Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Nasaruddin Umar Siapkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 21:04 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki program kursus bahasa Inggris gratis di masjid-masjid seluruh Indonesia untuk memperluas akses pendidikan bahasa bagi masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan gagasan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?

Apa Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid?

Program kursus bahasa Inggris gratis di masjid merupakan gagasan jangka panjang yang disiapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memperluas akses pembelajaran bahasa asing di luar institusi pendidikan formal.

Melalui inisiatif ini, masjid diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bahasa yang mudah dijangkau masyarakat.

Baca juga: Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI

Menag menilai, pengembangan literasi bahasa asing tidak cukup hanya menyasar lembaga pendidikan formal, seperti madrasah.

Akses pembelajaran juga perlu diperluas melalui pusat-pusat keagamaan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan menguasai bahasa internasional.

"Kita memiliki lebih dari 800.000 masjid di Indonesia. Saya memiliki program di masa depan untuk meminta seluruh imam atau seluruh masjid di Indonesia membuka kursus bahasa Inggris gratis," ungkap Menag Nasaruddin Umar dalam acara kolaborasi pendidikan bersama British Council di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Mengapa Kemenag Ingin Mengadakan Kursus Bahasa Inggris di Masjid?

Kemenag ingin memperluas kesempatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menguasai bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Penguasaan bahasa internasional dinilai dapat membantu siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri ketika berinteraksi di tingkat global.

Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Imam Nasional, menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bahasa Inggris.

Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi salah satu aset untuk meningkatkan kualitas SDM dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Dengan memanfaatkan masjid sebagai pusat pembelajaran, gagasan ini diarahkan untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses memadai terhadap kursus bahasa asing.

Siapa yang Mendukung Kolaborasi Pendidikan Ini?

Gagasan penguatan pendidikan bahasa tersebut sejalan dengan Kemitraan Strategis RI-Inggris, khususnya pada bidang pengembangan masyarakat dan sumber daya manusia.

Deputy Head of Mission British Embassy Jakarta Fiona Richie menyebut kolaborasi pendidikan sebagai bagian dari komitmen kedua negara untuk berinvestasi pada potensi manusia.

"Ini adalah visi lintas generasi yang dibangun di atas nilai-nilai bersama, rasa saling menghormati, dan keyakinan nyata akan potensi besar yang dapat digapai oleh kedua negara bersama-sama. Ini adalah tentang investasi pada manusia, bukan sekadar pada institusi," ujar Richie.

Peran British Council dalam Pengembangan SDM

Country Director for Indonesia and Director of Southeast Asia of the British Council Summer Xia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa dalam membuka peluang internasional bagi masyarakat Indonesia.

Keterampilan bahasa dapat mendukung generasi muda yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri maupun memperluas pengalaman di lingkungan global.

Melalui dukungan pendidikan berkelanjutan, Kemenag dan Pemerintah Inggris berupaya memperkuat keterampilan bahasa dan antarbudaya generasi muda Indonesia.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu mereka memanfaatkan peluang internasional sekaligus memperkenalkan kisah sukses Indonesia kepada dunia.

Kapan dan Bagaimana Program Kursus Bahasa Inggris di Masjid Dilaksanakan?

Nasaruddin Umar menyampaikan program kursus bahasa Inggris gratis di masjid sebagai gagasan untuk masa depan.

Namun, dalam keterangan yang disampaikan, belum disebutkan jadwal pelaksanaan, tahapan program, maupun mekanisme penyelenggaraan kursus tersebut.

Gagasan itu mencakup pelibatan imam dan masjid di seluruh Indonesia untuk membuka akses pembelajaran bahasa Inggris secara gratis.

Jika dikembangkan, inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan bahasa sekaligus mendukung peningkatan kualitas SDM.

Inisiatif yang disampaikan Nasaruddin Umar tersebut sejalan dengan kerja sama pendidikan Indonesia-Inggris untuk membuka peluang internasional bagi generasi muda.

Meski demikian, jadwal dan mekanisme pelaksanaan program masih belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Pengamat Sarankan Tunda Keberangkatan Umrah hingga Konflik Mereda
Pengamat Sarankan Tunda Keberangkatan Umrah hingga Konflik Mereda
Aktual
Kemenag Beri Bonus Rp 25 Juta kepada Fauji Ridwan, Juara Tilawah Al-Qur’an Internasional
Kemenag Beri Bonus Rp 25 Juta kepada Fauji Ridwan, Juara Tilawah Al-Qur’an Internasional
Aktual
Menag Tekankan Jaga Marwah Ulama dalam Rekrutmen Majelis Masyayikh 2026–2031
Menag Tekankan Jaga Marwah Ulama dalam Rekrutmen Majelis Masyayikh 2026–2031
Aktual
Menag Minta Data Madrasah dan Pesantren Sinkron, Legalitas Ijazah Jadi Perhatian
Menag Minta Data Madrasah dan Pesantren Sinkron, Legalitas Ijazah Jadi Perhatian
Aktual
Sekjen Kemenag Resmi Melantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Sekjen Kemenag Resmi Melantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Siapkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid
Menag Nasaruddin Umar Siapkan Program Kursus Bahasa Inggris Gratis di Masjid
Aktual
4 Bulan Haram dalam Kalender Hijriah: Daftar, Urutan, dan Dalilnya
4 Bulan Haram dalam Kalender Hijriah: Daftar, Urutan, dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Berandai-andai Saat Menghadapi Kesulitan Hidup? Ini Hukumnya dalam Islam
Bolehkah Berandai-andai Saat Menghadapi Kesulitan Hidup? Ini Hukumnya dalam Islam
Aktual
4 Dosa yang Balasannya Disegerakan di Dunia, Salah Satunya Berlaku Zalim
4 Dosa yang Balasannya Disegerakan di Dunia, Salah Satunya Berlaku Zalim
Aktual
Benarkah Orang Beriman Masuk Neraka Dulu Sebelum ke Surga? Ini Penjelasan Hadis
Benarkah Orang Beriman Masuk Neraka Dulu Sebelum ke Surga? Ini Penjelasan Hadis
Aktual
Kemenag Sleman Gandeng DMI dan BAZNAS Ajak Gen Z Makmurkan Masjid
Kemenag Sleman Gandeng DMI dan BAZNAS Ajak Gen Z Makmurkan Masjid
Aktual
 Muhammadiyah: Ayah Bukan Mesin ATM, Anak Butuh Kehadiran dan Keteladanan
Muhammadiyah: Ayah Bukan Mesin ATM, Anak Butuh Kehadiran dan Keteladanan
Aktual
Abu Talhah Al-Anshari, Sahabat yang Sedekahkan Kebun Kesayangannya
Abu Talhah Al-Anshari, Sahabat yang Sedekahkan Kebun Kesayangannya
Aktual
 Hukum Menggunakan Barang Milik Bersama Tanpa Izin, Bagaimana dalam Islam?
Hukum Menggunakan Barang Milik Bersama Tanpa Izin, Bagaimana dalam Islam?
Aktual
Membawa Pulang Makanan dari Acara Tanpa Izin, Bagaimana Hukumnya?
Membawa Pulang Makanan dari Acara Tanpa Izin, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar