Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 20:30 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ka'b bin Malik merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang kisah pertobatannya diabadikan dalam Al-Qur'an. Ia termasuk satu dari tiga sahabat yang tidak mengikuti Perang Tabuk tanpa alasan yang dapat dibenarkan, lalu menghadapi masa pengucilan sebelum Allah menerima tobat mereka.

Kisah Ka'b diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari melalui penuturannya sendiri. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran tentang kejujuran, tanggung jawab atas kesalahan, dan kesungguhan untuk bertobat meskipun harus menghadapi konsekuensi yang berat.

Ka'b Bin Malik dari Kalangan Ansar

Dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā, Ibnu Sa'd mencatat Ka'b bin Malik sebagai sahabat dari kalangan Ansar, tepatnya Bani Salimah dari suku Khazraj di Madinah. Ia juga dikenal sebagai penyair yang menggunakan kemampuannya untuk membela Islam.

Baca juga: Kalender Pendidikan Madrasah 2026/2027: Cek Jadwal Masuk, Ujian, Pembagian Rapor, dan Libur Sekolah

Ka'b termasuk sahabat yang mengikuti Baiat Aqabah Kedua, ketika sejumlah penduduk Yatsrib berjanji mendukung Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah. Dalam riwayatnya di Sahih al-Bukhari, Ka'b menyebut peristiwa tersebut sebagai pengalaman penting dalam hidupnya.

Tidak Mengikuti Perang Tabuk

Dalam Sahih al-Bukhari 4418, Ka'b menceritakan bahwa ia tidak mengikuti Perang Tabuk, meskipun saat itu berada dalam keadaan mampu. Ia mengaku memiliki kendaraan dan tidak menghadapi halangan yang membuatnya harus tinggal di Madinah.

كَانَ مِنْ خَبَرِي أَنِّي لَمْ أَكُنْ قَطُّ أَقْوَى وَلَا أَيْسَرَ حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْهُ فِي تِلْكَ الْغَزْوَةِ، وَاللَّهِ مَا اجْتَمَعَتْ عِنْدِي قَبْلَهُ رَاحِلَتَانِ قَطُّ حَتَّى جَمَعْتُهُمَا فِي تِلْكَ الْغَزْوَةِ.

Kāna min khabarī annī lam akun qaṭṭu aqwā wa lā aysara ḥīna takhallaftu ‘anhu fī tilka al-ghazwah, wallāhi mā ijtama‘at ‘indī qablahu rāḥilatāni qaṭṭu ḥattā jama‘tuhumā fī tilka al-ghazwah.

Baca juga: Dipandu Ustaz Salim A Fillah, jejak imani Gelar Umrah Akbar Lapis-Lapis Keberkahan 2026

Artinya: “Di antara kisahku, aku belum pernah berada dalam keadaan lebih kuat dan lebih lapang daripada ketika aku tertinggal dari beliau dalam peperangan itu. Demi Allah, sebelumnya aku tidak pernah memiliki dua kendaraan sekaligus, hingga aku memilikinya pada perang tersebut.”

Ka'b terus menunda persiapan karena merasa masih memiliki waktu. Ketika pasukan Rasulullah berangkat, ia belum juga menyiapkan perbekalan dan akhirnya tertinggal. Setelah menyadari kesalahannya, Ka'b tidak mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakannya.

Baca juga: Cara Memilih Pasangan dalam Islam, Ikhtiar Mencari Jodoh Dunia Akhirat

Ketika Rasulullah kembali dari Tabuk, banyak orang menyampaikan alasan ketidakhadiran mereka. Ka'b memilih berkata jujur bahwa dirinya tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan. Sikap ini menjadi titik penting dalam kisah pertobatannya.

Memilih Jujur meski Menghadapi Konsekuensi

Ka'b mengakui kesalahannya di hadapan Rasulullah. Nabi kemudian menangguhkan keputusan mengenai dirinya sampai Allah memberikan ketetapan. Dua sahabat lain, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi', juga mengalami keadaan serupa.

Ketiganya menjalani pengucilan sosial atas perintah Rasulullah. Ka'b meriwayatkan bahwa masa tersebut berlangsung selama 50 malam. Ia merasakan kesedihan dan tekanan karena hubungan dengan masyarakat berubah, tetapi tetap bertahan tanpa menarik kembali pengakuan jujurnya.

Baca juga: Kemenag Perketat Izin Pendirian Pesantren, Ada PBG dan SLF, Apa Itu?

Riwayat Ka'b dalam Sahih al-Bukhari merekam keteguhan sikapnya selama masa itu. Ia tidak menyamakan kejujuran dengan terbebas dari konsekuensi. Sebaliknya, ia menerima bahwa kesalahan yang diakuinya tetap harus dipertanggungjawabkan.

Tobat Ka'b Diabadikan dalam Surah At-Taubah

Setelah masa pengucilan berakhir, Allah menurunkan kabar penerimaan tobat ketiga sahabat tersebut. Peristiwa ini dikaitkan dengan Surah At-Taubah ayat 118.

Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 118:

وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Wa ‘alaṡ-ṡalāṡatil-lażīna khullifū, ḥattā iżā ḍāqat ‘alaihimul-arḍu bimā raḥubat wa ḍāqat ‘alaihim anfusuhum wa ẓannū allā malja’a minallāhi illā ilaih, ṡumma tāba ‘alaihim liyatūbū, innallāha huwat-tawwābur-raḥīm.

Baca juga: Dudung Sampaikan Pesan Prabowo ke Santri: Setialah kepada Merah Putih

Artinya: “Dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 118).

Ayat tersebut menggambarkan beratnya keadaan yang dialami ketiga sahabat sebelum tobat mereka diterima. Ka'b kemudian dikenang melalui kisah ini sebagai contoh pentingnya mengakui kesalahan dan tidak meninggalkan kejujuran ketika menghadapi kesulitan.

Pesan Kejujuran dalam Kisah Ka'b

Kisah Ka'b bin Malik tidak mengajarkan bahwa kesalahan dapat diabaikan selama seseorang mengakuinya. Pengakuan tersebut justru menjadi awal untuk bertanggung jawab dan memperbaiki diri.

Baca juga: Abdullah bin Amr bin Haram, Ayah Jabir yang Gugur dalam Perang Uhud

Riwayatnya juga memperlihatkan bahwa proses pertobatan dapat disertai masa sulit. Ka'b tidak segera terbebas dari konsekuensi setelah berkata jujur, tetapi ia tetap berpegang pada kebenaran sampai datang kabar penerimaan tobatnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kejujuran dan pertobatan perlu berjalan bersama. Seseorang tidak hanya dituntut mengakui kesalahan, tetapi juga bersedia menghadapi akibatnya dan kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar