Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 06:05 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh.

Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama, 1 Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan Senin, 12 Oktober 2026.

Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Tidak ada ketentuan ibadah khusus yang secara spesifik diwajibkan pada bulan ini.

Namun, umat Islam dapat mengisinya dengan ibadah yang dianjurkan sepanjang tahun, seperti puasa sunnah tiga hari setiap bulan, salat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak sedekah.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1448 H

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Berdasarkan kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah, jadwal Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan tanggal berikut.

Baca juga: Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?

13 Jumadil Awal 1448 H : Sabtu, 24 Oktober 2026
14 Jumadil Awal 1448 H : Minggu, 25 Oktober 2026 
15 Jumadil Awal 1448 H : Senin, 26 Oktober 2026 

Tanggal tersebut mengacu pada kalender yang dirujuk dan dapat berbeda apabila terdapat perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kalender atau ketetapan yang diikuti.

Dalil Puasa Ayyamul Bidh dalam Hadis

Anjuran puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Dzar RA. Hadis tersebut tercantum dalam Jami' at-Tirmidzi No. 761.

لَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Yā Abā Dzarr, idzā shumta minasy-syahri tsalātsata ayyāmin fa shum tsalātsa 'asyrata wa arba'a 'asyrata wa khamsa 'asyrata.

Artinya: “Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR Tirmidzi, 761).

Baca juga: Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap bulan.

Pelaksanaannya tidak terbatas pada Jumadil Awal, tetapi dapat dilakukan sepanjang tahun Hijriah, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Keutamaan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Anjuran berpuasa tiga hari setiap bulan juga tercantum dalam Sahih al-Bukhari nomor 1981.

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berwasiat kepadanya untuk menjalankan tiga amalan, salah satunya berpuasa tiga hari setiap bulan.

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Awṣānī khalīlī ṣallallāhu 'alaihi wa sallama bitsalātsin: ṣiyāmi tsalātsati ayyāmin min kulli syahr, wa rak'atayid-ḍuḥā, wa an ū tira qabla an anām.

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat salat Duha, dan melaksanakan salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari, Sahih al-Bukhari 1981).

Baca juga: Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Dengan menjalankan Ayyamul Bidh, umat Islam dapat membiasakan ibadah secara rutin tanpa harus berpuasa sepanjang bulan.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan puasa. Untuk puasa Ayyamul Bidh, niat dapat dihadirkan dalam hati.

Berikut lafal niat yang dicantumkan NU Online dalam pembahasan tata cara puasa Ayyamul Bidh.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi lillāhi ta'ālā.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.”

Melansir laman NU Online, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu zawal, dengan syarat seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Untuk memastikan tata caranya sesuai dengan fikih yang diikuti, umat Islam dapat merujuk kepada ulama atau lembaga keagamaan tepercaya.

Baca juga: Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang

Mengisi Jumadil Awal dengan Ibadah Sunnah

Jumadil Awal dapat menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan beribadah secara konsisten.

Selain puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dapat mengerjakan puasa Senin-Kamis, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Tidak ada keharusan mengkhususkan amalan tertentu hanya karena memasuki Jumadil Awal.

Hal yang lebih penting ialah menjalankan ibadah berdasarkan tuntunan yang memiliki landasan jelas.

Dengan mengetahui jadwal Ayyamul Bidh sejak awal bulan, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa sunnah tersebut.

Penyesuaian tanggal dengan kalender Hijriah yang diikuti juga diperlukan agar pelaksanaannya sesuai dengan penetapan awal bulan setempat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar