Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — PT Len Industri (Persero) membuka peluang pengembangan talenta bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk pesantren dan perguruan tinggi keagamaan, yang memiliki kompetensi sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan, kemampuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi dasar penjaringan talenta, tanpa membatasi asal lembaga pendidikan.
“Untuk talenta, kami sangat terbuka dari manapun," kata Joga dalam Len Techno Day 2026 di ITB Innovation Park Bandung Technopolis, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026
Menurutnya, talenta dengan latar belakang STEM dapat berasal dari lembaga pendidikan mana saja. Len saat ini sedang mendata kebutuhan dan menentukan prioritas talenta yang akan diumumkan.
Joga menjelaskan, penjaringan awal talenta dilakukan melalui program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan.
Peserta menjalani magang selama enam bulan dengan pendanaan dari Kemenaker. Periode tersebut digunakan untuk menilai kemampuan peserta dan kesesuaiannya dengan kebutuhan perusahaan sebelum dipertimbangkan melanjutkan sebagai staf Len.
“Jadi nanti bisa daftar melalui proses MagangHub Kemenaker dulu, lulusan-lulusan yang punya kemampuan di bidang STEM tersebut,” ujarnya.
Dengan demikian, kesempatan mengikuti magang menjadi jalur awal bagi lulusan yang ingin mengembangkan kemampuan di lingkungan industri teknologi. Kelanjutan sebagai staf bergantung pada penilaian selama program berlangsung.
Baca juga: 3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah
Kebutuhan sumber daya manusia di industri teknologi juga menjadi perhatian BPI Danantara.
Dalam forum yang sama, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa menyampaikan target pelatihan sedikitnya 15.000 talenta semikonduktor dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami menargetkan pelatihan sedikitnya 15.000 talenta di bidang semiconductor sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang mendukung pengembangan industri teknologi nasional,” kata Sigit.
Menurutnya, pengembangan industri teknologi membutuhkan keterhubungan antara investasi, riset dan pengembangan, serta penyiapan talenta.
Ia menilai Len berperan dalam menghubungkan industri dengan riset dan sumber daya manusia. Sementara itu, ITB Innovation Park dapat menjadi tempat kolaborasi untuk mempercepat pengembangan kemampuan teknologi nasional.
“Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (R&D), serta talenta,” ujarnya.
Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan talenta, riset, dan inovasi. Kerja sama dengan industri diperlukan agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi teknologi yang siap digunakan.
“Kolaborasi yang erat antara kampus, industri, pemerintah, dan mitra teknologi perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat berkembang menjadi teknologi yang siap diterapkan dan diindustrialisasikan,” kata Tatacipta.
Joga juga mengatakan, tantangan Len ke depan adalah mengembangkan kemampuan rekayasa agar teknologi dapat dikuasai, diintegrasikan, dan diproduksi secara semakin mandiri.
“35 tahun perjalanan Len bukan hanya tentang lamanya kami hadir, tetapi tentang bagaimana teknologi dan kemampuan rekayasa yang kami bangun dapat menjawab kebutuhan strategis Indonesia,” ujarnya.
Len Techno Day 2026 digelar dalam rangka usia ke-35 Len dengan tema “Future of Defence Electronics”.
Forum tersebut mempertemukan sekitar 150 peserta dari pemerintah, TNI, Danantara, BUMN, perguruan tinggi, industri, peneliti, mitra teknologi, dan media.
Pembahasannya mencakup empat bidang teknologi, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), radar, serta satelit dan penginderaan jauh.
Semikonduktor menjadi fondasi berbagai perangkat elektronika. Adapun AI dibahas untuk mendukung efisiensi dan otomasi, antara lain melalui pengolahan citra dan pemrosesan bahasa alami.
Teknologi radar mencakup kebutuhan pertahanan serta aplikasi sipil, seperti pemantauan cuaca dan kawasan pesisir.
Sementara itu, satelit dan penginderaan jauh dapat mendukung pemantauan wilayah serta bencana.
Forum tersebut turut melibatkan Len Incorporated yang bergerak di sektor nonpertahanan untuk mempertemukan kompetensi teknologi lintas sektor, termasuk rekayasa, sensor, konektivitas, pengolahan data, dan integrasi sistem.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.