Editor
KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran lima Program Non-Degree 2026 pada 5–12 Oktober 2026. Pilihannya mencakup pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta bantuan penyelesaian pendidikan bagi mahasiswa S2 dan S3.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan bahwa program tersebut merupakan layanan di luar pendidikan bergelar.
“Ini layanan dari Kementerian Agama bagi mereka-mereka yang di luar yang degree, yang S1, S2, S3. Makanya dalam konteks LPDP Kemenag dikenal dengan istilah program non-degree,” kata Ruchman, Selasa (5/10/2026).
Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan dan keagamaan.
Baca juga: Kemenag Buka Bantuan Pendidikan S2-S3 hingga Rp 25 Juta, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Program Non-Degree Kemenag 2026 meliputi:
1. Pelatihan Moderasi Beragama.
2. Pelatihan Ekoteologi pada Lembaga Pendidikan Keagamaan.
3. Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nazir Wakaf.
4. Sertifikasi Amil Zakat.
5. Bantuan Penyelesaian Pendidikan bagi mahasiswa S2 dan S3.
Menurut Ruchman, pelatihan ekoteologi bertujuan memperkuat pemahaman mengenai isu lingkungan di lembaga pendidikan keagamaan.
Sementara itu, pelatihan dan sertifikasi nazir wakaf dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf untuk meningkatkan kompetensi pengelola wakaf.
“Kalau memang Badan Wakaf yang bekerja sama dengan kita untuk nazir itu mengalami keterbatasan, Kementerian Agama hadir untuk berkolaborasi dengan Badan Wakaf untuk melakukan sertifikasi,” ujarnya.
Sertifikasi amil zakat juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola zakat.
Baca juga: Kemenag: 4,63 Juta Santri Terverifikasi, Bukan Angka Final Jumlah Santri Nasional
Selain pelatihan dan sertifikasi, Kemenag menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan pendidikan S2 dan S3, termasuk dosen dan guru.
Ruchman mengatakan, berdasarkan data internal Kemenag, masih terdapat dosen dan guru yang menempuh pendidikan dalam waktu lama. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan biaya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong penerima segera menyelesaikan studinya.
“Dengan bantuan ini cepat rampung. Walaupun jumlahnya enggak banyak tapi memicu orang untuk selesai,” katanya.
Ruchman memastikan pelatihan dalam Program Non-Degree 2026 tidak dipungut biaya. Peserta juga memperoleh uang saku atau uang lelah selama mengikuti kegiatan.
“Gratis. Nanti ada yang tiga hari, ada yang lima hari, ada yang tujuh hari. Semuanya diberikan uang saku atau uang lelah dari program ini,” ujarnya dikutip dari NU Online.
Selain itu, Kemenag mengganti biaya transportasi peserta. Akomodasi dan konsumsi selama kegiatan menjadi tanggung jawab panitia.
“Biaya transport diganti oleh Kementerian Agama dan juga selama kegiatan akomodasi, konsumsi itu juga menjadi tanggung jawab panitia. Jadi mereka tinggal menguatkan tekad, kemudian mengikuti pelatihan dengan serius sehingga tidak ada biaya sedikit pun yang dikeluarkan,” kata Ruchman.
Seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan durasi tiga hingga tujuh hari, sesuai jenis program dan materi yang diberikan.
Tahapan Program Non-Degree Kemenag 2026 dijadwalkan sebagai berikut:
• Sosialisasi: 1–5 Oktober 2026.
• Pendaftaran: 5–12 Oktober 2026.
• Seleksi: 13–15 Oktober 2026.
• Pengumuman peserta: 21 Oktober 2026.
Peserta hanya dapat memilih dan mendaftar pada satu program. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Kementerian Agama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.