Editor
KOMPAS.com - Pertanyaan mengenai apakah seorang Muslim harus masuk neraka terlebih dahulu sebelum masuk surga kerap menjadi perbincangan di masyarakat.
Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa sebagian orang beriman dapat dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke surga karena masih memiliki iman di dalam hatinya.
Penjelasan mengenai hal ini dapat ditemukan dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim yang menggambarkan keadaan orang beriman di akhirat, termasuk mereka yang dikeluarkan dari neraka. Lalu, bagaimana penjelasan lengkapnya?
Baca juga: Ahli Ibadah Masuk Neraka, Pelajaran Penting dari Lisan dan Akhlak
Dilansir dari laman Muhammadiyah, dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya akan masuk surga, meskipun sebagian di antaranya harus menjalani siksa neraka terlebih dahulu.
Orang beriman yang melakukan dosa dapat menerima balasan atas perbuatannya di akhirat.
Namun, berdasarkan hadis, sebagian dari mereka yang memiliki iman akan dikeluarkan dari neraka atas kehendak Allah SWT, kemudian dimasukkan ke surga.
Baca juga: Tragedi Kesalehan Semu: Tiga Sosok yang Pertama Dilempar ke Neraka
Penjelasan tersebut merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri RA berikut ini.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللهُ عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوِ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ. [رواه البخاري: 21 ومسلم: 270]
Artinya: “Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, dari Nabi saw, ia bersabda: Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala memerintahkan: Keluarkan dari neraka orang-orang yang dalam hatinya ada iman seberat biji sawi. Maka dikeluarkanlah mereka dari neraka yang warna (badannya) benar-benar hitam, lalu dimasukkan kedalam sungai hidup atau sungai kehidupan, lalu tumbuhlah mereka seperti biji yang tumbuh setelah air bah, adakah engkau tidak melihatnya, sesungguhnya ia keluar bewarna kuning yang melilit.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]
Hadis tersebut menggambarkan bahwa orang-orang yang masih memiliki iman, meskipun seberat biji sawi, dapat dikeluarkan dari neraka atas perintah Allah SWT. Mereka kemudian mengalami pemulihan sebelum akhirnya masuk surga.
Penjelasan mengenai orang beriman yang keluar dari neraka juga terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud RA. Hadis ini menceritakan seseorang yang menjadi orang terakhir keluar dari neraka sekaligus orang terakhir masuk surga.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِي أَوْ تَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً . [رواه البخاري: 6086 ومسلم: 272)
Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud ra, berkata: bersabda Nabi saw: Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui penduduk neraka terakhir masuk neraka dan penduduk surga terakhir masuk surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dengan merangkak, maka Allah memerintahkan (kepada orang itu): “Pergilah dan masuklah ke surga!” Laki-laki itu mendatangi surga itu sambil mengkhayalkan bahwa surga itu telah penuh. Lalu ia kembali dan berkata: “Wahai Tuhan aku dapati surga itu telah penuh.” Allah memerintahkan: “Pergilah dan masuklah ke surga!” Maka ia mendatanginya sambil mengkhayalkan bahwa surga itu telah penuh. Lalu ia kembali dan berkata: “Wahai Tuhan aku dapati surga itu telah penuh.” Maka Allah berfirman: “Pergilah dan masuklah ke surga, maka sesungguhnya (surga) itu semisal dunia dan sepuluh kalinya atau sesungguhnya surga itu sepuluh kali dunia.” Laki-laki itu berkata: “Engkau mengejek dan menertawakanku sedangkan Engkau pemilik(nya).” Aku (Ibnu Mas’ud) melihat Rasulullah tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Dan pernah pula dikatakan: “Yang demikian itu adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]
Hadis tersebut menceritakan bagaimana Allah SWT memerintahkan seseorang yang terakhir keluar dari neraka untuk masuk ke surga. Meski sempat mengira surga telah penuh, orang itu akhirnya mendapatkan tempat dengan kenikmatan yang digambarkan setara dengan dunia dan sepuluh kali lipatnya.
Kedua hadis di atas menjelaskan bahwa ada orang beriman yang masuk neraka terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk surga. Mereka dikeluarkan dari neraka atas kehendak Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis tersebut.
Lamanya seseorang menjalani siksa neraka tidak dirinci secara pasti dalam kedua hadis itu.
Karena itu, penjelasan mengenai urutan masuk neraka dan surga perlu dipahami berdasarkan keterangan hadis, bukan sebagai kepastian bahwa setiap Muslim harus mengalami siksa neraka terlebih dahulu.
Banyak hadis lain yang memiliki makna serupa dengan kedua hadis tersebut. Lebih lanjut, untuk memahaminya maka dapat merujuk al-Lu’lu’ wal-Marjan, hadits nomor 118, 119, 120, dan seterusnya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.