN untuk menggambarkan kelanjutan gagasan pendidikan pesantren melalui lembaga-lembaga yang dibangun alumninya.
Bagi Samiyono, persiapan wisuda menjadi kesempatan untuk kembali melihat hubungan tersebut.
Wisuda ini disiapkan tidak lama setelah Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor digelar pada September 2026.
Peringatan satu abad itu mencakup berbagai kegiatan yang dikelompokkan dalam syiar, pengabdian kepada masyarakat, dan upaya meninggalkan warisan pendidikan bagi umat.
Dalam rangkaian persiapan wisuda, UDN menyiapkan gladi bersih, penataan tempat acara, serta pembekalan bagi calon wisudawan.
Baca juga: Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Samiyono mengatakan prosesi wisuda dirancang tetap sederhana dengan menjaga kekhidmatannya.
Bagi UDN, kelulusan 213 mahasiswa tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan lembaga pendidikan yang berawal dari pesantren. Samiyono berharap nilai-nilai yang dipelajari para wisudawan dapat terus mereka bawa setelah meninggalkan kampus.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.