Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lulusan Pesantren Bisa Berkarier di Len, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan

Kompas.com, 8 Oktober 2026, 09:03 WIB
Reni Susanti

Editor

BANDUNG, KOMPAS.com — PT Len Industri (Persero) membuka peluang pengembangan talenta bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk pesantren dan perguruan tinggi keagamaan, yang memiliki kompetensi sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan, kemampuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi dasar penjaringan talenta, tanpa membatasi asal lembaga pendidikan.

“Untuk talenta, kami sangat terbuka dari manapun," kata Joga dalam Len Techno Day 2026 di ITB Innovation Park Bandung Technopolis, Rabu (7/10/2026).

Baca juga: Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026

Menurutnya, talenta dengan latar belakang STEM dapat berasal dari lembaga pendidikan mana saja. Len saat ini sedang mendata kebutuhan dan menentukan prioritas talenta yang akan diumumkan.

Penjaringan melalui MagangHub Kemenaker

Joga menjelaskan, penjaringan awal talenta dilakukan melalui program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan.

Peserta menjalani magang selama enam bulan dengan pendanaan dari Kemenaker. Periode tersebut digunakan untuk menilai kemampuan peserta dan kesesuaiannya dengan kebutuhan perusahaan sebelum dipertimbangkan melanjutkan sebagai staf Len.

“Jadi nanti bisa daftar melalui proses MagangHub Kemenaker dulu, lulusan-lulusan yang punya kemampuan di bidang STEM tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, kesempatan mengikuti magang menjadi jalur awal bagi lulusan yang ingin mengembangkan kemampuan di lingkungan industri teknologi. Kelanjutan sebagai staf bergantung pada penilaian selama program berlangsung.

Baca juga: 3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah

Danantara targetkan pelatihan 15.000 talenta

Kebutuhan sumber daya manusia di industri teknologi juga menjadi perhatian BPI Danantara.

Dalam forum yang sama, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa menyampaikan target pelatihan sedikitnya 15.000 talenta semikonduktor dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami menargetkan pelatihan sedikitnya 15.000 talenta di bidang semiconductor sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang mendukung pengembangan industri teknologi nasional,” kata Sigit.

Menurutnya, pengembangan industri teknologi membutuhkan keterhubungan antara investasi, riset dan pengembangan, serta penyiapan talenta.

Ia menilai Len berperan dalam menghubungkan industri dengan riset dan sumber daya manusia. Sementara itu, ITB Innovation Park dapat menjadi tempat kolaborasi untuk mempercepat pengembangan kemampuan teknologi nasional.

“Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (R&D), serta talenta,” ujarnya.

Kampus dan industri perlu terhubung

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan talenta, riset, dan inovasi. Kerja sama dengan industri diperlukan agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi teknologi yang siap digunakan.

“Kolaborasi yang erat antara kampus, industri, pemerintah, dan mitra teknologi perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat berkembang menjadi teknologi yang siap diterapkan dan diindustrialisasikan,” kata Tatacipta.

Joga juga mengatakan, tantangan Len ke depan adalah mengembangkan kemampuan rekayasa agar teknologi dapat dikuasai, diintegrasikan, dan diproduksi secara semakin mandiri.

“35 tahun perjalanan Len bukan hanya tentang lamanya kami hadir, tetapi tentang bagaimana teknologi dan kemampuan rekayasa yang kami bangun dapat menjawab kebutuhan strategis Indonesia,” ujarnya.

Empat bidang teknologi strategis

Len Techno Day 2026 digelar dalam rangka usia ke-35 Len dengan tema “Future of Defence Electronics”.

Forum tersebut mempertemukan sekitar 150 peserta dari pemerintah, TNI, Danantara, BUMN, perguruan tinggi, industri, peneliti, mitra teknologi, dan media.

Pembahasannya mencakup empat bidang teknologi, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), radar, serta satelit dan penginderaan jauh.

Semikonduktor menjadi fondasi berbagai perangkat elektronika. Adapun AI dibahas untuk mendukung efisiensi dan otomasi, antara lain melalui pengolahan citra dan pemrosesan bahasa alami.

Teknologi radar mencakup kebutuhan pertahanan serta aplikasi sipil, seperti pemantauan cuaca dan kawasan pesisir.

Sementara itu, satelit dan penginderaan jauh dapat mendukung pemantauan wilayah serta bencana.

Forum tersebut turut melibatkan Len Incorporated yang bergerak di sektor nonpertahanan untuk mempertemukan kompetensi teknologi lintas sektor, termasuk rekayasa, sensor, konektivitas, pengolahan data, dan integrasi sistem.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPKH Siapkan Rp8,83 Triliun Nilai Manfaat untuk Haji 2027
BPKH Siapkan Rp8,83 Triliun Nilai Manfaat untuk Haji 2027
Aktual
Lulusan Pesantren Bisa Berkarier di Len, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan
Lulusan Pesantren Bisa Berkarier di Len, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan
Aktual
Doa Meminta Hujan dari Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Meminta Hujan dari Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Angelina Jolie Soroti Kehancuran Gaza, Serukan Bantuan Hunian Sebelum Musim Dingin
Angelina Jolie Soroti Kehancuran Gaza, Serukan Bantuan Hunian Sebelum Musim Dingin
Aktual
Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,18 Juta, DPR: Kabar Baik bagi Jemaah di Tengah Ketidakpastian Global
Biaya Haji 2027 Turun Rp 3,18 Juta, DPR: Kabar Baik bagi Jemaah di Tengah Ketidakpastian Global
Aktual
Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026
Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026
Aktual
Cara Cek Porsi Haji, Estimasi Keberangkatan, dan Amalan Selama Masa Tunggu
Cara Cek Porsi Haji, Estimasi Keberangkatan, dan Amalan Selama Masa Tunggu
Aktual
Berapa Biaya Haji 2027 Reguler Per Orang? Ini Rinciannya
Berapa Biaya Haji 2027 Reguler Per Orang? Ini Rinciannya
Aktual
Biaya Haji 2027 Terbaru: BPIH Rp 98,4 Juta, Pelunasan Jemaah Rp 23 Juta
Biaya Haji 2027 Terbaru: BPIH Rp 98,4 Juta, Pelunasan Jemaah Rp 23 Juta
Aktual
Zina dan Keberkahan Rezeki, Jangan Terkecoh Harta Melimpah
Zina dan Keberkahan Rezeki, Jangan Terkecoh Harta Melimpah
Aktual
DPR Minta Efisiensi Biaya Haji 2027 Tak Kurangi Kualitas Pelayanan Jemaah
DPR Minta Efisiensi Biaya Haji 2027 Tak Kurangi Kualitas Pelayanan Jemaah
Aktual
DPR Apresiasi Subsidi Rp 3,18 Juta per Jemaah, Pelunasan Haji 2027 Jadi Lebih Ringan
DPR Apresiasi Subsidi Rp 3,18 Juta per Jemaah, Pelunasan Haji 2027 Jadi Lebih Ringan
Aktual
Surah Maryam Lengkap 98 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surah Maryam Lengkap 98 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa dan Niat
Ada Bantuan Pemerintah Rp 3,2 Juta per Jemaah, Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp 23 Juta
Ada Bantuan Pemerintah Rp 3,2 Juta per Jemaah, Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp 23 Juta
Aktual
Subsidi Pemerintah Rp 3 Juta Per Jemaah Kurangi Beban Pelunasan Haji 2027
Subsidi Pemerintah Rp 3 Juta Per Jemaah Kurangi Beban Pelunasan Haji 2027
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar