Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 08:05 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Sekjen Kemenhaj) Teguh Dwi Nugroho menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, dan semangat melayani bagi 477 pegawai mutasi yang baru bergabung di Kemenhaj.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Entry Program Batch 2 bagi pegawai mutasi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sebanyak 477 pegawai tersebut akan mengisi berbagai unit kerja Kemenhaj, mulai dari kantor pusat, asrama haji, kantor wilayah, hingga kantor Kemenhaj di tingkat kabupaten dan kota.

Teguh mengatakan, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam membangun kementerian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

“Kekuatan sesungguhnya terletak pada kualitas manusianya, yaitu aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk melayani,” ujar Teguh dikutip dari situs resmi Kemenhaj.

Baca juga: Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik

Menurut dia, membangun kementerian yang kuat tidak cukup hanya dengan menyiapkan regulasi dan struktur organisasi. Kemenhaj juga membutuhkan aparatur yang memahami tanggung jawab, mampu bekerja lintas unit, serta berkomitmen menghadirkan pelayanan publik berkualitas.

Para pegawai yang berasal dari berbagai instansi tersebut diharapkan membawa pengalaman dan kompetensi masing-masing untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

477 Pegawai Mendapat Pembekalan Integritas hingga Transformasi Digital

Melalui Entry Program Batch 2, Kemenhaj berupaya menyatukan pemahaman pegawai mengenai visi, misi, tugas, fungsi, dan arah kebijakan strategis kementerian.

Program orientasi ini juga dirancang untuk mempercepat proses adaptasi pegawai sekaligus membangun budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.

“Kami berharap seluruh pegawai baru dapat segera beradaptasi, memahami tanggung jawabnya, membangun budaya kerja yang produktif, dan menunjukkan kinerja terbaik bagi kementerian,” kata Teguh.

Kegiatan yang berlangsung pada 25–28 Oktober 2026 tersebut memberikan sejumlah materi pembekalan kepada peserta.

Materi itu mencakup kebijakan strategis kementerian, manajemen aparatur sipil negara (ASN), tata kelola pemerintahan, penguatan integritas, transformasi digital, serta inovasi pelayanan publik.

Peserta juga diperkenalkan dengan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah, termasuk berbagai tantangan pelayanan jemaah yang membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antarsatuan kerja.

Pembekalan tersebut diharapkan membantu para pegawai memahami peran masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas Kemenhaj, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kemenhaj Perkuat Pengembangan Kompetensi Pegawai

Teguh menegaskan, pengembangan kompetensi aparatur tidak berhenti setelah pegawai menyelesaikan kegiatan orientasi.

Menurut dia, Kemenhaj berkomitmen membangun sistem pengembangan SDM yang terencana, terukur, dan berkelanjutan agar selaras dengan kebutuhan organisasi.

“Kami juga berkomitmen untuk memperkuat tata kelola pengembangan sumber daya manusia yang terencana, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui program tersebut, Kemenhaj berharap para pegawai dapat menyelaraskan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan kementerian.

Baca juga: 244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar

Penguatan kualitas SDM ini menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang solid, adaptif, dan berintegritas. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program kementerian diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Bagi Teguh, kompetensi, integritas, kolaborasi, dan semangat melayani merupakan bekal penting bagi aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang lebih baik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Aktual
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Aktual
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Aktual
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
Aktual
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Aktual
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
Aktual
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Aktual
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Aktual
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Aktual
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar