Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam Islam

Kompas.com, 3 November 2026, 06:03 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kesehatan tubuh merupakan salah satu nikmat yang sering baru disadari ketika seseorang jatuh sakit.

Padahal, kondisi fisik yang terjaga dapat membantu umat Islam menjalankan berbagai kewajiban, mulai dari salat, puasa, hingga aktivitas sosial yang bernilai ibadah.

Dalam Islam, menjaga kesehatan bukan semata-mata urusan penampilan atau kebugaran.

Tubuh merupakan amanah yang perlu dirawat agar dapat digunakan untuk melakukan kebaikan.

Karena itu, menerapkan pola makan seimbang, berolahraga, menjaga kebersihan, dan mencukupi waktu istirahat menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam mensyukuri nikmat Allah SWT.

Kesehatan Merupakan Nikmat yang Perlu Dijaga

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan kesehatan dan waktu luang. Pesan tersebut diriwayatkan Abdullah bin Abbas dalam hadis berikut:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ni‘matāni maghbūnun fīhimā katsīrun minan-nās, aṣ-ṣiḥḥatu wal-farāgh.

Baca juga: Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam

Artinya: "Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari 6412)

Hadis ini mengingatkan bahwa kesehatan termasuk kesempatan berharga yang tidak selalu dimiliki seseorang sepanjang hidup.

Ketika tubuh berada dalam kondisi baik, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, belajar, membantu keluarga, dan menjalankan ibadah dengan leluasa.

Karena itu, menjaga kesehatan sebaiknya tidak menunggu munculnya penyakit. Upaya merawat tubuh dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dan dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, nikmat kesehatan tidak hanya disyukuri melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan.

Baca juga: Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana

Menjaga Tubuh Merupakan Bentuk Rasa Syukur

Kesehatan tubuh dapat dipahami sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Islam mengajarkan manusia untuk tidak memperlakukan tubuh secara sembarangan, termasuk mengabaikan kebutuhan makan, istirahat, dan kebersihan.

Melansir dari laman Muhammadiyah, menjaga kebugaran melalui pola makan yang baik dan olahraga merupakan wujud syukur atas nikmat Allah.

Artikel tersebut mengutip pandangan Muhammad Hasnan Nahar, mengenai pentingnya kesehatan dalam pengamalan agama.

Baca juga: Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan beragama tidak terpisah dari kebiasaan merawat tubuh.

Menjaga kesehatan dapat dimulai dengan memperhatikan asupan makanan, menghindari kebiasaan berlebihan, dan menyediakan waktu untuk bergerak.

Ikhtiar ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing orang.

Pola Makan Seimbang dan Tidak Berlebihan

Salah satu kebiasaan yang berpengaruh terhadap kesehatan adalah mengatur pola makan.

Makanan merupakan sumber energi untuk menjalankan aktivitas, termasuk beribadah.

Namun, mengonsumsi makanan secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kebutuhan tubuh.

Islam memberikan pedoman agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 31:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

Yā banī ādama khużū zīnatakum ‘inda kulli masjidiw wa kulū wasyrabū wa lā tusrifū, innahū lā yuḥibbul-musrifīn(a).

Baca juga: Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah

Artinya: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.

Prinsip ini memerintahkan manusia untuk makan dan minum tanpa melampaui batas.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa menikmati makanan diperbolehkan, tetapi tetap perlu memperhatikan kebutuhan dan kemaslahatan tubuh.

Pola makan yang baik juga perlu disertai pemilihan makanan yang beragam dan sesuai kebutuhan.

Selain memperhatikan jumlah, seseorang dapat membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air, serta menjaga keteraturan waktu makan.

Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.

Baca juga: Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah

Islam Memberikan Keringanan Ketika Sakit

Menjaga kesehatan bukan berarti setiap orang harus selalu berada dalam kondisi fisik prima.

Islam memahami bahwa manusia dapat mengalami sakit dan keterbatasan. Karena itu, syariat menyediakan keringanan dalam pelaksanaan ibadah sesuai keadaan yang dialami.

Allah berfirman dalam Surah Al-Ma'idah ayat 6:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَائِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَاءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti faghsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain. Wa in kuntum junuban faṭṭahharū. Wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a fa lam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minhu. Mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajin wa lākin yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn.

Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah: Bila Hukum Tak Dihormati, Hukum Rimba Akan Terjadi

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur."

Ayat ini menjelaskan ketentuan bersuci sekaligus menunjukkan adanya kemudahan bagi orang yang sakit dalam keadaan tertentu.

Jika penggunaan air tidak memungkinkan dan syarat tayamum terpenuhi, seseorang dapat bersuci dengan cara tersebut.

Artinya, Islam tidak menghendaki pelaksanaan ibadah menjadi beban yang membahayakan kondisi seseorang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama
Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama
Aktual
Hukum Pesugihan dalam Islam dan Pesan Surah Al-Jinn Ayat 6
Hukum Pesugihan dalam Islam dan Pesan Surah Al-Jinn Ayat 6
Aktual
Ulama Perempuan dan Pesantren Indonesia Jadi Perhatian Akademisi 6 Negara
Ulama Perempuan dan Pesantren Indonesia Jadi Perhatian Akademisi 6 Negara
Aktual
Komnas Haji Desak DPR, Rampas Aset Penipu Haji dan Umrah untuk Ganti Rugi Korban
Komnas Haji Desak DPR, Rampas Aset Penipu Haji dan Umrah untuk Ganti Rugi Korban
Aktual
Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya
Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya
Aktual
Kemenhaj Blokir Travel Assyifa, Buntut Gagal Pulangkan 91 Jemaah Umrah
Kemenhaj Blokir Travel Assyifa, Buntut Gagal Pulangkan 91 Jemaah Umrah
Aktual
Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam Islam
Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan dalam Islam
Aktual
MUI Minta Dai Pahami Metodologi Fatwa untuk Jawab Persoalan Keagamaan
MUI Minta Dai Pahami Metodologi Fatwa untuk Jawab Persoalan Keagamaan
Aktual
Kiai Cholil Nafis Ingatkan Dai MUI Hindari Candaan soal Bayaran dan Poligami
Kiai Cholil Nafis Ingatkan Dai MUI Hindari Candaan soal Bayaran dan Poligami
Aktual
KH Arif Fahruddin Ingatkan Dai MUI untuk Jaga Persatuan: Dilarang Sebarkan Perpecahan dan Adu Domba
KH Arif Fahruddin Ingatkan Dai MUI untuk Jaga Persatuan: Dilarang Sebarkan Perpecahan dan Adu Domba
Aktual
Sekjen MUI Apresiasi Ketegasan Kapolri yang Copot Kapolres Sukoharjo Terkait Penggeledahan Ponpes
Sekjen MUI Apresiasi Ketegasan Kapolri yang Copot Kapolres Sukoharjo Terkait Penggeledahan Ponpes
Aktual
PBNU Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Polemik Penggeledahan Ponpes
PBNU Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Polemik Penggeledahan Ponpes
Aktual
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Aktual
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Aktual
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar