Penulis
KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menjenguk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026) malam.
Addin datang bersama sejumlah pengurus GP Ansor untuk memberikan dukungan moral kepada Gus Yaqut yang tengah menjalani proses persidangan. Dalam kunjungan tersebut, Addin juga berdialog dengan Gus Yaqut dan menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan dengan adil.
“Alhamdulillah, saya bersama beberapa pengurus hadir menjenguk sahabat, saudara, sekaligus senior kami, Gus Yaqut Cholil Qoumas. Beliau dalam keadaan sehat, bugar, dan kami berdialog banyak hal,” kata Addin dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026).
Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
Menurutnya, kehadiran pengurus GP Ansor merupakan bentuk dukungan moral kepada Gus Yaqut sebagai sahabat sekaligus senior di organisasi.
“Kedatangan kami bukan berarti untuk mengintervensi, tetapi memberikan dukungan moral,” ujarnya.
Addin mengatakan, GP Ansor berharap Gus Yaqut mendapatkan keadilan dalam proses persidangan.
Baca juga: GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
Ia juga mengajak seluruh kader untuk mendoakan agar Gus Yaqut tetap sehat dan mampu menjalani setiap tahapan hukum dengan baik.
“Doa kita cuma satu, mudah-mudahan dari semua proses yang ada ini beliau mendapatkan keadilan. Yang terpenting beliau tetap sehat secara fisik dan kuat secara spiritual sehingga dapat menjalani persidangan dengan baik,” katanya.
Selain memberikan dukungan secara langsung, Addin mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor untuk memberikan pendampingan kepada Gus Yaqut sesuai kebutuhan.
Ia mempersilakan tim LBH GP Ansor berkoordinasi untuk memastikan bentuk bantuan yang dapat diberikan. Sementara itu, kader lainnya diharapkan turut memberikan dukungan melalui doa.
“Silakan teman-teman LBH berkoordinasi untuk membantu beliau, kemudian sahabat-sahabat yang lain mendoakan agar beliau dimudahkan,” ujar Addin.
Addin bertemu Gus Yaqut di ruang tunggu pengadilan ketika persidangan memasuki jeda. Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu tidak hanya membahas kondisi Gus Yaqut, tetapi juga pesan yang disampaikan kepada kader GP Ansor.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yaqut berpesan agar kader GP Ansor tetap memperkuat khidmat atau pengabdian, menjaga soliditas organisasi, serta terus berkontribusi membantu masyarakat.
Menurut Addin, pesan itu relevan dengan kondisi ekonomi yang tidak mudah sehingga kader dituntut tetap kreatif dan memastikan organisasi terus berjalan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Intinya khidmat harus diperkuat dan dijaga. Pengurusan harus tetap solid karena situasi ekonomi juga sedang sulit. Kader harus terus berkreasi, membantu masyarakat, dan memastikan organisasi tetap berjalan,” ujar Addin mengutip pesan Gus Yaqut.
Addin menilai pesan tersebut menjadi pengingat bagi kader GP Ansor agar tidak meninggalkan semangat pengabdian di tengah berbagai situasi yang dihadapi.
Baca juga: GP Ansor Dorong KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional, Ini Jejak Perjuangannya
Ia berharap seluruh kader tetap menjaga kebersamaan, memperkuat kerja organisasi, dan terus hadir membantu masyarakat. Dengan demikian, GP Ansor dapat menjalankan perannya sebagai organisasi kepemudaan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Adapun dukungan moral yang disampaikan kepada Gus Yaqut, menurut Addin, berjalan berdampingan dengan harapan agar proses persidangan berlangsung secara adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.