KOMPAS.com - Bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh.
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama, 1 Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan Senin, 12 Oktober 2026.
Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Tidak ada ketentuan ibadah khusus yang secara spesifik diwajibkan pada bulan ini.
Namun, umat Islam dapat mengisinya dengan ibadah yang dianjurkan sepanjang tahun, seperti puasa sunnah tiga hari setiap bulan, salat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak sedekah.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Berdasarkan kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah, jadwal Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan tanggal berikut.
Baca juga: Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
13 Jumadil Awal 1448 H : Sabtu, 24 Oktober 2026
14 Jumadil Awal 1448 H : Minggu, 25 Oktober 2026
15 Jumadil Awal 1448 H : Senin, 26 Oktober 2026
Tanggal tersebut mengacu pada kalender yang dirujuk dan dapat berbeda apabila terdapat perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kalender atau ketetapan yang diikuti.
Anjuran puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Dzar RA. Hadis tersebut tercantum dalam Jami' at-Tirmidzi No. 761.
لَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Yā Abā Dzarr, idzā shumta minasy-syahri tsalātsata ayyāmin fa shum tsalātsa 'asyrata wa arba'a 'asyrata wa khamsa 'asyrata.
Artinya: “Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR Tirmidzi, 761).
Baca juga: Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap bulan.
Pelaksanaannya tidak terbatas pada Jumadil Awal, tetapi dapat dilakukan sepanjang tahun Hijriah, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa.
Anjuran berpuasa tiga hari setiap bulan juga tercantum dalam Sahih al-Bukhari nomor 1981.
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berwasiat kepadanya untuk menjalankan tiga amalan, salah satunya berpuasa tiga hari setiap bulan.
أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ
Awṣānī khalīlī ṣallallāhu 'alaihi wa sallama bitsalātsin: ṣiyāmi tsalātsati ayyāmin min kulli syahr, wa rak'atayid-ḍuḥā, wa an ū tira qabla an anām.
Artinya: “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat salat Duha, dan melaksanakan salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari, Sahih al-Bukhari 1981).
Baca juga: Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Dengan menjalankan Ayyamul Bidh, umat Islam dapat membiasakan ibadah secara rutin tanpa harus berpuasa sepanjang bulan.
Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan puasa. Untuk puasa Ayyamul Bidh, niat dapat dihadirkan dalam hati.
Berikut lafal niat yang dicantumkan NU Online dalam pembahasan tata cara puasa Ayyamul Bidh.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi lillāhi ta'ālā.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.”
Melansir laman NU Online, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu zawal, dengan syarat seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Untuk memastikan tata caranya sesuai dengan fikih yang diikuti, umat Islam dapat merujuk kepada ulama atau lembaga keagamaan tepercaya.
Baca juga: Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Jumadil Awal dapat menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan beribadah secara konsisten.
Selain puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dapat mengerjakan puasa Senin-Kamis, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Tidak ada keharusan mengkhususkan amalan tertentu hanya karena memasuki Jumadil Awal.
Hal yang lebih penting ialah menjalankan ibadah berdasarkan tuntunan yang memiliki landasan jelas.
Dengan mengetahui jadwal Ayyamul Bidh sejak awal bulan, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa sunnah tersebut.
Penyesuaian tanggal dengan kalender Hijriah yang diikuti juga diperlukan agar pelaksanaannya sesuai dengan penetapan awal bulan setempat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.