Editor
KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) akan mengoptimalkan jejaring masjid, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan untuk memperluas literasi ekonomi syariah serta memperkuat ekosistem produk halal nasional.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kemandirian ekonomi syariah perlu ditopang kesadaran masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kementerian Agama membawahi pembinaan ormas-ormas keagamaan Islam, pondok pesantren, madrasah, perguruan tinggi keagamaan Islam, serta memiliki Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang di dalamnya terdapat direktorat khusus yang mengurusi zakat dan wakaf,” ujar Nasaruddin dikutip dari MUI Digital, Sabtu (17/10/2026).
Baca juga: Cerita Imah Babaturan 11 Tahun Bertahan hingga Repotnya Mengurus Sertifikasi Halal
Menurut Nasaruddin, luasnya jangkauan layanan keagamaan menjadi modal untuk memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Ia menyebut, jejaring layanan dan pembinaan Kemenag terhubung dengan sekitar 800.000 masjid, lebih dari satu juta imam, majelis taklim, serta Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia.
Selain itu, Kemenag memiliki lebih dari 4.000 satuan kerja dan lebih dari 360.000 pegawai yang dapat mendukung perluasan literasi tersebut.
Nasaruddin menilai, jejaring itu perlu didukung kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan ekonomi syariah menjangkau lebih banyak masyarakat.
Baca juga: Pemerintah Siapkan 1,35 Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyoroti peran ISEF dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi dan menggunakan produk halal.
Menurut dia, penguatan kelembagaan dibutuhkan untuk mengawal ekosistem halal di tengah cepatnya pergerakan barang, jasa, dan aktivitas ekonomi lintas negara.
“Di era globalisasi saat ini, komunikasi lintas batas serta mobilitas transportasi dan ekonomi berlangsung sangat cepat. Karena itu, dibutuhkan penguatan institusi yang berkonsentrasi penuh mengawal ekosistem kehalalan ini,” tuturnya.
Ia menilai, penyelenggaraan ISEF secara rutin dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah sekaligus memperluas penerapan gaya hidup halal dalam keseharian masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.