Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Hari Santri: Menguatkan Negeri dengan Ilmu, Akhlak, dan Keadilan

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 05:37 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk merefleksikan peran santri dalam mengisi kemerdekaan dan membangun masa depan bangsa.

Semangat perjuangan ulama dan santri dapat diteruskan melalui pengabdian yang menjawab persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan dan kebodohan hingga ketidakadilan serta kerusakan lingkungan.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, naskah khutbah Jumat berikut mengajak umat Islam meneladani semangat tersebut dengan memperkuat ilmu, menjaga akhlak, dan membela mereka yang lemah.

Melalui pesan tentang amanah, persaudaraan, dan keadilan, khutbah ini menekankan pentingnya kontribusi santri dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan berkeadaban.

Baca juga: Hari Santri 2026, Gus Kikin Ajak Hidupkan Resolusi Jihad untuk Lawan Kemiskinan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya takut kepada Allah, tetapi kesadaran untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, menjaga amanah, dan menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan.

Bulan ini kita memperingati Hari Santri. Hari Santri bukan sekadar sebuah tanggal dalam kalender. Hari Santri adalah momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan ulama dan santri, sekaligus merenungkan kembali tanggung jawab santri terhadap masa depan bangsa.

Tema Hari Santri Tahun 2026 adalah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini membawa pesan yang sangat dalam. Santri bukan hanya pewaris masa lalu. Santri adalah penanggung jawab masa depan. Pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan

menguatkan negeri? Apakah negeri menjadi kuat hanya karena ekonominya tumbuh? Apakah negeri menjadi kuat hanya karena infrastrukturnya megah? Apakah negeri menjadi kuat hanya karena teknologinya maju? Tentu tidak.

Negeri yang kuat adalah negeri yang masyarakatnya mendapatkan keadilan. Negeri yang kuat adalah negeri yang orang lemahnya tidak ditinggalkan. Negeri yang kuat adalah negeri yang kekuasaan dijalankan sebagai amanah. Negeri yang kuat adalah negeri yang kemajuan dan kemakmurannya dirasakan oleh sebanyak-banyaknya rakyat.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita mengenal 22 Oktober 1945 sebagai momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada saat kemerdekaan yang baru diproklamasikan menghadapi ancaman, para ulama mengeluarkan Resolusi Jihad. Pesantren bergerak. Para santri bergerak. Masyarakat bergerak.

Sejarah itu mengajarkan kepada kita bahwa pesantren tidak pernah berdiri di luar persoalan bangsa. Ketika agama membutuhkan pengabdian, santri hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, santri hadir. Ketika kemerdekaan membutuhkan pengorbanan, santri hadir. Dari sanalah kita belajar bahwa menjadi santri bukan sekadar pandai membaca kitab kuning. Menjadi santri berarti bersedia mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan manusia.

Dulu santri berjihad mempertahankan kemerdekaan. Hari ini santri berjihad mengisi kemerdekaan. Dulu tantangannya adalah penjajahan. Hari ini tantangannya berbeda. Ada kebodohan. Ada kemiskinan. Ada korupsi. Ada ketidakadilan. Ada kesenjangan. Ada perpecahan. Ada kerusakan lingkungan. Ada penyalahgunaan teknologi. Dan ada krisis keteladanan.


Maka jihad santri hari ini harus menemukan bentuk baru. Jihad melawan kebodohan dengan ilmu. Jihad melawan kemiskinan dengan pemberdayaan. Jihad melawan korupsi dengan integritas. Jihad melawan perpecahan dengan persaudaraan. Jihad melawan kerusakan lingkungan dengan menjaga bumi. Dan jihad melawan kezaliman dengan keadilan.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Al-Qur’an mengajarkan kepada kita bahwa keberpihakan kepada mereka yang tertindas adalah bagian dari tanggung jawab orang beriman.

Allah SWT berfirman:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

“Dan mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. An-Nisa ayat 75).

Ayat ini memberikan pelajaran penting. Santri harus berpihak kepada keadilan. Bukan kepada kezaliman. Membela agama bukan berarti membela setiap tindakan orang yang mengatasnamakan agama. Membela bangsa bukan berarti membenarkan semua tindakan orang yang mengatasnamakan bangsa. Menghormati pemimpin bukan berarti membenarkan kesalahan pemimpin. Mencintai kelompok sendiri bukan berarti membenarkan kesalahan kelompok sendiri.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلّٰهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ، وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا، اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ، وَاتَّقُوا اللّٰهَ، إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah ayat 8).

Jemaah yang dirahmati Allah,

Inilah salah satu kekuatan pendidikan pesantren. Pesantren mengajarkan adab. Tetapi adab bukan berarti takut kepada manusia. Pesantren mengajarkan tawaduk. Tetapi tawaduk bukan berarti membiarkan kezaliman. Pesantren mengajarkan taat. Tetapi ketaatan tidak boleh menghilangkan tanggung jawab moral.

Santri harus mampu menghormati tanpa menyembah, mengkritik tanpa menghina, berbeda tanpa membenci, dan membela tanpa membabi buta. Santri harus membela kebenaran karena kebenarannya, bukan karena siapa yang menyampaikannya.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” juga mengajak kita melihat masa depan Indonesia. Indonesia Emas tidak dapat diwujudkan hanya dengan pembangunan fisik. Indonesia Emas membutuhkan manusia yang unggul, berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

Di sinilah pesantren memiliki peran penting. Pesantren harus melahirkan santri yang kuat ilmu agamanya, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman. Santri yang memahami kitab kuning, tetapi tidak gagap menghadapi teknologi. Santri yang memahami turats, tetapi mampu berdialog dengan ilmu pengetahuan modern. Santri yang memiliki spiritualitas, tetapi juga mempunyai keterampilan. Santri yang saleh secara pribadi, tetapi juga bermanfaat secara sosial.

Dalam konteks pembangunan nasional, Asta Cita membuka ruang pengabdian yang luas bagi santri. Ketika bangsa memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan kehidupan kebangsaan, santri hadir membawa tradisi ukhuwah, persaudaraan, dan toleransi.

Ketika bangsa membangun kemandirian pangan, energi, dan air, pesantren dapat menjadi pusat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika bangsa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pesantren memiliki pengalaman panjang dalam mendidik manusia.

Ketika ekonomi nasional bergerak menuju hilirisasi dan ekonomi hijau, pesantren dapat menjadi pusat kewirausahaan sekaligus penjaga lingkungan. Ketika reformasi hukum dan birokrasi diperkuat, nilai amanah, integritas, kejujuran, dan khidmah yang diajarkan pesantren harus hadir dalam kehidupan publik. Ketika persatuan dan keamanan bangsa harus dijaga, santri harus menjadi kekuatan yang merawat kedamaian. Dan ketika Indonesia memainkan peran lebih besar di dunia, santri dapat membawa wajah Islam Indonesia yang damai, berkeadaban, dan menghargai kemanusiaan.

Namun jemaah yang dimuliakan Allah,

Jangan sampai kita memahami pembangunan hanya sebagai pembangunan benda. Bangsa pada akhirnya dibangun oleh manusia. Jalan boleh lebar, tetapi kalau manusianya sempit hati, negeri tidak akan menjadi besar. Gedung boleh tinggi, tetapi kalau kejujuran runtuh, bangsa kehilangan fondasi. Teknologi boleh canggih, tetapi kalau akhlak tertinggal, kemajuan dapat berubah menjadi masalah. Ekonomi boleh tumbuh, tetapi kalau keadilan tidak tumbuh bersamanya, kemajuan hanya dinikmati oleh sebagian orang.

Karena itu, Indonesia Emas harus menjadi Indonesia yang maju sekaligus berkeadilan. Indonesia yang kuat tetapi tidak menindas. Indonesia yang makmur tetapi tidak meninggalkan orang miskin. Indonesia yang modern tetapi tidak kehilangan adab. Indonesia yang maju tetapi tetap memiliki hati nurani.

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita warisi semangat Resolusi Jihad. Bukan hanya tanggalnya. Bukan hanya seremoninya. Bukan hanya atributnya. Tetapi keberaniannya. Keberanian untuk berbuat. Keberanian untuk berkorban. Keberanian untuk membela yang lemah. Keberanian untuk mengatakan yang benar adalah benar. Dan keberanian untuk mengatakan yang zalim adalah zalim.

Sebab jihad pada hari ini adalah jihad pengabdian. Jihad mencerdaskan. Jihad memberdayakan. Jihad menyejahterakan. Jihad menjaga persatuan. Jihad menjaga lingkungan. Jihad menjaga amanah. Dan jihad menegakkan keadilan.

Semoga Allah menjadikan kita bagian dari generasi yang mampu mengisi kemerdekaan dengan amal saleh. Semoga para santri menjadi generasi yang mampu menyambungkan warisan ulama dengan kebutuhan zaman. Dan semoga Indonesia menjadi negeri yang maju, adil, makmur, dan berkeadaban.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَىٰ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita peringati Hari Santri ini dengan memperbarui tekad pengabdian. Jangan hanya menjadi generasi yang bangga dengan sejarah santri. Jadilah generasi yang meneruskan perjuangan santri.

Dulu santri mempertahankan kemerdekaan. Hari ini santri harus mengisi kemerdekaan. Dulu santri melawan penjajahan. Hari ini santri melawan kebodohan. Dulu santri berjuang dengan keberanian. Hari ini santri harus berjuang dengan ilmu, akhlak, kerja keras, kreativitas, dan pengabdian.

Semoga ilmu pesantren menjadi ilmu yang hidup. Ilmu yang menerangi. Ilmu yang memberdayakan. Ilmu yang mempersatukan. Ilmu yang menghadirkan kemaslahatan.
Marilah kita berdoa kepada Allah SWT.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ عُلَمَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا، وَأَصْلِحْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا، وَأَصْلِحْ شَبَابَنَا وَشَابَّاتِنَا
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ إِنْدُونِيسِيَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاحْفَظْ وَحْدَتَهَا وَسَلَامَتَهَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِ أَبْنَائِهَا
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَأَخْلَاقًا كَرِيمَةً
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ
اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِخِدْمَةِ الدِّينِ وَالْوَطَنِ وَالْإِنْسَانِ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ شَبَابَنَا شَبَابًا صَالِحًا، وَاجْعَلْ شَبَابَ الْمُسْلِمِينَ سَبَبًا لِخَيْرِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ
اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِحِفْظِ وَحْدَةِ إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَبْنَاءِ هَذَا الْوَطَنِ الَّذِينَ يَخْدُمُونَ الْبِلَادَ وَالْعِبَادَ بِالْعِلْمِ وَالْأَخْلَاقِ وَالْأَمَانَةِ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا مُتَقَدِّمًا، عَادِلًا، مُزْدَهِرًا، وَمُبَارَكًا، وَاجْعَلْ أَهْلَهَا أَهْلَ تَقْوَىً وَأَمَانَةٍ وَمَحَبَّةٍ
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا دِينَنَا، وَاحْفَظْ عَلَيْنَا وَطَنَنَا، وَاحْفَظْ عَلَيْنَا أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاجْعَلْنَا سَبَبًا لِخَيْرِ هَذَا الْبَلَدِ وَصَلَاحِهِ

Ya Allah,
Jadikanlah kami santri yang tidak hanya pandai membaca kitab, tetapi mampu membaca keadaan. Jadikanlah kami manusia yang tidak hanya pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi mampu mengerjakannya. Jadikanlah kami orang-orang yang berani membela kebenaran, membela mereka yang dizalimi, dan menolak kezaliman. Jadikanlah ilmu kami bermanfaat bagi masyarakat. Jadikanlah amal kami bermanfaat bagi bangsa. Jadikanlah hidup kami bagian dari jalan menuju Indonesia yang lebih adil dan lebih beradab.

Ya Allah,
Berikanlah kepada negeri kami pemimpin-pemimpin yang amanah, rakyat yang bersatu, generasi muda yang berilmu, dan masyarakat yang saling menyayangi. Jauhkan bangsa kami dari perpecahan, kebencian, keserakahan, korupsi, dan segala bentuk kezaliman. Jadikan Indonesia negeri yang kuat tanpa menindas. Negeri yang maju tanpa kehilangan akhlak. Negeri yang makmur tanpa meninggalkan orang kecil. Negeri yang modern tanpa kehilangan jati diri. Dan negeri yang besar tanpa kehilangan kemanusiaannya.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
عِبَادَ اللّٰهِ
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar