Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 ditargetkan berlangsung di Jakarta sekitar peringatan Hari Santri 2026. Namun, waktu pelaksanaannya belum diputuskan.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan jadwal pelantikan masih dalam pembahasan.
“Kita targetkan nanti sekitar hari-hari Santri Nasional, belum diputuskan. Masih di Jakarta saja kira-kira begitu,” ujar Gus Kikin dikutip dari NU Online, Kamis (1/10/2026).
Baca juga: Gus Kikin Tegaskan Khidmah PBNU 2026-2031 Berlandaskan Qanun Asasi
PBNU sebelumnya mengumumkan susunan kepengurusan baru yang berjumlah 210 orang.
Jumlah tersebut bertambah 21 orang dibandingkan kepengurusan masa khidmah 2021–2026 yang beranggotakan 189 orang.
Struktur kepengurusan mencakup unsur Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai rais aam dan Gus Kikin sebagai ketua umum.
Penyusunan pengurus dilakukan sekitar satu bulan setelah Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gus Kikin mengatakan komposisi kepengurusan baru mempertimbangkan pemerataan keterwakilan generasi maupun unsur kelembagaan di lingkungan NU.
“Kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran, dari generasi awal sampai akhir. Kemudian seluruh jajaran lembaga ditambah unsur lain, kita seimbang semuanya,” katanya.
Ia menegaskan, pengurus baru memiliki tanggung jawab menjalankan amanat NU dalam membina umat dan berkhidmat kepada masyarakat.
“Besok pagi mulai berkhidmah. Setelah ini memiliki tanggung jawab kepada masyarakat sebagaimana NU didirikan untuk membina umat dan melaksanakan apa yang diamanatkan muassis,” ujarnya.
Menurut Gus Kikin, kepengurusan periode ini akan menjadikan Qanun Asasi, dokumen yang disusun pendiri NU, sebagai salah satu rujukan dalam menjalankan kegiatan organisasi.
“Periode ini kita ada dokumen yang dulu disusun muassis, yaitu Qanun Asasi, untuk menjadi rujukan kita semua dalam melakukan kegiatan berbasis mencari ridha Allah,” jelasnya.
Baca juga: Daftar Lengkap Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031
Dalam kesempatan tersebut, PBNU juga meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026, yakni “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Tema itu menekankan pentingnya tradisi pesantren dalam merawat persatuan dan keutuhan bangsa.
PBNU juga akan mengisi rangkaian peringatan Hari Santri dengan gerakan solidaritas global sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Untuk itu, PBNU menginstruksikan jajaran pengurus wilayah, cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting di seluruh dunia menggelar Malam Mujahadah Kemanusiaan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.