Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dudung Sampaikan Pesan Prabowo ke Santri: Setialah kepada Merah Putih

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 10:29 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar santri menempatkan kesetiaan kepada bangsa dan negara di atas loyalitas kepada individu atau golongan.

Pesan itu disampaikan dalam Istighotsah Kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (22/10/2026).

“Bapak Prabowo, Presiden Republik Indonesia, di benak pikirannya hanya ingin membantu, memberi, dan menyejahterakan. Jangan setia kepada Pak Prabowo, jangan kesetiaan diberikan kepada orang lain, tapi setialah kepada Merah Putih. Loyalitaslah kepada Merah Putih. Ini pesan langsung dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dudung, dikutip dari MUI Digital.

Baca juga: Karnaval Hari Santri di Cianjur, Ribuan Santri Bawa Poster Lucu hingga Kritik Karhutla

Kegiatan bertema “Bersatu dalam Doa, Bersinergi Menjaga Negeri” tersebut diselenggarakan Kementerian Agama bersama Komisi Pesantren MUI.

Tekankan peran santri bagi bangsa

Dudung mengatakan, kehadirannya dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk perhatian terhadap peran santri bagi masa depan bangsa.

Ia mengaku meninggalkan agenda pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Australia untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Kegiatan meeting dengan Menteri Dalam Negeri Australia saya tinggalkan karena saya harus hadir di acara Hari Santri ini. Menurut saya, ini tidak kalah pentingnya. Tidak serta-merta kita hanya mengkomunikasikan tentang keamanan negara, tetapi justru sangat penting memberikan amanat dan nasihat kepada santri-santri,” ujarnya.

Menurut Dudung, sejarah menunjukkan peran besar santri dan ulama dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Ia juga menyebut pesantren telah melahirkan tokoh bangsa dan pejabat negara, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Baca juga: Khutbah Jumat Hari Santri: Menguatkan Negeri dengan Ilmu, Akhlak, dan Keadilan

Akhlak menjadi bekal santri

Dudung menguraikan tiga pilar yang menurutnya menjadi fondasi santri, yakni syariat, akidah, dan akhlak. Ia menekankan pentingnya akhlak dalam membentuk pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu kemudian mengenang kebijakannya membuka rekrutmen prajurit TNI AD dari kalangan santri, serta menyelenggarakan Liga Santri dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

“Ciri khas santri yang membedakan di dalam Islam itu ada tiga: syariat, akidah, dan akhlak. Kenapa dulu waktu saya KSAD mencanangkan rekrutmen penerimaan tentara dari santri? Karena menurut saya, santri itu minimal akhlaknya terjaga. Santri itu hormat kepada orang tua, hormat kepada seniornya, taat kepada kiai, dan taat kepada agamanya,” katanya.

Dudung menambahkan, penyebaran agama dan kebaikan bertumpu pada ketulusan orang-orang yang berbuat baik.

“Menteri Agama jadi menteri bukan semata karena pintar atau berkuasa, tetapi karena beliau orang baik. Sekecil apa pun kebaikan yang kamu lakukan akan menjadi riak kebaikan yang tidak pernah berujung. Kita tidak akan menjadi orang baik dengan menjelekkan orang lain, tidak merasa paling benar dengan menyalahkan orang lain, dan tidak merasa mulia dengan menghinakan orang lain,” tuturnya.

Ingatkan santri agar tidak terprovokasi

Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyoroti ujaran kebencian, fitnah, dan disinformasi di media massa maupun media sosial.

Ia meminta santri tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah bangsa.

“Kita lihat di media massa betapa mudahnya orang menjelekkan, memfitnah, dan memojokkan sesama. Saya punya keyakinan santri dan santriwati tidak mungkin terpengaruh oleh berita-berita bohong dan tidak akurat. Biasakan mendengarkan hal-hal yang baik, karena apa yang kita dengar akan mencerminkan apa yang kita lakukan,” kata Dudung.

Kegiatan ini diisi peluncuran Program Pesantren Aman atau Himayatuth Thullab bil Ma’ahid al-Islamiyyah oleh Ketua Panitia Istighotsah Kebangsaan Hari Santri MUI Choirul Sholeh Rasyid. Peluncuran diikuti tabuhan hadrah oleh para tokoh yang hadir.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar