Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Maila Dinia Husni Rahiem dan Saiful Mujani, kembali masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 dalam kategori dampak sitasi tahunan.
Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar berharap capaian tersebut mendorong sivitas akademika menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Capaian ini membanggakan dan patut diapresiasi. Kami berharap prestasi Prof. Maila dan Prof. Saiful menginspirasi sivitas akademika untuk terus menghasilkan riset berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” ujar Asep dikutip dari laman Kemenag, Senin (12/10/2026).
Baca juga: Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Daftar tersebut menggunakan basis data indikator sitasi yang dikembangkan John PA Ioannidis dari Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository.
Kategori tahunan pada pemutakhiran 2026 menggunakan data sitasi selama 2025.
Indikator kompositnya memperhitungkan dampak sitasi dan kepengarangan untuk menggambarkan pengaruh karya ilmiah.
Berdasarkan data TOPSCINET yang dirilis pada 8 Oktober 2026, Maila masuk daftar tersebut selama empat tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2026.
Di antara ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum dalam daftar itu, Maila menempati urutan kedua pada subbidang pendidikan dan ketiga pada bidang ilmu sosial. Secara global, ia berada di sekitar 1,2 persen teratas peneliti bidang pendidikan.
Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial tersebut meneliti kehidupan anak, resiliensi, pengalaman menghadapi bencana, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Salah satu penelitiannya membahas kerentanan perempuan dalam tsunami Aceh 2004. Artikel yang ditulis bersama Robin Ersing dari University of South Florida itu diterbitkan dalam International Journal of Disaster Risk Reduction pada 2021.
Baca juga: Daftar 10 Lembaga Mitra Kemenag untuk Mengikuti Bimbingan Perkawinan, Cantin Tak Harus ke KUA
Penelitian tersebut mengkaji pengalaman 27 penyintas yang masih berusia anak-anak ketika tsunami terjadi. Kajian ini membahas pengaruh tanggung jawab keluarga, norma sosial, dan pengetahuan keselamatan terhadap kerentanan perempuan.
Hasil penelitian itu kemudian menjadi rujukan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) dalam materi kampanye Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023.
Dalam bidang pendidikan anak usia dini, Maila menulis artikel Storytelling in Early Childhood Education: Time to Go Digital. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran berbasis cerita serta kemampuan guru menggunakannya agar anak lebih aktif dan terlibat.
Selain menjalankan tugas akademik, Maila menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru.
Sementara itu, Saiful Mujani merupakan Guru Besar Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta.
Penelitiannya mencakup opini publik, perilaku pemilih, dan demokratisasi. Ia menggunakan pendekatan survei untuk memahami hubungan masyarakat, agama, dan kehidupan demokrasi.
Melalui Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga yang didirikannya pada 2011, Saiful mengembangkan penelitian opini publik di tingkat nasional dan daerah, termasuk kecenderungan pilihan politik serta aspirasi masyarakat.
Di lingkungan akademik, ia juga mengajar metode kuantitatif terapan dan mendampingi peneliti muda.
Secara nasional, TOPSCINET mencatat 272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia dalam daftar tahunan 2026.
Jumlah itu meningkat dari 92 ilmuwan pada 2023, 150 pada 2024, dan 209 pada 2025.
Asep mengatakan, capaian kedua akademisi tersebut menjadi dorongan bagi UIN Jakarta untuk memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, dan pembinaan peneliti muda.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.