Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 08:01 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menawarkan pendekatan pluralisme progresif dan ekoteologi nusantara untuk memperkuat perdamaian dunia.

Kedua gagasan tersebut menekankan penghormatan terhadap perbedaan serta hubungan manusia dengan alam yang dilandasi kepedulian.

Gagasan itu disampaikan Nasaruddin saat menjadi pembicara kunci dalam “Forum 16 – Prayer, Dialogue and Peace: The Legacy of Assisi” di Casa Leonori, Assisi, Italia. 

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Gagas Gerakan Sepekan Sekali Bersarung

Forum tersebut merupakan bagian dari Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio bertajuk “Unarmed and Disarming Peace”.

Dalam paparannya, Nasaruddin menyebut Indonesia sebagai salah satu model pengembangan kehidupan beragama yang ramah, progresif, dan inklusif.

Ia menawarkan pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman sebagai bahan pembelajaran untuk membangun harmoni global.

Kerukunan melampaui toleransi pasif

Nasaruddin menjelaskan, pluralisme progresif atau beyond tolerance menempatkan kerukunan lebih dari sekadar kesediaan hidup berdampingan.

Menurut dia, kerukunan tidak semestinya dibangun di atas dominasi mayoritas terhadap minoritas. Perbedaan perlu dihormati secara tulus tanpa memaksakan penyeragaman.

“Yang sama jangan dipaksa berbeda, yang berbeda jangan dipaksa sama,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (28/10/2026).

Ia menekankan pentingnya menjadikan penghormatan terhadap keberagaman sebagai praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan

Ekoteologi untuk merawat alam

Gagasan kedua yang disampaikan Nasaruddin adalah ekoteologi nusantara atau beyond domination.

Menurut dia, krisis iklim juga berkaitan dengan cara manusia memandang alam sebagai objek yang dapat dikuasai dan dieksploitasi.

Melalui perspektif sufistik Islam, ia mengajak masyarakat melihat alam sebagai tajalli atau manifestasi keindahan Tuhan. Pandangan tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan sikap yang mengutamakan kasih sayang dan pemeliharaan lingkungan.

“Manusia dituntut melakukan eksplorasi yang merawat, bukan eksploitasi yang merusak,” tegasnya.

Nasaruddin yang juga menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal mencontohkan pengelolaan masjid tersebut sebagai penerapan kepedulian lingkungan dalam kehidupan beragama.

Ia mengatakan, Masjid Istiqlal telah memperoleh sertifikasi bangunan hijau Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC).

Menurut Nasaruddin, penggunaan panel surya dan pengelolaan air wudu yang efisien menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan sumber daya di masjid tersebut.

“Melalui peremajaan ramah lingkungan yang mencakup penggunaan panel surya pintar serta pengelolaan air wudu yang efisien, Istiqlal berhasil membuktikan penghematan energi sebesar 23 persen dan air hingga 36 persen, menjadikannya teladan nyata bagaimana spiritualitas mampu menjawab tantangan perubahan iklim dunia,” paparnya.

Bahasa agama dalam diplomasi

Dalam forum tersebut, Nasaruddin juga mengajak para pemimpin dunia menggunakan bahasa agama dalam diplomasi internasional untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan.

Ia menilai, pendekatan spiritual dapat membantu meredakan permusuhan serta membuka ruang perjumpaan di tengah konflik.

Pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman, menurut dia, dapat menjadi salah satu rujukan untuk mengembangkan dialog dan kerja sama lintas agama.

Tanggapan peserta forum

Sejumlah peserta forum menanggapi gagasan yang disampaikan Nasaruddin.

Penasihat Khusus Abrahamic Family House di Uni Emirat Arab, David Rosen, menekankan pentingnya mewujudkan dialog dalam aksi persaudaraan di tingkat lokal untuk meredam polarisasi.

Sementara itu, tokoh Buddhisme Rissho Kosei-kai dari Jepang, Megumi Hirota Wada, menyoroti pelestarian bumi sebagai tanggung jawab spiritual bersama.

Prefek Dikasteri untuk Dialog Antaragama Takhta Suci, Kardinal George Jacob Koovakad, disebut menilai pengalaman kerukunan Indonesia dan Deklarasi Istiqlal 2024 sebagai contoh dialog yang mendorong tindakan kemanusiaan bersama.

Adapun Presiden Dhammaraingsei Buddhist Association dari Kamboja, Touch Sarith, menyoroti pentingnya pendekatan yang menolak dominasi mayoritas terhadap minoritas.

Setelah mengikuti forum di Assisi, Nasaruddin dijadwalkan melanjutkan agenda ke Vatikan untuk membahas penguatan kemitraan serta menjajaki kerja sama kajian keagamaan dengan Pontificio Istituto di Studi Arabi e d’Islamistica (PISAI).

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Aktual
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Aktual
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Aktual
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
Aktual
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Aktual
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
Aktual
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Aktual
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Aktual
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Aktual
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar