Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor

Kompas.com, 18 September 2026, 22:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Puluhan ribu santri dan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti khataman Al Quran dan sujud syukur di kompleks pondok pesantren tersebut, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Baca juga: Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir

Kegiatan tersebut diikuti sivitas Pondok Modern Darussalam Gontor, alumni, serta perwakilan pondok pesantren alumni dari berbagai wilayah.

Dilansir dari Antara, Ketua Pelaksana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor, Riza Azhari, mengatakan jumlah peserta yang hadir melampaui perkiraan panitia, terutama dari kalangan alumni.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan khataman Quran dan sujud syukur yang diikuti puluhan ribu dari berbagai macam kalangan, baik santri, seluruh kampus Pondok Modern Darussalam Gontor, dan juga pondok pesantren alumni," katanya.

Baca juga: Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor

Sekitar 20 Ribu Alumni Hadir di Gontor

Riza mengatakan sekitar 20 ribu alumni menghadiri kegiatan khataman Al Quran dan sujud syukur tersebut.

Para alumni datang dari berbagai daerah di Indonesia, serta sejumlah negara yang menjadi bagian dari jaringan alumni dan pondok pesantren alumni Gontor.

Jumlah tersebut jauh melampaui perkiraan awal panitia. Antusiasme alumni untuk mengikuti rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor terus meningkat hingga peserta yang hadir mencapai puluhan ribu orang.

Mengapa Sujud Syukur Digelar pada Jumat?

Riza menjelaskan pelaksanaan sujud syukur dipilih pada Jumat karena bertepatan dengan hari yang dianggap memiliki keberkahan dalam tradisi Islam.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan syukur dalam rangka memperingati perjalanan satu abad Gontor.

"Kenapa di hari Jumat? Karena Jumat hari yang baik, kita mencari keberkahan hari tersebut sehingga kegiatan sujud syukur bisa dilaksanakan hari Jumat," ujarnya.

Reuni Akbar Jadi Agenda Peringatan 100 Tahun Gontor

Rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda. Salah satunya adalah reuni akbar alumni yang juga diperkirakan dihadiri peserta dalam jumlah besar.

Sebelumnya, panitia memperkirakan sekitar 3.000 alumni akan mengikuti rangkaian kegiatan. Namun, jumlah pendaftar dan peserta terus bertambah hingga mencapai puluhan ribu orang.

Tingginya antusiasme alumni membuat panitia menyiapkan sejumlah titik lokasi berkumpul dan area pendukung. Persiapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya peserta dalam reuni akbar dan agenda peringatan satu abad Gontor.

"Kita sudah siapkan beberapa titik yang sudah kita tentukan, karena memang antusiasme alumni Gontor untuk ikut serta memperingati 100 tahun Gontor ini sangat tinggi," kata Riza.

Peringatan 100 Tahun Gontor ditandai dengan keterlibatan puluhan ribu santri, alumni, dan perwakilan pondok pesantren alumni.

Khataman Al Quran dan sujud syukur menjadi salah satu agenda yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Rangkaian peringatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, termasuk reuni akbar alumni.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Aktual
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Aktual
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Aktual
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Aktual
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar