Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 08:33 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Nu'aim bin Mas'ud al-Asyja'i merupakan sahabat Nabi Muhammad yang dikenal karena perannya dalam Perang Khandaq.

Ia masuk Islam ketika pasukan gabungan yang memusuhi kaum Muslimin mengepung Madinah.

Setelah memeluk Islam, Nu'aim berupaya melemahkan koordinasi pihak-pihak yang bersekutu melawan Nabi Muhammad.

Kisah Nu'aim memperlihatkan bahwa peran dalam peperangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik.

Pengetahuan tentang hubungan antarkelompok dan kemampuan membaca situasi juga dapat memengaruhi jalannya konflik.

Riwayat mengenai dirinya tercatat dalam karya biografi sahabat, termasuk Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibn Hajar al-'Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibn Sa'd.

Mengenal Nu'aim bin Mas'ud

Nama lengkapnya adalah Nu'aim bin Mas'ud bin Amir bin Anif bin Tsa'labah bin Qunfudz dari kabilah Asyja', bagian dari kelompok Ghatafan.

Ia dikenal dengan kunyah Abu Salamah. Ibn Hajar al-'Asqalani mencatat bahwa Nu'aim merupakan sahabat yang masuk Islam pada masa Perang Khandaq.

Baca juga: Perjanjian Hudaibiyah, Kesepakatan Berat yang Berbuah Kemenangan

Sebelum memeluk Islam, Nu'aim memiliki hubungan dengan Bani Quraizhah.

Dalam riwayat yang dicatat Ibn Sa'd, ia biasa mengunjungi Ka'b bin Asad, tokoh Bani Quraizhah, dan tinggal bersama mereka selama beberapa hari.

Hubungan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perannya ketika pasukan sekutu datang menyerang Madinah.

Masuk Islam Saat Perang Khandaq

Perang Khandaq juga dikenal sebagai Perang Ahzab karena melibatkan sejumlah kelompok yang bersekutu untuk menghadapi kaum Muslimin.

Al-Quran menggambarkan situasi pengepungan tersebut dalam Surah Al-Ahzab ayat 9.

Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Yā ayyuhallażīna āmanużkurū ni'matallāhi 'alaikum iż jā'atkum junūdun fa arsalnā 'alaihim rīḥaw wa junūdal lam tarauhā, wa kānallāhu bimā ta'malūna baṣīrā.

Baca juga: Baznas Diusulkan Dibiayai Negara, Mungkinkah Seperti KPU?

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ahzab: 9).

Dalam riwayat Ibn Sa'd, Nu'aim berangkat bersama kaumnya ketika pasukan sekutu bergerak menuju Madinah.

Saat itu, ia belum memeluk Islam. Namun, kemudian Allah menanamkan keimanan dalam hatinya. Nu'aim merahasiakan keislamannya dari kaumnya sebelum menemui Nabi Muhammad.

Strategi Memecah Koordinasi Pasukan Sekutu

Setelah bertemu Nabi Muhammad, Nu'aim menyampaikan kesediaannya membantu kaum Muslimin.

Ia kemudian memanfaatkan hubungan yang dimilikinya dengan Bani Quraizhah dan pihak Quraisy untuk menimbulkan keraguan di antara kelompok-kelompok yang bersekutu.

Menurut riwayat yang dicatat Ibn Sa'd, Nu'aim mendatangi Bani Quraizhah dan mengingatkan mereka bahwa Quraisy serta Ghatafan dapat meninggalkan Madinah apabila keadaan berubah.

Ia menyarankan agar Bani Quraizhah meminta jaminan dari pihak sekutu sebelum ikut bertempur.

Baca juga: 10 Contoh Doa Penutup Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026, Penuh Harapan untuk Indonesia

Nu'aim selanjutnya mendatangi Abu Sufyan bin Harb dan menyampaikan kekhawatiran mengenai sikap Bani Quraizhah.

Dengan cara tersebut, masing-masing pihak mulai mempertanyakan kepercayaan terhadap sekutunya. Strategi ini berupaya mengganggu koordinasi pasukan tanpa mengandalkan serangan langsung.

Prinsip Strategi dalam Peperangan

Salah satu hadis yang berkaitan dengan prinsip strategi peperangan tercatat dalam Sahih al-Bukhari nomor 3030. Hadis ini diriwayatkan Jabir bin Abdullah dan memuat sabda Nabi Muhammad:

الْحَرْبُ خُدْعَةٌ

Al-ḥarbu khud'ah.

“Perang adalah siasat.” (Sahih al-Bukhari nomor 3030).

Hadis tersebut menjelaskan prinsip umum dalam peperangan, bukan kutipan yang secara khusus ditujukan kepada Nu'aim.

Karena itu, hadis ini dapat digunakan untuk memahami konteks strategi perang, tetapi tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa Nabi mengucapkannya langsung kepada Nu'aim dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: 30 Contoh Penutupan MC Islami Singkat dan Penuh Doa

Akhir Pengepungan dan Peran Nu'aim

Perang Khandaq berakhir setelah pasukan sekutu meninggalkan Madinah. Surah Al-Ahzab ayat 9 menyebut pertolongan Allah berupa angin dan bala tentara yang tidak terlihat.

Riwayat sejarah juga mengaitkan berakhirnya pengepungan dengan terganggunya hubungan di antara pihak-pihak yang bersekutu.

Ibn Hajar mencatat Nu'aim sebagai sahabat yang berperan menimbulkan perselisihan di antara kelompok sekutu pada Perang Khandaq.

Meski demikian, peristiwa tersebut perlu ditempatkan dalam konteks keseluruhan perang, bukan dipahami seolah-olah hanya satu strategi yang menentukan hasil akhirnya.

Baca juga: Teks Doa Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Lengkap dengan Doa Ashabul Kahfi

Kisah Nu'aim bin Mas'ud menunjukkan bagaimana perubahan keyakinan dan pemanfaatan pengetahuan tentang hubungan antarkelompok dapat memengaruhi pilihan seseorang di tengah konflik.

Perannya dalam Perang Khandaq dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan kaum Muslimin pada masa Nabi Muhammad.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Singkat untuk Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Singkat untuk Madrasah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar