Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Charles Kutip Hadis Nabi SAW saat Jamuan Kenegaraan Sultan Oman

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 08:40 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Raja Inggris Charles III mengutip perkataan Nabi Muhammad SAW tentang masyarakat Oman saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tarik dalam jamuan kenegaraan di Kastil Windsor, Inggris, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat.

Kutipan tersebut disampaikan Charles dalam pidato di hadapan Sultan Haitham, Ratu Camilla, Pangeran William, Catherine, Putri Wales, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam pidatonya, Raja Charles menyampaikan kutipan yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai karakter masyarakat Oman.

لَوْ أَنَّ أَهْلَ عُمَانَ أَتَيْتَ، مَا سَبُّوكَ وَلَا ضَرَبُوكَ 

“Seandainya engkau mendatangi orang-orang Oman, mereka tidak akan mencelamu ataupun memukulmu,” demikian terjemahan kutipan yang disampaikan Charles dilansir dari YouTube Royal Family Channel.

Pernyataan tersebut merupakan kutipan dari Hadits Riwayat Muslim nomor 2544 dalam Bab Keutamaan Penduduk Oman (Fadhail Ahli 'Uman). 

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abu Barza al-Aslami Ra, yang menceritakan latar belakang ucapan Rasulullah SAW tersebut. Berikut lengkapnya:

بَعَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ رَجُلًا إلى حَيٍّ مِن أَحْيَاءِ العَرَبِ، فَسَبُّوهُ وَضَرَبُوهُ، فَجَاءَ إلى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فأخْبَرَهُ، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: لو أنَّ أَهْلَ عُمَانَ أَتَيْتَ ما سَبُّوكَ وَلَا ضَرَبُوكَ.  

Artinya:

"Rasulullah SAW mengutus seorang lelaki ke salah satu perkampungan Arab, namun mereka justru mencaci maki dan memukulinya. Utusan itu kemudian kembali kepada Rasulullah SAW dan melaporkan kejadian tersebut. Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Seandainya engkau mendatangi penduduk Oman, niscaya mereka tidak akan mencelamu dan tidak pula memukulmu.'" 

Baca juga: Sejarah Baru New York: Zohran Mamdani Dilantik dengan Al-Qur’an Berusia Ratusan Tahun

Pernyataan ini menjadi bagian dari pidato Raja Charles yang menyoroti hubungan panjang Inggris dan Oman, termasuk nilai persahabatan, sikap saling menghormati, serta peran Oman dalam menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (22/10/2026), Charles menyampaikan kutipan tersebut dalam bahasa Arab ketika menjamu Sultan Haitham di Kastil Windsor. Potongan pidatonya kemudian ramai dibicarakan di media sosial.

Kunjungan Bersejarah Sultan Oman ke Inggris

Jamuan kenegaraan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Sultan Haitham bin Tarik ke Inggris pada 20–22 Oktober 2026.

Menurut situs resmi Keluarga Kerajaan Inggris, kunjungan ini menjadi kunjungan kenegaraan pertama seorang sultan Oman ke Inggris sejak 1982. Saat itu, Ratu Elizabeth II menyambut Sultan Qaboos bin Said.

Raja Charles III dan Ratu Camilla menyambut Sultan Haitham melalui upacara resmi yang dilanjutkan dengan prosesi kereta kuda melintasi Windsor. Pangeran William dan Catherine, Putri Wales, turut hadir dalam penyambutan tersebut.

Malam harinya, Raja Charles dan Ratu Camilla menggelar jamuan kenegaraan di St George's Hall, Kastil Windsor, untuk menghormati pemimpin Oman tersebut.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Raja Charles Soroti Sejarah Persahabatan Inggris dan Oman

Dalam pidatonya, Raja Charles menyebut Oman sebagai salah satu sekutu tertua Inggris. Ia mengingatkan bahwa pelaut Oman telah melakukan perdagangan melintasi Samudra Hindia jauh sebelum terbentuknya Inggris sebagai sebuah negara bersatu.

Menurut Charles, hubungan kedua negara berkembang dari kemitraan maritim pada abad ke-17, hubungan perjanjian pada abad ke-18, kemitraan strategis pada abad ke-19, hingga kerja sama militer pada abad ke-20.

Pada abad ke-21, hubungan Inggris dan Oman semakin erat melalui diplomasi, pertahanan, perdagangan, dan kepercayaan.

Charles juga mengenang Sultan Qaboos bin Said, pendahulu Sultan Haitham, yang dinilainya berhasil memodernisasi Oman sembari mempertahankan kebudayaan dan tradisi negara tersebut.

Ia kemudian menyoroti upaya Sultan Haitham dalam memperkuat institusi negara serta mendorong diversifikasi ekonomi dan pengurangan emisi karbon melalui program Oman Vision 2040.

Raja Inggris itu turut mengapresiasi perhatian pemerintah Oman terhadap pendidikan, keterampilan, dan pengembangan generasi muda sebagai penggerak masa depan negara.

Puji Peran Oman dalam Menjaga Perdamaian

Selain membahas sejarah dan kerja sama bilateral, Raja Charles menyoroti peran Oman sebagai penghubung diplomatik di tengah konflik yang kembali meningkat di kawasan Timur Tengah.

Ia mengapresiasi upaya Oman dalam menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka, termasuk jalur strategis yang penting bagi perdagangan global.

Menurut Charles, sikap netral konstruktif Oman memiliki arti penting bagi stabilitas kawasan Teluk dan jauh melampaui kepentingan regional semata.

Charles juga menyinggung berbagai tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang, mulai dari perubahan iklim dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hingga persaingan sumber daya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk mempertahankan perdamaian, menegakkan hukum internasional, dan memastikan inovasi berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pada akhir pidatonya, Charles mengajak para tamu mengangkat gelas untuk memberikan penghormatan kepada Sultan Haitham dan persahabatan Inggris-Oman.

Sultan Haitham Tegaskan Hubungan Inggris-Oman Tetap Erat

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri Oman, dalam pidato balasannya, Sultan Haitham menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan keluarga kerajaan Inggris kepada dirinya dan delegasi Oman.

Ia mengingatkan bahwa hubungan kedua negara secara formal diperkuat melalui perjanjian yang ditandatangani pada 1800.

Perjanjian tersebut memuat harapan agar persahabatan kedua negara tetap teguh hingga akhir zaman. Menurut Sultan Haitham, lebih dari dua abad kemudian, hubungan itu masih bertahan.

Sultan Haitham juga menyoroti kerja sama militer, pendidikan, perdagangan, dan investasi sebagai pilar penting hubungan bilateral.

Ia mengatakan, Oman memilih jalan dialog, saling pengertian, dan perdamaian di tengah kawasan yang telah lama menghadapi konflik.

Baca juga: Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?

Dalam pidatonya, Sultan Haitham turut mengapresiasi perhatian Raja Charles terhadap generasi muda, perlindungan lingkungan, dan dialog antaragama.

Ia menutup sambutannya dengan doa agar Raja Charles senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang, serta persahabatan kedua negara terus terpelihara.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi penegasan bahwa hubungan Inggris dan Oman tidak hanya bertumpu pada kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga pada sejarah, kebudayaan, pendidikan, serta komitmen bersama terhadap perdamaian.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar