Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata

Kompas.com, 26 September 2026, 10:43 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Persatuan Ummat Islam (PUI) mengapresiasi sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.

Aksi tersebut dilakukan delegasi Indonesia bersama sejumlah negara lainnya. Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memperlihatkan para diplomat Indonesia meninggalkan tempat duduk mereka saat Netanyahu hendak naik ke podium.

Ketua Umum PUI Raizal Arifin mengatakan, sikap tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menyuarakan persoalan Palestina di forum internasional.

Baca juga: Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Menurut dia, sikap Indonesia tidak hanya penting sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, tetapi juga menjadi pesan bahwa penderitaan masyarakat sipil akibat konflik tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“PUI mengapresiasi sikap delegasi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak diam ketika persoalan Palestina terus menjadi perhatian kemanusiaan dunia,” ujar Raizal dalam keterangan yang diterima, Jumat (25/9/2026).

“ Sikap tegas seperti ini penting untuk menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam membela kemanusiaan dan perdamaian,” lanjutnya.

PUI Dorong Diplomasi Dilanjutkan Aksi Kemanusiaan

Meski demikian, Raizal menilai sikap diplomatik tersebut perlu dilanjutkan dengan langkah yang lebih konkret.

Menurut dia, solidaritas Indonesia terhadap Palestina tidak cukup hanya disampaikan melalui forum diplomatik. Dukungan tersebut perlu menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung, khususnya anak-anak, keluarga, korban konflik, serta keberlanjutan pendidikan dan layanan kemanusiaan.

“Yang kita perjuangkan bukan hanya sebuah posisi diplomatik, tetapi manusia. Ada anak-anak yang kehilangan sekolah, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan masyarakat yang membutuhkan akses pangan, kesehatan serta kehidupan yang bermartabat,” katanya.

Karena itu, Raizal berharap sikap diplomatik Indonesia dapat berjalan beriringan dengan upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat Palestina.

“Perjuangan diplomasi harus berujung pada upaya nyata menyelamatkan kehidupan,” ujar dia.

PUI: Indonesia Perlu Terus Dorong Perdamaian

PUI juga menilai momentum Sidang Umum PBB perlu dimanfaatkan Indonesia untuk terus mendorong upaya perdamaian dan penyelesaian yang memberikan masa depan yang adil bagi rakyat Palestina.

Indonesia sebelumnya telah menempatkan isu Palestina sebagai salah satu perhatian dalam rangkaian agenda Sidang Umum PBB.

Raizal berharap Indonesia semakin aktif mendorong perlindungan masyarakat sipil, bantuan kemanusiaan, pemulihan kehidupan masyarakat Gaza, serta keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak Palestina.

“Walk out adalah sebuah pesan. Tetapi setelah pesan itu disampaikan, diplomasi harus terus bekerja,” katanya.

Baca juga: Keffiyeh: Sejarah, Jenis, Pola, Cara Pakai, dan Simbol Solidaritas Palestina

“Kita berharap Indonesia semakin aktif mendorong perlindungan masyarakat sipil, bantuan kemanusiaan, pemulihan kehidupan masyarakat Gaza, dan masa depan pendidikan anak-anak Palestina,” ujar Raizal.

Sikap tersebut sejalan dengan posisi Indonesia yang selama ini menjadikan isu Palestina sebagai salah satu perhatian utama dalam politik luar negeri dan forum multilateral.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar