Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sujud Tilawah: Makna, Tata Cara, dan Bacaan Saat Menemui Ayat Sajdah

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 12:30 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sujud tilawah merupakan sujud yang dilakukan ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dalam Al-Quran. Amalan ini menjadi bentuk ketundukan kepada Allah SWT sekaligus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Meski demikian, masih ada pertanyaan mengenai tata cara sujud tilawah, bacaan yang dilafalkan, serta ketentuannya ketika dilakukan di dalam maupun di luar sholat.

Memahami penjelasan fikih dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadah ini dengan tepat.

Baca juga: Sujud Sahwi: Penyebab, Tata Cara, dan Bacaan yang Perlu Diketahui

Apa Itu Sujud Tilawah?

Sujud tilawah adalah sujud yang berkaitan dengan pembacaan ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran yang disebut ayat sajdah.

Dalam mushaf, ayat tersebut biasanya ditandai dengan simbol sajdah sehingga lebih mudah dikenali pembaca.

Baca juga: Dudung Sampaikan Pesan Prabowo ke Santri: Setialah kepada Merah Putih

Salah satu ayat yang menggambarkan sikap orang beriman ketika mendengar ayat Allah terdapat dalam Surah As-Sajdah ayat 15:

الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Alladzīna idzā dzukkirū bihā kharrū sujjadan wa sabbaḥū biḥamdi rabbihim wa hum lā yastakbirūn.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS As-Sajdah: 15).

Baca juga: Hari Santri 2026: Dari Intuisi dan Mimpi, Menag Ungkap Ilmu Pesantren

Ayat tersebut menggambarkan kerendahan hati orang beriman di hadapan Allah. Sujud tilawah menjadi salah satu bentuk penghambaan yang dilakukan ketika menemui ayat sajdah.

Bagaimana Hukum Sujud Tilawah?

Sujud tilawah umumnya dipandang sebagai amalan sunah, bukan kewajiban yang harus selalu dilakukan. Salah satu landasannya adalah riwayat dalam Sahih al-Bukhari nomor 1077:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا نَمُرُّ بِالسُّجُودِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ، وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ

Yā ayyuhan-nāsu, innā namurru bis-sujūdi, fa-man sajada fa-qad aṣāba, wa-man lam yasjud fa-lā itsma ‘alaihi.

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya kita menjumpai ayat sajdah. Siapa yang bersujud, dia telah melakukan hal yang benar. Siapa yang tidak bersujud, tidak ada dosa baginya.”

Dalam riwayat tersebut, Umar bin Khattab menjelaskan bahwa orang yang bersujud ketika membaca ayat sajdah telah melakukan hal yang benar, sedangkan orang yang tidak bersujud tidak berdosa.

Baca juga: Surah Abasa: Ajaran Kesetaraan dan Anti Diskriminasi kepada Nabi

Keterangan ini menunjukkan bahwa umat Islam dianjurkan melakukan sujud tilawah, tetapi tidak perlu menganggapnya sebagai kewajiban mutlak.

Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai sejumlah ketentuan teknis, terutama persyaratan sujud di luar salat.

Tata Cara Sujud Tilawah di Luar Salat

Dalam penjelasan fikih mazhab Syafi’i yang dirujuk Nahdlatul Ulama, sujud tilawah di luar salat memiliki ketentuan yang menyerupai sujud dalam ibadah salat, termasuk bersuci, menghadap kiblat, dan menutup aurat.

Pelaksanaannya diawali dengan niat, takbiratul ihram, kemudian sujud satu kali, duduk sejenak, dan diakhiri salam.

Namun, terdapat pandangan berbeda. Muhammadiyah menjelaskan bahwa sujud tilawah di luar salat tidak mensyaratkan wudhu.

Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi ijtihad ulama dalam memahami dalil. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti panduan fikih dari ulama atau lembaga yang menjadi rujukannya.

Baca juga: Makna di Balik Zikir 33 Kali Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Doa Saat Sujud Tilawah

Salah satu doa yang dapat dibaca ketika sujud tilawah diriwayatkan dari Aisyah dalam Sunan Abi Dawud nomor 1414:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Sajada wajhī lilladzī khalaqahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu bi ḥaulihi wa quwwatihi.

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya serta membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Baca juga: Khutbah Jumat 23 Oktober: Merusak Bumi, Mengkhianati Amanah Allah

Doa tersebut menegaskan pengakuan manusia terhadap kekuasaan Allah sebagai pencipta. Selain bacaan itu, seseorang juga dapat membaca tasbih atau doa yang biasa dilafalkan ketika sujud, sesuai panduan fikih yang diikuti.

Sujud Tilawah Saat Salat Berjamaah

Ketika imam membaca ayat sajdah dan melakukan sujud tilawah, makmum mengikuti gerakan imam. Makmum tidak melakukannya sendiri ketika imam tidak bersujud. Ketentuan ini penting untuk menjaga keteraturan salat berjamaah.

Sementara itu, jika seseorang salat sendirian dan membaca ayat sajdah, ia dapat melakukan sujud tilawah, kemudian bangkit untuk melanjutkan salat. Sujud tersebut tidak menggantikan rangkaian salat lainnya.

Dalil Rasulullah Melakukan Sujud Tilawah

Praktik sujud tilawah juga dijelaskan dalam Sahih al-Bukhari nomor 1075. Ibnu Umar meriwayatkan:

Baca juga: Khutbah Jumat 23 Oktober: Merusak Bumi, Mengkhianati Amanah Allah

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّورَةَ فِيهَا السَّجْدَةُ، فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ

Kān an-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yaqra’u ‘alainā as-sūrata fīhā as-sajdatu, fa-yasjudu wa-nasjudu.

Artinya: “Nabi SAW membacakan kepada kami surah yang di dalamnya terdapat ayat sajdah, lalu beliau bersujud dan kami pun bersujud.”

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa sujud tilawah merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam dapat mengenali tanda ayat sajdah ketika membaca Al-Qur’an, kemudian melaksanakan sujud sesuai ketentuan fikih yang diyakini.

Dengan memahami hukum, tata cara, dan bacaannya, umat Islam dapat menjalankan sujud tilawah secara lebih tepat.

Hal terpenting ialah menjaga ketundukan kepada Allah sekaligus menghormati perbedaan pandangan ulama mengenai pelaksanaannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar