Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Busana muslimah yang menutup aurat juga perlu mempertimbangkan kenyamanan saat digunakan untuk berbagai aktivitas.
Pemilihan bahan, potongan, dan detail menjadi bagian dari upaya menghadirkan pakaian yang dapat dikenakan sehari-hari hingga untuk beribadah.
Pemilik sekaligus CEO Jamise Syari, Ceptian Suryana, mengatakan, sebagian muslimah masih memiliki kekhawatiran bahwa mengenakan busana syar’i akan membuat penampilan mereka terlihat lebih tua.
Melalui pengembangan desain, pihaknya berupaya menghadirkan pilihan busana dengan karakter yang lebih muda dan sederhana.
“Kita juga ingin menginspirasi kepada muslimah untuk lebih bangga tampil syar’i,” ujar Ceptian di pop-up store Jamise Syari di Glamour Level, Paris Van Java (PVJ) Mall, Bandung, Rabu (30/9/2026).
Baca juga: Gamis “Istri Sultan” Jadi Tren Lebaran 2026, Mewah dan Glamor Saingi Gamis Bini Orang
Ceptian mengatakan, pemilihan bahan menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan koleksi.
Menurutnya, busana perlu dapat digunakan untuk beragam kegiatan, mulai dari aktivitas sehari-hari, menghadiri kajian, hingga acara semi-formal.
Ia menyebut penggunaan bahan Tencel serta bahan yang diklaim memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet atau UV pada sejumlah koleksi.
“Kalau dari sisi bahan kita cukup variatif, eksperimental,” katanya.
Selain bahan, pengembangan desain dilakukan melalui eksplorasi tekstur. Ceptian menjelaskan, pihaknya lebih banyak menggunakan detail picot dan bordir dibandingkan motif yang ramai.
“Salah satunya melalui teknik picot dan bordir yang memberikan detail tersendiri pada busana. Untuk motif, Jamise Syari cenderung menggunakan pola yang sederhana, seperti motif salur,” ujarnya.
Pendekatan tersebut digunakan untuk menghadirkan busana yang sederhana dengan detail pada bagian tertentu.
Baca juga: 6 Model Baju Lebaran 2026 Paling Tren: Gamis Minimalis hingga Abaya
Ceptian mengatakan, meskipun desainnya diarahkan untuk konsumen muda, koleksi tersebut juga digunakan oleh konsumen dari kelompok usia lainnya.
Menurutnya, kebutuhan busana muslimah turut mencakup pakaian untuk perjalanan ibadah.
“Selain untuk aktivitas sehari-hari, beberapa koleksi Jamise Syari juga nyaman dan cocok digunakan untuk kebutuhan ibadah, termasuk saat haji dan umrah,” katanya.
Pilihan produk yang dibawa ke gerai sementara tersebut meliputi abaya, set kerudung dan dress, pakaian dalaman, serta aksesori. Harga produk, menurut Ceptian, dimulai dari sekitar Rp200.000.
Jamise Syari berdiri di Bandung pada 2018 dan memasarkan produknya secara daring.
Sebelum hadir di PVJ, merek tersebut pernah membuka gerai sementara di Summarecon Mall Bandung, Trans Studio Mall Bandung, dan Supermal Karawaci.
Ceptian mengatakan, kehadiran gerai fisik memungkinkan konsumen melihat bahan, warna, dan potongan pakaian secara langsung.
“Jamise Syari melihat di Bandung juga sebenarnya masih bisa dioptimalkan sehingga hadir di PVJ,” ujarnya.
Ia memandang fesyen sebagai salah satu sarana syiar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui busana, pihaknya berupaya memadukan nilai Islami dengan desain yang mengikuti perkembangan zaman.
Menurut Ceptian, gerai sementara di PVJ beroperasi setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.