Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar santri menempatkan kesetiaan kepada bangsa dan negara di atas loyalitas kepada individu atau golongan.
Pesan itu disampaikan dalam Istighotsah Kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (22/10/2026).
“Bapak Prabowo, Presiden Republik Indonesia, di benak pikirannya hanya ingin membantu, memberi, dan menyejahterakan. Jangan setia kepada Pak Prabowo, jangan kesetiaan diberikan kepada orang lain, tapi setialah kepada Merah Putih. Loyalitaslah kepada Merah Putih. Ini pesan langsung dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dudung, dikutip dari MUI Digital.
Baca juga: Karnaval Hari Santri di Cianjur, Ribuan Santri Bawa Poster Lucu hingga Kritik Karhutla
Kegiatan bertema “Bersatu dalam Doa, Bersinergi Menjaga Negeri” tersebut diselenggarakan Kementerian Agama bersama Komisi Pesantren MUI.
Dudung mengatakan, kehadirannya dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk perhatian terhadap peran santri bagi masa depan bangsa.
Ia mengaku meninggalkan agenda pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Australia untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Kegiatan meeting dengan Menteri Dalam Negeri Australia saya tinggalkan karena saya harus hadir di acara Hari Santri ini. Menurut saya, ini tidak kalah pentingnya. Tidak serta-merta kita hanya mengkomunikasikan tentang keamanan negara, tetapi justru sangat penting memberikan amanat dan nasihat kepada santri-santri,” ujarnya.
Menurut Dudung, sejarah menunjukkan peran besar santri dan ulama dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Ia juga menyebut pesantren telah melahirkan tokoh bangsa dan pejabat negara, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Santri: Menguatkan Negeri dengan Ilmu, Akhlak, dan Keadilan
Dudung menguraikan tiga pilar yang menurutnya menjadi fondasi santri, yakni syariat, akidah, dan akhlak. Ia menekankan pentingnya akhlak dalam membentuk pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu kemudian mengenang kebijakannya membuka rekrutmen prajurit TNI AD dari kalangan santri, serta menyelenggarakan Liga Santri dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
“Ciri khas santri yang membedakan di dalam Islam itu ada tiga: syariat, akidah, dan akhlak. Kenapa dulu waktu saya KSAD mencanangkan rekrutmen penerimaan tentara dari santri? Karena menurut saya, santri itu minimal akhlaknya terjaga. Santri itu hormat kepada orang tua, hormat kepada seniornya, taat kepada kiai, dan taat kepada agamanya,” katanya.
Dudung menambahkan, penyebaran agama dan kebaikan bertumpu pada ketulusan orang-orang yang berbuat baik.
“Menteri Agama jadi menteri bukan semata karena pintar atau berkuasa, tetapi karena beliau orang baik. Sekecil apa pun kebaikan yang kamu lakukan akan menjadi riak kebaikan yang tidak pernah berujung. Kita tidak akan menjadi orang baik dengan menjelekkan orang lain, tidak merasa paling benar dengan menyalahkan orang lain, dan tidak merasa mulia dengan menghinakan orang lain,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyoroti ujaran kebencian, fitnah, dan disinformasi di media massa maupun media sosial.
Ia meminta santri tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah bangsa.
“Kita lihat di media massa betapa mudahnya orang menjelekkan, memfitnah, dan memojokkan sesama. Saya punya keyakinan santri dan santriwati tidak mungkin terpengaruh oleh berita-berita bohong dan tidak akurat. Biasakan mendengarkan hal-hal yang baik, karena apa yang kita dengar akan mencerminkan apa yang kita lakukan,” kata Dudung.
Kegiatan ini diisi peluncuran Program Pesantren Aman atau Himayatuth Thullab bil Ma’ahid al-Islamiyyah oleh Ketua Panitia Istighotsah Kebangsaan Hari Santri MUI Choirul Sholeh Rasyid. Peluncuran diikuti tabuhan hadrah oleh para tokoh yang hadir.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.