Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Hari Rabu dalam Islam, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa

Kompas.com, 14 Oktober 2026, 05:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Hari Rabu disebut memiliki sejumlah keutamaan dalam beberapa riwayat dan penjelasan ulama.

Mulai dari anjuran berdoa di waktu antara Dzuhur dan Ashar, hingga pandangan tentang waktu yang baik untuk memulai kegiatan.

Sejumlah ulama juga mengaitkan hari Rabu dengan kesempurnaan dalam memulai sesuatu, termasuk menuntut ilmu.

Baca juga: Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Apa Keutamaan Hari Rabu dalam Islam?

Dalam bahasa Arab, hari Rabu disebut الْأَرْبِعَاء (Al-Arbi'a'). Adapun penyebutan lengkapnya adalah يَوْمُ الْأَرْبِعَاءِ (Yaumul Arbi'a') yang berarti hari Rabu.

Dilansir dari laman NU Online Jawa Timur, salah satu amalan yang dibahas dalam riwayat tentang keutamaan hari Rabu adalah berdoa pada waktu antara Zuhur dan Ashar. Keterangan tersebut disebutkan dalam kitab Syu’ab al-Iman karya Imam al-Baihaqy.

Baca juga: 5 Doa Mustajab Rasulullah SAW untuk Diamalkan Setiap Hari, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِنَّ الدُّعَآءَ يُسْتَجَابُ يَوْمَ الْأرْبِعَآءِ بَعْدَ الزَّوَالِ

Artinya: Sesungguhnya doa akan dikabulkan di hari Rabu setelah tergelincirnya matahari.

Riwayat lain yang disampaikan oleh sahabat Jabir RA juga menjelaskan peristiwa ketika Rasulullah SAW berdoa di masjid al-Ahzab pada waktu antara Zuhur dan Ashar.

إِنَّ النَّبِيَّ e أَتَى مَسْجِدَ الْأَحْزَابِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الثُّلَاثَآءِ وَيَوْمَ الْأَرْبِعَآءِ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ, فَوَضَعَ رِدَآءَهُ فَقَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُوْ عَلَيْهِمْ أَيِ الْكُفَّارِ فَرَأَيْنَا الْبِشْرَ فِي وَجْهِهِ

Artinya: Pernah suatu ketika Rasulullah SAW mendatangi masjid al-Ahzab di hari Senin, Selasa dan Rabu di antara waktu Dhuhur dan Ashar. Kemudian meletakkan selendangnya, lalu berdiri dan mengangkat kedua tangannya sambil mendoakan supaya orang-orang kafir mendapatkan siksa. Kemudian saya melihat nampak wajah gembira dari raut wajah Nabi.

Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai keutamaan berdoa pada hari Rabu, khususnya setelah matahari tergelincir.

Namun, penilaian terhadap kekuatan riwayat perlu merujuk pada kajian hadis agar keutamaannya tidak dipahami sebagai kepastian bahwa setiap doa pada waktu tersebut pasti dikabulkan.

Mengapa Hari Rabu Dianggap Baik untuk Memulai Sesuatu?

Selain pembahasan tentang doa, hari Rabu juga disebut dalam sejumlah kitab sebagai waktu yang baik untuk memulai kegiatan.

Pengarang kitab al-Hidayah menjelaskan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari Rabu akan memperoleh kesempurnaan. Hari tersebut juga dikaitkan dengan penciptaan cahaya atau nur oleh Allah SWT.

Imam ad-Dailamy meriwayatkan hadis marfu’ dari sahabat Jabir RA mengenai menanam pohon pada hari Rabu. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ غَرَسَ الْأَشْجَارَ يَوْمَ الْأَرْبِعَآءِ وَقَالَ سُبْحَانَ الْبَاعِثِ الْوَارِثِ أَتَتْ أُكُلُهَا

Artinya: Barangsiapa menanam pepohonan di hari Rabu dan berdoa سُبْحَانَ الْبَاعِثِ الْوَارِثِ maka akan bisa berbuah.

Pandangan tentang hari Rabu sebagai waktu yang baik untuk memulai sesuatu juga disebutkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim. Kitab tersebut memuat keterangan:

ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم

Artinya: Tiada segala sesuatu yang dimulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna. (Ta'limul Muta'allim)

Keterangan tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan bagi sebagian ulama dalam memilih hari untuk memulai berbagai kegiatan, seperti bekerja, berdagang, membuka toko, berkebun, membangun rumah, mengadakan pengajian, hingga menuntut ilmu.

Mengapa Hari Rabu Dipilih untuk Memulai Belajar?

Lebih lanjut, dalam kitab Ta’limul Muta’allim, hari Rabu dibahas sebagai salah satu hari yang baik untuk memulai kegiatan, termasuk belajar.

Syaikhul Islam Burhanuddin memilih hari Rabu sebagai waktu untuk memulai belajar dengan berpedoman pada keterangan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari tersebut akan menjadi sempurna.

Pilihan serupa juga dilakukan oleh Abu Hanifah. Alasannya dijelaskan melalui keterangan berikut:

ﻭﻫﺬﺍ ﻷﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎﺀ ﻳﻮﻡ ﺧﻠﻖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﻮﺭ، ﻭﻫﻮ ﻳﻮﻡ ﻧﺤﺲ ﻓﻰ ﺣﻖ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ

Artinya: Dikarenakan hari Rabu adalah hari terciptanya cahaya dan merupakan hari sial bagi kaum kafir, sehingga hari ini berkah bagi kaum mukminin.

Selain hari Rabu, hari Senin juga disebut memiliki keistimewaan untuk memulai belajar. Perbedaannya, hari Senin lebih dikhususkan untuk kegiatan menuntut ilmu, sedangkan hari Rabu dipandang lebih luas untuk memulai berbagai aktivitas.

Syaikh Hamdani juga disebut sebagai salah satu ulama yang memilih hari Rabu untuk memulai kegiatan baik, termasuk menuntut ilmu.

Penutup

Sejumlah riwayat dan keterangan ulama membahas keutamaan hari Rabu, terutama terkait doa setelah matahari tergelincir dan waktu untuk memulai kegiatan baik.

Hari Rabu juga dipilih oleh sebagian ulama sebagai waktu memulai belajar, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’allim.

Meski demikian, kesungguhan, konsistensi, dan ikhtiar tetap menjadi hal penting dalam menjalankan setiap kegiatan, tanpa bergantung semata-mata pada pemilihan hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
Aktual
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Aktual
Haruskah Pengantin Perempuan Hadir Saat Akad Nikah? Ini Penjelasan Fikih dan Aturannya
Haruskah Pengantin Perempuan Hadir Saat Akad Nikah? Ini Penjelasan Fikih dan Aturannya
Aktual
Muhammadiyah Bersiap Bangun SD di Mesir, Regulasi dan Pembiayaan Jadi Perhatian
Muhammadiyah Bersiap Bangun SD di Mesir, Regulasi dan Pembiayaan Jadi Perhatian
Aktual
Keutamaan Hari Rabu dalam Islam, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Keutamaan Hari Rabu dalam Islam, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Aktual
Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?
Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?
Aktual
Pengamat Sarankan Tunda Keberangkatan Umrah hingga Konflik Mereda
Pengamat Sarankan Tunda Keberangkatan Umrah hingga Konflik Mereda
Aktual
Kemenag Beri Bonus Rp 25 Juta kepada Fauji Ridwan, Juara Tilawah Al-Qur’an Internasional
Kemenag Beri Bonus Rp 25 Juta kepada Fauji Ridwan, Juara Tilawah Al-Qur’an Internasional
Aktual
Menag Tekankan Jaga Marwah Ulama dalam Rekrutmen Majelis Masyayikh 2026–2031
Menag Tekankan Jaga Marwah Ulama dalam Rekrutmen Majelis Masyayikh 2026–2031
Aktual
Menag Minta Data Madrasah dan Pesantren Sinkron, Legalitas Ijazah Jadi Perhatian
Menag Minta Data Madrasah dan Pesantren Sinkron, Legalitas Ijazah Jadi Perhatian
Aktual
Sekjen Kemenag Resmi Melantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Sekjen Kemenag Resmi Melantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Siapkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid
Menag Nasaruddin Umar Siapkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid
Aktual
4 Bulan Haram dalam Kalender Hijriah: Daftar, Urutan, dan Dalilnya
4 Bulan Haram dalam Kalender Hijriah: Daftar, Urutan, dan Dalilnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar