Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah 'Abasa: Ajaran Kesetaraan dan Anti Diskriminasi kepada Nabi

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 09:05 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Surah Abasa menyimpan kisah tentang Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat tunanetra yang datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk meminta bimbingan agama.

Saat itu, Rasulullah sedang berdakwah kepada sejumlah pemuka Quraisy dan sempat berpaling darinya. Peristiwa tersebut kemudian menjadi latar turunnya ayat-ayat awal surah ini.

Kisah tersebut mengandung pesan penting tentang cara memperlakukan orang lain, terutama mereka yang kerap terabaikan karena kondisi fisik atau kedudukan sosial.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya

Melalui Surah Abasa, Allah mengingatkan bahwa kesungguhan seseorang dalam mencari petunjuk tidak boleh dinilai berdasarkan penampilan maupun statusnya.

Siapa Abdullah bin Ummi Maktum?

Abdullah bin Ummi Maktum merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang mengalami kebutaan.

Namanya disebut dalam penjelasan Surah Abasa ayat 2 pada terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama RI.

Ia datang kepada Rasulullah untuk memperoleh pengajaran dan bimbingan mengenai ajaran Islam.

Baca juga: Hari Santri 2026, Menag Siapkan 5 Program untuk Pesantren

Menurut riwayat yang dicatat dalam Jami’ at-Tirmidzi, Abdullah mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau memberinya petunjuk.

Ketika itu, Nabi sedang berbicara dengan seorang tokoh terkemuka dari kalangan kaum musyrik.

Rasulullah kemudian memusatkan perhatian kepada tokoh tersebut, sementara Abdullah tidak memperoleh perhatian yang diharapkannya.

Mengapa Rasulullah Ditegur dalam Surah Abasa?

Surah Abasa ayat 1–4 menggambarkan peristiwa tersebut. Allah berfirman:

Arab: عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ ۝١ أَن جَآءَهُ الْأَعْمَىٰ ۝٢ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ ۝٣ أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَىٰ ۝٤

‘Abasa wa tawallā. An jā’ahul-a‘mā. Wa mā yudrīka la‘allahū yazzakkā. Au yażżakkaru fa tanfa‘ahuž-żikrā.

Artinya: “Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling, karena seorang tunanetra telah datang kepadanya. Dan tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya.” (QS Abasa: 1–4).

Baca juga: 99 Motor Banser Disiapkan Kawal Kirab Resolusi Jihad dari Jombang ke Surabaya

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa orang yang datang dengan kesungguhan untuk belajar patut mendapat perhatian.

Sementara itu, upaya mengajak orang berpengaruh kepada kebenaran tidak semestinya membuat pencari ilmu yang tulus terabaikan.

Riwayat Hadis tentang Turunnya Surah Abasa

Kisah tersebut juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah RA. Riwayat ini tercantum dalam Jami’ at-Tirmidzi nomor 3331.

أُنْزِلَ عَبَسَ وَتَوَلَّى فِي ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ الْأَعْمَى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَجَعَلَ يَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرْشِدْنِي

Unzila ‘abasa wa tawallā fī Ibni Ummi Maktūmil-a‘mā, atā Rasūlallāhi fa ja‘ala yaqūlu: yā Rasūlallāh, arsyidnī.

Artinya: “Surah ‘Abasa wa tawalla diturunkan berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum, seorang tunanetra. Ia datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, berilah aku petunjuk.’” (HR Tirmidzi, nomor 3331).

Baca juga: Hari Santri 2026, Gus Kikin Ajak Hidupkan Resolusi Jihad untuk Lawan Kemiskinan

Riwayat tersebut memperjelas konteks turunnya ayat-ayat awal Surah Abasa.

Dalam penjelasan hadis yang sama, Rasulullah ketika itu sedang berbicara dengan seorang tokoh terkemuka dari kalangan musyrik.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa pesan Al-Qur’an juga mengarahkan perhatian pada orang yang benar-benar membutuhkan bimbingan.

Pesan Kesetaraan dalam Surah Abasa

Ayat-ayat awal Surah Abasa tidak menjadikan kebutaan Abdullah sebagai kekurangan yang mengurangi haknya untuk memperoleh pengajaran.

Sebaliknya, kisah ini memperlihatkan bahwa kesungguhan mencari ilmu harus diperhatikan tanpa menjadikan kondisi fisik sebagai alasan untuk mengabaikan seseorang.

Baca juga: Santri di Era AI, Nasruddin Ingatkan Teknologi Alat Bantu, Bukan Pembimbing Spiritual

Mengutip dari NU Online dalam pembahasannya tentang pandangan Islam terhadap penyandang disabilitas mengaitkan kisah ini dengan larangan bersikap diskriminatif.

Nilai seseorang tidak semestinya ditentukan oleh kemampuan fisik, kekayaan, atau kedudukan sosialnya.

Prinsip ini relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika memberi akses pendidikan, pelayanan, dan kesempatan berpartisipasi kepada penyandang disabilitas.

Pelajaran tentang Prioritas dalam Berdakwah

Surah Abasa juga mengajarkan pentingnya menempatkan prioritas secara tepat.

Ayat-ayat berikutnya membedakan orang yang merasa cukup dari orang yang datang dengan sungguh-sungguh dan memiliki rasa takut kepada Allah.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan dakwah bukan semata-mata diukur dari status orang yang mendengarkan, melainkan juga dari perhatian terhadap mereka yang ingin menerima petunjuk.

Baca juga: Pengawasan Syariah Tak Cukup Sebatas Administrasi

Dalam konteks sekarang, pelajaran ini dapat diterapkan dengan menyediakan ruang belajar yang ramah bagi semua orang, mendengarkan kebutuhan mereka, dan tidak menganggap orang yang memiliki keterbatasan sebagai beban.

Kesetaraan bukan hanya memberikan perlakuan yang sama, tetapi juga memastikan setiap orang memperoleh kesempatan yang layak.

Hikmah Surah Abasa bagi Kehidupan Sehari-hari

Kisah Abdullah bin Ummi Maktum mengingatkan umat Islam agar tidak menilai seseorang hanya dari penampilan atau kedudukan.

Orang yang tampak sederhana bisa memiliki kesungguhan besar untuk belajar, sedangkan orang yang berpengaruh belum tentu menerima nasihat.

Surah Abasa mengajak pembacanya mengevaluasi cara memperlakukan orang lain.

Dalam keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, maupun ruang publik, perhatian dan kesempatan perlu diberikan tanpa diskriminasi.

Dengan begitu, pesan surah ini tidak berhenti sebagai kisah masa lalu, tetapi menjadi pedoman untuk membangun hubungan sosial yang lebih adil dan menghormati martabat setiap manusia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar