KOMPAS.com - Amalan berpahala besar tidak selalu membutuhkan banyak waktu atau biaya.
Seorang Muslim dapat memperbanyak kebaikan melalui zikir, shalat sunah, perkataan yang baik, membantu orang lain, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Islam memberikan ruang luas bagi umatnya untuk berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Quran dan hadis menjelaskan bahwa kebaikan sederhana tetap bernilai ibadah, terutama ketika dilakukan dengan ikhlas dan tidak meremehkan hak orang lain.
Zikir merupakan amalan yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas, seperti setelah shalat, saat beristirahat, atau ketika menunggu. Salah satu bacaan yang dianjurkan Rasulullah SAW ialah tasbih berikut:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subḥānallāhi wa biḥamdih.
Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
Baca juga: Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab
Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Man qāla subḥānallāhi wa biḥamdihī fī yaumin mi’ata marratin, ḥuṭṭat khaṭāyāhu wa in kānat mitsla zabadi al-baḥr.
Artinya: “Barang siapa membaca Subḥānallāhi wa biḥamdih seratus kali dalam sehari, dosa-dosanya akan dihapuskan meskipun sebanyak buih di lautan.”
Hadis ini menunjukkan keutamaan memperbanyak zikir, bukan alasan untuk meremehkan dosa atau meninggalkan kewajiban.
Shalat Dhuha menjadi amalan sunah yang dapat dibiasakan pada pagi hari. Shalat ini tergolong sunah muakkadah, yakni sunah yang sangat dianjurkan.
Keutamaannya dijelaskan dalam hadis dari Abu Dzar RA. Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Yuṣbiḥu ‘alā kulli sulāmā min aḥadikum ṣadaqah, fa kullu tasbīḥatin ṣadaqah, wa kullu taḥmīdatin ṣadaqah, wa kullu tahlīlatin ṣadaqah, wa kullu takbīratin ṣadaqah, wa amrun bil-ma‘rūfi ṣadaqah, wa nahyun ‘anil-munkari ṣadaqah, wa yujzi’u min dzālika rak‘atāni yarka‘uhumā min aḍ-ḍuḥā.
Baca juga: Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?
Artinya: “Setiap pagi, setiap ruas tulang salah seorang dari kalian harus disedekahi. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semua itu.” (HR Muslim, nomor 720).
Hadis tersebut memperlihatkan bahwa shalat Dhuha menjadi salah satu bentuk syukur atas tubuh dan kesempatan hidup yang Allah berikan.
Kebaikan tidak selalu berbentuk materi. Mengucapkan kata-kata yang menenangkan, memberikan nasihat dengan santun, dan menghindari ucapan yang menyakiti orang lain juga termasuk sedekah.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:
وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
Wal-kalimatuṭ-ṭayyibatu ṣadaqah.
Artinya: “Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR Muslim, nomor 1009).
Baca juga: Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Hadis ini mengajarkan bahwa komunikasi sehari-hari dapat menjadi ladang pahala.
Kebaikan tersebut bisa dimulai dengan menyapa keluarga, menghargai rekan kerja, atau menyampaikan kritik tanpa merendahkan orang lain.
Membantu sesama tidak harus menunggu memiliki banyak harta.
Menolong seseorang membawa barang, membantu orang yang kesulitan, atau memberikan petunjuk ketika seseorang tersesat merupakan contoh kebaikan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa membantu seseorang menaiki kendaraannya atau mengangkat barangnya termasuk sedekah.
Pesan ini memperluas pemahaman tentang sedekah yakni manfaat yang diberikan kepada orang lain juga bernilai ibadah.
Baca juga: Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Menjaga lingkungan juga termasuk amalan yang bernilai sedekah. Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadis riwayat Muslim nomor 1009:
وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
Wa tumīṭul-adzā ‘aniṭ-ṭarīqi ṣadaqah.
Artinya: “Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR Muslim No. 1009)
Contohnya, menyingkirkan benda berbahaya yang menghalangi pejalan kaki atau membuang sampah pada tempatnya. Tindakan ini perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa setiap kebaikan akan diperhitungkan. Allah berfirman dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Fa may ya‘mal mitsqāla dzarratin khairay yarah.
Baca juga: Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS Az-Zalzalah: 7).
Ayat ini mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak patut diremehkan. Mulailah dari satu amalan yang paling mudah, lalu lakukan secara konsisten tanpa melalaikan kewajiban utama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.