Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI

Kompas.com, 9 Oktober 2026, 07:41 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya memperbarui pendekatan penyampaian nilai-nilai agama kepada generasi muda di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital.

Menurut Nasaruddin, pembinaan keagamaan perlu memanfaatkan literasi yang relevan dengan media sosial dan kehidupan masyarakat modern agar ajaran agama tetap dapat dipahami dan diterapkan.

“Oleh karena itu, strategi dakwah dan pembinaan keagamaan dituntut untuk bertransformasi agar tetap kontekstual dan adaptif,” kata Nasaruddin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Konfusianisme ASEAN-Tiongkok Ke-5 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Baca juga: Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat

Forum yang diikuti tokoh agama lintas negara tersebut membahas penguatan budi pekerti dalam menghadapi perubahan zaman.

Nasaruddin mengatakan, penyampaian ajaran agama tidak cukup hanya mengajak umat berpegang pada tradisi masa lalu. Pendekatannya juga perlu menjawab tantangan yang muncul seiring kemajuan teknologi.

Ia menilai perubahan yang cepat dapat menimbulkan kebingungan bagi umat beragama ketika harus menjaga tradisi sekaligus menghadapi tuntutan masa depan.

Budi pekerti di tengah perkembangan AI

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Xs. Budi Santoso Tanuwibowo turut menekankan pentingnya menghubungkan nilai agama dengan persoalan masa kini.

Menurut Budi, perkembangan AI yang mulai menggantikan sejumlah peran mekanis manusia perlu diimbangi dengan penguatan moralitas.

“Ketika suatu saat AI mampu menggantikan semua fungsi manusia, apa yang akan dilakukan oleh manusia? Kalau mereka tidak punya budi pekerti, maka yang kalah akan dipinggirkan,” ujar Budi.

Ia menilai budi pekerti diperlukan agar manfaat kemajuan teknologi dapat dirasakan bersama, termasuk oleh kelompok rentan.

Baca juga: Menag: Pendidikan Antikorupsi Harus Dimulai dari Keteladanan Pemimpin

Perbedaan kemampuan intelektual maupun penguasaan teknologi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk meminggirkan orang lain.

“Kalau kita punya budi pekerti, kan kita sama-sama menikmati. Ada perbedaan, tapi tidak sampai membuat orang yang kalah itu terpinggirkan,” kata Budi.

Melalui forum tersebut, Kementerian Agama menyatakan komitmen memperkuat peran lembaga keagamaan dalam menanamkan nilai ketuhanan yang diwujudkan melalui etika sehari-hari.

Penguatan ini diharapkan membantu generasi muda mengembangkan kecakapan teknologi sekaligus menjaga tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Adab Menjaga Rahasia Orang Lain dalam Islam, Jangan Asal Membuka Aib
Adab Menjaga Rahasia Orang Lain dalam Islam, Jangan Asal Membuka Aib
Aktual
PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Mesir, Ada 30 Beasiswa Penuh per Tahun
PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Mesir, Ada 30 Beasiswa Penuh per Tahun
Aktual
Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
Aktual
Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya
Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya
Doa dan Niat
Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?
Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Aktual
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Aktual
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
Aktual
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Aktual
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Aktual
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar