Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond

Kompas.com, 24 Oktober 2026, 16:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Johan Machmoed Tjaja merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam kepanitiaan Kongres Pemuda II pada 1928, yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda.

Ia mewakili Jong Islamieten Bond (JIB), organisasi pemuda Islam yang turut membangun persatuan dengan berbagai perkumpulan pemuda di Hindia Belanda.

Keterlibatannya dalam Kongres Pemuda II menjadi bagian dari sejarah peran organisasi pemuda Islam dalam memperjuangkan persatuan Indonesia.

Baca juga: Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia

Profil Singkat Johan Machmoed Tjaja, Tokoh Sumpah Pemuda

Mengutip unggahan Instagram Museum Sumpah Pemuda, Johan Machmoed Tjaja lahir di Bengkulu pada 4 Mei 1902.

Ia merupakan putra asli Bengkulu dari ayah bernama Mahmoed Tjaja, seorang pegawai penilik sekolah pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Baca juga: 2 Link Logo Hari Sumpah Pemuda 2026 Resmi, serta Makna dan Temanya

Setelah lulus dari AMS Bukittinggi, Johan merantau ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di Technische Hoogeschool, yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun, karena memiliki minat besar terhadap bidang hukum, ia memutuskan pindah ke Rechtsschool atau sekolah hukum di Batavia.

Johan kemudian aktif dalam pergerakan pemuda Islam dan dipercaya menjadi Ketua Jong Islamieten Bond cabang Batavia.

Namanya tercatat dalam kepanitiaan Kongres Pemuda II, meskipun terdapat perbedaan penulisan nama dalam sejumlah catatan sejarah.

Namanya tercatat sebagai Djohan Mohammad Tjaja dalam catatan kepanitiaan Kongres Pemuda II.

Namun, setelah dikonfirmasi langsung kepada pihak keluarga, nama yang sebenarnya adalah Johan Machmoed Tjaja.

Sepanjang hidupnya, Johan menekuni berbagai profesi, mulai dari guru, advokat, pegawai Biro Statistik, hingga Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan Jakarta-Palembang. Ia wafat di Jakarta pada 24 April 1970.

Sejarah Singkat Jong Islamieten Bond 

Membahas Sumpah pemuda dan sosok Johan Machmoed Tjaja, tidak akan lepas dengan peran Jong Islamieten Bond atau JIB.

Jong Islamieten Bond merupakan organisasi perhimpunan pemuda dan pelajar Islam di Hindia Belanda. Organisasi ini didirikan oleh Sjamsuridjal di Batavia pada 1 Januari 1925.

Dalam buku Jong Islamieten Bond dan Cendekiawan Muslim di Indonesia (1991), Masruri dan Siswanto membahas JIB sebagai bagian dari perkembangan gerakan pemuda dan cendekiawan Muslim di Indonesia.

JIB memiliki dua tujuan utama, yakni mempelajari agama Islam dan menganjurkan agar ajaran-ajarannya diamalkan serta menumbuhkan simpati terhadap Islam dan pemeluknya. Organisasi ini juga mendorong toleransi positif terhadap orang-orang yang berbeda agama.

Untuk mencapai tujuan tersebut, JIB menjalankan berbagai kegiatan di bidang penerbitan, pendidikan agama, kepanduan, dan kewanitaan.

Kegiatan-kegiatan itu menjadi sarana bagi pemuda Islam untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

JIB menerbitkan majalah An-Nur atau Het Licht yang mulai diedarkan secara umum pada Maret 1925. Organisasi ini juga mengadakan kursus dan ceramah tentang agama Islam yang dibawakan tokoh sentralnya, H. Agus Salim.

Di bidang kewanitaan, JIB membentuk Jong Islamieten Bond Dames Afdeling (JIBDA), organisasi yang berfokus pada kegiatan perempuan. JIBDA turut memperjuangkan persoalan kewanitaan melalui forum nasional.

Melalui kegiatan tersebut, JIB berupaya memperkuat pemahaman keislaman, mengembangkan pendidikan, serta memperluas keterlibatan pemuda Islam dalam kehidupan masyarakat dan pergerakan nasional.

Peran Jong Islamieten Bond dalam Kongres Pemuda I

Keterlibatan JIB dalam gerakan persatuan pemuda terlihat sejak Kongres Pemuda I yang berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 1926.

Dalam buku Jong Islamieten Bond: Pergerakan Pemuda Islam 1925-1942 (2006), Momon Abdul Rahman dkk. mencatat keikutsertaan JIB dalam kongres tersebut. JIB diwakili oleh Emma Poeradiredja, Ketua JIB Dames Afdeling cabang Bandung.

Kehadiran JIB menunjukkan komitmen organisasi tersebut untuk membangun kerja sama di antara berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar.

Upaya ini sejalan dengan tujuan Kongres Pemuda I untuk menggugah semangat kerja sama dan merumuskan dasar persatuan Indonesia di tengah keberagaman latar belakang daerah.

JIB juga menghadiri Konferensi Lanjutan atau Na-Conferentie yang berlangsung di Oost Java Bioscoop pada 15 Agustus 1926. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan Kongres Pemuda I dan dihadiri Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Ambonsche Studeerenden, serta panitia Kongres Pemuda I.

Keikutsertaan JIB dalam rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses panjang menuju Kongres Pemuda II pada 1928.

Johan Machmoed Tjaja dalam Kepanitiaan Kongres Pemuda II

Menjelang Kongres Pemuda II, para tokoh organisasi pemuda kembali mengadakan pertemuan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Indonesische Clubhuis, Jalan Kramat 106, Weltevreden, Jakarta.

Sejumlah organisasi yang hadir antara lain Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Betawi.

Para peserta membahas pembentukan panitia, susunan acara, waktu, tempat, serta pembiayaan kongres. Mereka kemudian menyepakati penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 selama satu hari dua malam.

Dalam kepanitiaan tersebut, Johan Machmoed Tjaja dari Jong Islamieten Bond bertugas sebagai Pembantu I. Berikut susunan panitia Kongres Pemuda II:

  • Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III: R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

Keterlibatan Johan dalam kepanitiaan tersebut memperlihatkan partisipasi JIB dalam persiapan kongres yang mempertemukan berbagai organisasi pemuda. Mereka bekerja sama untuk memperkuat kesadaran kebangsaan dan merumuskan cita-cita persatuan Indonesia.

Kongres Pemuda II dan Lahirnya Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi yang beranggotakan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Kongres ini bertujuan memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan yang telah tumbuh di kalangan pemuda.

Kongres berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi, yakni gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Nomor 106, Jakarta.

Biaya penyelenggaraannya ditanggung oleh organisasi-organisasi yang menghadiri kongres serta sumbangan sukarela.

Kongres Pemuda II menjadi momentum penting bagi berbagai organisasi pemuda untuk memperkuat kesepahaman mengenai identitas kebangsaan Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan ikrar yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Ikrar yang diterima secara aklamasi oleh peserta kongres itu memuat tiga pernyataan utama:

  1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Setelah kongres, seluruh peserta mendapat amanah dari pengurus Kongres Pemuda II untuk meminta pengesahan hasil kongres kepada organisasi masing-masing.

Keterlibatan Johan Machmoed Tjaja dalam kepanitiaan dan partisipasi Jong Islamieten Bond dalam pergerakan pemuda menunjukkan peran organisasi pemuda Islam dalam proses pembentukan kesadaran kebangsaan.

Melalui kerja sama lintas organisasi, Kongres Pemuda II menjadi tonggak penting dalam perjuangan menyatukan pemuda Indonesia dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar